Kamini.id / Jeans / Inilah Tata Cara Mencuci Celana Jeans dengan Benar

Inilah Tata Cara Mencuci Celana Jeans dengan Benar

Ditulis oleh - Diperbaharui 15 November 2019

Celana denim atau jeans merupakan pakaian yang sangat populer di seluruh dunia. Rasanya semua orang punya setidaknya satu buah celana dari bahan ini. Jeans sangat fashionable dan fleksibel. Celana ini bisa dipakai kapan saja di mana saja, bisa dipadukan dengan kaus atau pun blazer, pokoknya sangat bisa untuk di mix n match.

Jeans juga disukai karena nyaman digunakan. Kebanyakan jeans dibuat dari material utama katun, makanya celana ini terasa nyaman juga awet karena tidak mudah rusak (dengan perawatan yang benar, tentunya).

Dengan mengetahui cara mencuci celana jeans yang benar, akan membantu Anda menjaga celana jeans kesayangan Anda tetap terlihat seperti baru walaupun sudah dipakai selama bertahun-tahun. Yuk, cari tahu bersama Kamini.

Mencuci dengan Mesin

Hampir setiap rumah, terutama di perkotaan, pasti memiliki mesin cuci. Dengan benda ini, kita jadi dimudahkan ketika akan membersihkan pakaian, termasuk celana jeans.

1. Atur Kecepatan Mesin

Ketika mencuci jeans menggunakan mesin cuci, Anda harus mengatur kecepatan atau siklus pencuciannya di mode lembut/halus. Jadi, mode normal pun tidak dianjurkan, ya. Kenapa? Karena denim memerlukan proses pencucian yang lembut. Ini akan mencegah denim jadi belel dari segi warna maupun tekstur.

2. Isi Air

Sepertinya ini jarang dilakukan di Indonesia, tapi banyak sekali orang di luar sana yang mencuci pakaian mereka dengan air hangat (bahkan air panas).

Soalnya, air panas memang bisa menghilangkan kuman dan kotoran yang berat (seperti noda tanah dan lumpur) lebih baik dibandingkan jika Anda pakai air dingin. Tapi, pakaian dengan warna gelap dan cerah, atau pakaian dengan kain halus sebaiknya dicuci dengan air dingin.

Jeans biasanya berwarna gelap, sehingga takutnya jika dicuci pakai air panas akan jadi luntur. Kalau celana jeans Anda ada noda yang sulit dihilangkan, bisa menggunakan air hangat saja, jangan air panas.

Soalnya, air panas akan melunturkan warna jeans juga menyusutkan kainnya. Terutama jika jeans Anda memiliki kandungan katun yang besar. Semakin tinggi kandungan katun di dalam jeans maka kemungkinan jeans menyusut akan semakin tinggi juga.

3. Balikkan Celana

Balik-balikkan celana jeans Anda sebelum dimasukkan ke mesin cuci. Proses mencuci dapat mengikis kain jeans, karena di dalam mesin cuci antar pakaian saling bergesek, belum lagi pakaian yang ada kancing/hiasannya, ritsleting dan juga detergen.

Semua itu bisa membuat jeans (dan pakaian Anda yang lainnya) memudar dan kainnya menipis. Anda bisa membolak-balikkan celana sambil menunggu air terisi penuh untuk mencuci.

4. Pisahkan Cucian

Ketika mencuci jeans, sebaiknya Anda tidak mencampurnya dengan pakaian lainnya yang berwarna lebih terang. Kalau mau mencampurnya juga, campur dengan pakaian yang warnanya gelap atau senada dengan jeans Anda.

Tapi, jika itu jeans baru yang belum pernah dicuci sama sekali, sebaiknya Anda benar-benar mencucinya secara terpisah tanpa dicampur pakaian lainnya. Lalu, tips selanjutnya adalah jangan menggunakan detergen ketika Anda baru pertama kali mencuci jeans.

5. Jumlah Celana Maksimum

Ketika mencuci baju di mesin cuci, kita biasanya memenuhinya hingga maksimum capacity, biar sekalian beres, hehe. Tapi, ketika jeans yang akan dicuci, usahakan tidak memasukkan lebih dari 5 celana jeans ke dalam mesin dalam satu kali pencucian. Jeans adalah pakaian yang berat, apalagi setelah terkena air.

Jika mesin cuci memiliki terlalu banyak celana jeans di dalamnya, maka mesin akan beroperasi lebih lambat dan proses pencucian pun tidak maksimal. Mesin cuci yang terlalu penuh pun akan membuat antar jeans-nya bergesek satu sama lain dan bisa merusak kainnya.

6. Jemur Celana

Mesin dry-cleaning memiliki fitur pengeringan pakaian hingga benar-benar kering tanpa perlu di jemur lagi. Nah, itu harus Anda hindari, karena mengeringkan celana jeans dengan mesin pengering bisa menyusutkan kain dan menghilangkan warna kainnya.

So, keluarkan celana jeans ketika masih sedikit basah (kebanyakan mesin cuci biasa walaupun sudah melalui proses pemerasan akan masih terasa basah, jadi aman) dan biarkan celana Anda dikeringkan dengan cara digantung. Jika misalnya kondisi cuaca sedang tidak mendukung, atau Anda ingin menggunakan jeans itu segera, maka pilih mode siklus halus pada mesin pengering Anda.

Eh, menjemur celana jeans pun ada caranya! Pertama-tama, renggangkan celana Anda terutama pada bagian jahitan dan area yang sering tertekuk seperti area lutut, hal ini dilakukan agar menghindari penyusutan ketika celana dijemur.

Sebaiknya, celana jeans pun dijemur dengan cara dibuka dengan posisi berdiri lalu digantung menggunakan gantungan alih-alih ditaruh di jemuran seperti biasa. Dan, jangan menjemur celana jeans di luar di tempat yang langsung terkena sinar matahari, ya, karena warnanya bisa memudar dan kainnya bisa mengkerut.

Mencuci Tanpa Mesin

Zaman sekarang kita sudah bisa menikmati kemudahan mencuci pakaian menggunakan mesin cuci. Tapi, kadang ada orang yang tidak mempercayai mesin cuci mereka untuk mencuci denim karena takut celananya rusak. Dan, ada juga yang tidak punya mesin cuci. So, inilah cara mencuci jeans tanpa mesin cuci.

1. Siapkan Baskom

Mencuci celana jeans menggunakan tangan dapat membuat warnanya tidak cepat pudar dan kainnya pun tidak akan cepat rusak/belel. Pertama-tama siapkan baskom, ember, jolang, wastafel, atau bisa di bath tub juga. Pokoknya tempat yang besar untuk mencuci jeans Anda. Isi tempat tersebut dengan air dingin atau air hangat suam-suam kuku.

Tuang detergen yang lembut dan aman untuk warna pakaian. Sama seperti cara mencuci jeans pakai mesin, balikkan celana jeans Anda, lalu letakkan secara mendatar di dalam tempat tersebut (inilah kenapa Anda membutuhkan tempat yang luas dan lebar). Rendam celana selama 45 menit, lalu bilas di bawah air yang mengalir. Lalu, keringkan dengan cara yang sama seperti di atas.

2. Bersihkan Bagian yang Ada Nodanya Saja

Sebenarnya celana denim tidak perlu terlalu sering dicuci. Jadi, lalau mau awet, cucilah ketika jeans telah benar-benar kotor atau ada nodanya saja. Tak usah memasukkan seluruh bagain celana Anda ke dalam mesin cuci, tapi fokus saja pada menghilangkan nodanya saja.

Tips

Selain cara-cara di atas, kami juga masih punya sejumlah tips yang bisa dicoba saat mencuci celana jeans. Berikut beberapa tipsnya:

1. Bekukan Jeans

Pernahkah terpikir untuk membekukan celana jeans di freezer? Ternyata ini adalah salah satu trik untuk memperpanjang hidup alias masa pakai celana jeans Anda, loh! Celana jeans kan memang sebaiknya jarang dicuci, lalu bagaimana ketika dia mulai berbau?

Jeans jadi bau karena bakteri dari tubuh kita dan juga dari lingkungan. Dengan membekukan celana, sebagian besar bakteri dapat terbunuh, sehingga mengurangi bau tak sedap dari celana jeans.

Anda dapat memasukkan celana jeans langsung di freezer, sebenarnya. Tapi, itu kurang higienis. Apalagi jika di dalam freezer Anda ada bahan makanan dan es batu yang akan dikonsumsi.

Jadi, balut celana jeans Anda menggunakan kantung berbahan kanvas, tas yang memiliki sirkulasi udara, dan sebagainya. Kantung plastik kurang direkomendasikan karena tidak ada sirkulasi udaranya, tapi Anda bisa mengakalinya dengan memberi sedikit lubang, mungkin. Dan, jangan lupa hangatkan dulu celana Anda sebelum dipakai, kalau tidak mau kaki Anda beku, hihi!

2. Jangan Pakai Pemutih

Jangan pernah menggunakan pemutih saat mencuci celana jeans, kecuali memang Anda sengaja ingin membuat jeans jadi belel. Soalnya, pemutih pakaian akan memudarkan celana jeans secara drastis. Lalu, kainnya pun bisa rusak jika terkena pemutih.

Ya, itu tadi adalah tata cara mencuci celana jeans yang benar tanpa merusak celana jeans. Jika Anda punya tips dan cara lainnya, mari berbagi di kolom komentar, ya!

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *