Kamini.id / Istri / Para Suami, Ini Lho 10 Cara Halus Menasihati Istri

Para Suami, Ini Lho 10 Cara Halus Menasihati Istri

Ditulis oleh - Diperbaharui 15 April 2019

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Memberi nasihat kepada orang yang kita sayangi pasti memiliki tujuan yang baik. Ayah kepada anaknya. Seseorang kepada sahabatnya. Suami kepada istrinya. Karena tujuannya baik, sudah sepantasnya dilakukan dengan cara yang sama baiknya. Namun, nggak jarang tujuan yang baik itu nggak diterima dengan baik karena cara menyampaikannya yang kurang baik.

Kalau kita menasihati dengan cara yang salah, pesannya nggak akan sampai sepenuhnya. Lebih buruk lagi, yang tadinya nasihat berubah menjadi debat. Untuk itu, kita harus sedikit berusaha dan meluangkan waktu mencari cara-cara terbaik untuk memberi nasihat.

Sebagian suami mungkin belum sepenuhnya tahu bagaimana caranya memberi nasihat kepada istrinya. Keduanya berbeda, satu pria satu lagi wanita. Artinya, mereka melihat sesuatu dengan cara yang berbeda. Maka, sudah seharusnya seorang suami memilih cara yang dapat diterima oleh istrinya ketika memberi nasihat. Inilah beberapa cara yang bisa dicoba.

10 Cara Menasihati Istri

1. Cari Waktu yang Tepat

Cari Waktu yang Tepat

* sumber: unsplash.com

Ini jadi yang terpenting dari semuanya. Kalau memberi nasihat di waktu yang nggak tepat, bisa jadi akan berakhir dengan berdebat. Maka, carilah waktu yang tepat. Jangan memberi nasihat pada waktu-waktu yang berat.

Kalau istrimu bekerja, hindari memberi nasihat ketika dia baru pulang kerja. Hindari juga memberi nasihat di waktu dia sedang lelah. Karena dia nggak akan bisa mencerna seluruhnya. Jangan lupa, wanita juga punya waktu sensitif. Contohnya, waktu dia sedang PMS. Hindari memberi nasihat di waktu yang seperti itu.

2. Bersikap Adil

Bersikap Adil

* sumber: unsplash.com

Kalau seandainya kamu ingin menasihati istrimu untuk nggak terlalu sering bermain ponsel, pastikan kalau kamu juga nggak terlalu sering bermain ponsel. Atau kamu ingin istrimu lebih berhati-hati mengatur keuangan, pastikan kalau kamu juga memberi tahu dia ke mana saja kamu memakai uangmu.

Dia akan benar-benar memahami nasihatmu kalau kamu berlaku adil. Sebaliknya, nasihatmu cuma akan menjadi kata-kata kosong kalau kamu nggak adil. Kamu mungkin kenal seseorang yang suka menasihati ini itu tetapi dia sendiri nggak melakukan itu. Kamu nggak mau jadi orang seperti itu juga, kan?

3. Memberi Contoh

Memberi Contoh

Nasihat nggak selalu harus disampaikan dengan kata-kata. Nasihat juga bisa disampaikan dengan perbuatan. Kalau kamu melihat atasanmu di kantor bekerja demikian keras, secara nggak sadar kamu juga ingin bekerja sekeras dia, kan? Sebenarnya, itulah cara terbaik untuk memberi nasihat.

Hal itu bisa diterapkan di rumah. Kalau kamu ingin dia terbuka masalah keuangan, cobalah kamu yang memulai dengan bersikap terbuka masalah keuangan. Tanpa harus kamu katakan, cepat atau lambat dia pasti akan sadar. Pelan-pelan, dia akan melakukan apa yang kamu contohkan.

4. Terbuka

Terbuka

* sumber: unsplash.com

Banyak sekali pasangan suami ini yang belum sepenuhnya saling terbuka. Mungkin karena komunikasi yang kurang lancar. Hal ini bisa saja memberatkan ketika pada waktunya kamu sebagai suami ingin menasihati. Seperti ada jarak yang sulit ditembus.

Kalau keadaannya seperti itu, cobalah untuk menjadi suami yang lebih terbuka. Sering-seringlah berbagi cerita dengan dia. Semakin ringan keduanya berbagi cerita, semakin mudah pula ketika pada waktunya ingin menasihati. Keterbukaan adalah kunci utama dari komunikasi. Tanpa itu, apapun yang kamu sampaikan pasti akan menemui kebuntuan.

5. Menyusun Kata

Menyusun Kata

Seringkali nasihat nggak diterima bukan karena nasehat itu salah, tetapi kata-kata yang dipilihnya yang salah. Salah memilih kata bisa berakibat fatal. Apa yang ingin kamu sampaikan berbeda dengan apa yang dia terima. Lebih buruk lagi, bisa jadi dia tersinggung karena itu. Mungkin untukmu kata-kata itu biasa saja, tetapi bisa jadi terdengar keras atau kasar untuk dia.

Nggak ada salahnya meluangkan waktu untuk menyusun kata yang tepat sebelum akhirnya memberi nasihat. Carilah kata sehalus mungkin, sesopan mungkin. Supaya nanti, dia yang mendengar nggak tersinggung dan bisa memahami apa yang dimaksudkan dengan baik. Apalagi, dia adalah istrimu. Tentu saja kamu nggak mau bikin dia tersinggung.

6. ‘Kenapa’ Bukan ‘Apa’

'Kenapa' Bukan 'Apa'

* sumber: unsplash.com

Seringkali orang salah paham gara-gara cara menyampaikannya yang salah. Katakanlah kamu ingin dia lebih berhemat. Kalau kamu bilang dia boros, atau secara telak memintanya mengurangi pengeluaran, mungkin nasihat itu nggak akan bisa diterima dengan baik. Bisa jadi malah memancing pertengkaran.

Sekarang, coba cari ‘kenapa’ dari nasihatmu. Kamu bisa bilang kalau keluargamu ingin menabung lebih banyak. Kamu juga bisa bilang kalau ada beberapa hal yang nggak terlalu penting untuk dibeli. Menjelaskan ‘kenapa’ cenderung lebih mudah diterima dan dipahami dibanding kalau kamu langsung bilang ‘apa’.

7. Jujur

Jujur

Sebagian suami biasanya agak sulit jujur terutama untuk hal-hal yang kurang menyenangkan. Misalnya, ketika pendapatan sedang menurun. Seperti ada dorongan untuk selalu mengatakan semuanya baik-baik saja. Sampai tiba waktunya kamu merasa ingin dia untuk lebih hati-hati membelanjakan uang.

Jujur mungkin susah, tetapi harus dilakukan. Katakanlah kalau memang pendapatanmu sedang turun dan kamu ingin meminta dia bekerja sama dengan mengurangi pengeluaran yang mungkin untuk dikurangi. Dengan memberi tahu akar masalah apa adanya akan membantu dia untuk lebih mudah dipahami. Apapun masalahnya, jujurlah kepadanya.

8. Menulis Surat

Menulis Surat

* sumber: unsplash.com

Ada sebagian orang yang memang nggak pandai berbicara. Seperti seorang teman yang ketika ingin mengatakan sesuatu, dia menulis surat. Kalau ada sesuatu yang terlalu sulit untuk dibicarakan, dia akan menulis surat lalu meninggalkan itu di meja makan. Alasannya, supaya istrinya bisa membaca yang ingin dia sampaikan berulang kali.

Alasan lainnya, dia takut mengeluarkan kata-kata yang nggak perlu dan mungkin akan menyinggung istrinya kalau berbicara langsung. Maka dari itu, dia memilih untuk menulis surat. Dengan begitu, sebelum istrinya membaca dia bisa memastikan kalau kata-kata yang dipilihnya sudah cukup baik. Kalau kamu memang bukan orang yang pandai bicara, cara ini boleh dicoba.

9. Maaf dan Terima Kasih

Maaf dan Terima Kasih

* sumber: unsplash.com

Dua kata yang mungkin sering terlupakan. Terutama untuk orang yang sudah terlalu dekat seperti anak, istri, dan orang tua. Jangan lupakan dua kata itu. Sederhana tetapi dalam sekali maknanya. Mulai dengan maaf, akhiri dengan terima kasih karena dia mau mendengarkan.

Dua kata itu juga menjelaskan kalau kamu adalah orang yang sedang berusaha memahami, bukan menghakimi. Dia juga akan membuka hatinya lebih lapang kalau kamu nggak melupakan dua kata itu. Kita seringkali melupakan dua kata itu karena merasa nggak perlu mengatakannya kepada orang yang sudah cukup saling mengenal.

10. Perlahan

Perlahan

Ketika kamu memberi nasehat, beri kesempatan kepada istrimu untuk mencoba dan gagal. Mungkin, dia nggak langsung bisa mengamalkan nasihatmu. Namun, kamu harus tetap menghargai itu karena dia sudah berusaha. Jangan sampai kamu marah karena berharap dia langsung berubah begitu saja.

Manusia selalu butuh proses. Maka biarkan dia mengamalkan secara perlahan. Alih-alih menjadi orang yang menuntut, sebaiknya kamu menjadi orang yang menuntun. Jangan menjadi orang yang memberi nasihat lalu membiarkan dia berusaha sendirian. Seorang suami sudah sepatutnya menemani, bukan membebani.

Cara-cara dari Kamini di atas nggak sulit untuk dicoba. Namun, jika istrimu adalah tipe pemarah, kamu bisa menemukan solusinya dalam artikel cara menghadapi istri pemarah ini.

Kamu boleh mencoba lalu menceritakan hasilnya kepada para pembaca. Kamu juga boleh menambahi kalau ada hal-hal yang belum dituliskan. Kolom komentar terbuka lebar untuk siapapun yang ingin berbagi. Sudah seharusnya sesama suami saling berbagi dan saling memotivasi, kan? Kita nggak perlu merasa sungkan ketika membagikan kebaikan.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *