Kamini.id / Keputihan / Jangan Gegabah! Ini 10 Cara Mengatasi Keputihan yang Aman

Jangan Gegabah! Ini 10 Cara Mengatasi Keputihan yang Aman

Ditulis oleh - Diperbaharui 14 Juli 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Keputihan merupakan masalah yang cukup umum dialami oleh kaum hawa, bahkan bisa dibilang semua wanita pasti pernah mengalami problem yang satu ini. Walau dianggap wajar, kamu harus tetap waspada karena keputihan adalah salah satu tanda bahwa ada yang tidak beres dengan area pribadimu.

Jika saat ini kamu sedang mengalaminya, ada beberapa cara sederhana yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi keputihan. Jadi, jangan keburu panik dan simak tips-tips yang sudah kami rangkum di bawah ini.

1. Jaga Vagina Tetap Kering dan Bersih

Jaga Vagina Tetap Kering dan Bersih

* sumber: parenting.orami.co.id

Salah satu penyebab keputihan yang paling umum adalah karena infeksi jamur dan bakteri. Infeksi ini biasanya lebih mudah terjadi ketika area vagina terlalu lembab dan kurang bersih. Jadi, satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah dengan menjaga kebersihan area pribadi kalian.

Setelah buang air kecil/besar, pastikan untuk mengeringkan vagina dengan handuk atau saputangan yang bersih. Kelembaban bisa meningkat bukan cuma karena air, tapi juga keringat. Karena itu ada baiknya untuk rutin mengganti celana dalam minimal 2 kali sehari, terutama saat cuaca sedang panas dan kalian tergolong orang yang sangat aktif.

2. Kompres Air Dingin untuk Meredakan Gatal

Kompres Air Dingin untuk Meredakan Gatal

* sumber: meramuda.com

Keputihan otomatis akan meningkatkan kelembaban sehingga resiko terjadinya iritasi kulit bisa semakin besar. Rasa gatal dan kulit yang mulai kemerahan merupakan salah satu tanda iritasi yang harus segera diatasi.

Jangan gegabah untuk menggaruk kulit di sekitar vagina karena hal itu bisa menimbulkan efek buruk. Jika terasa gatal, segera bersihkan area pribadimu dan kompres dengan air dingin untuk meredakan rasa gatalnya. Saat gatal mulai mereda, jangan lupa untuk mengeringkan kembali area sekitar vagina dan pakailah celana dalam baru yang lebih bersih.

3. Bersihkan Vagina dengan Air Hangat

Bersihkan Vagina dengan Air Hangat

* sumber: www.consumerreports.org

Hal yang perlu diingat adalah membersihkan vagina sebenarnya cukup dengan air saja. Hindari menggunakan sabun karena hal itu justru akan mengacaukan pH di area kewanitaan kalian.

Nah, untuk airnya sendiri, kalian bisa memanfaatkan air hangat. Selain sangat baik untuk membersihkan, air hangat juga dapat meredakan rasa gatal yang disebabkan oleh keputihan. Cara membersihkan vagina yang dianjurkan adalah dari arah depan ke belakang, bukan sebaliknya. Bila dari arah belakang, dikhawatirkan kotoran/bakteri dari anus akan ikut masuk ke vagina.

4. Pilih Celana Dalam yang Tepat

Pilih Celana Dalam yang Tepat

* sumber: tirto.id

Salah satu hal yang terlihat sepele namun sangat berpengaruh pada kesehatan vagina adalah celana dalam. Pilihlah celana dalam berbahan lembut seperti katun yang mudah menyerap keringat. Pastikan juga untuk tidak memakai celana dalam yang terlalu sempit atau ketat, pasalnya hal itu justru akan membuat kulit iritasi dan menyebabkan gatal.

Memakai celana dalam juga sebaiknya jangan terlalu lama, apalagi bila kalian termasuk orang yang aktif bergerak. Sering-seringlah mengganti celana dalam, terutama saat area kewanitaan dirasa sangat lembab. Setidaknya ganti celana dalam minimal 2 kali sehari untuk mencegah tumbuhnya jamur dan bakteri penyebab keputihan.

Sama halnya dengan makanan, celana dalam pun punya masa kadaluarsanya. Celana dalam yang sudah terlalu lama sebaiknya segera dibuang. Tidak ada patokan resmi soal berapa lama ‘umur pakai’ celana dalam, tapi ketika karetnya sudah mulai melar atau warna kainnya sudah berubah, sebaiknya kalian segera membeli celana dalam yang baru.

5. Jangan Sembarangan Memakai Produk Pembersih Vagina

Jangan Sembarangan Memakai Produk Pembersih Vagina

* sumber: novio.eu

Saat ini ada banyak sekali produk pembersih vagina buatan pabrik yang dijual bebas di pasaran. Sayangnya, tidak semua produk tersebut dijamin aman untuk kesehatan area kewanitaan kalian. Sangat penting diketahui bahwa pada dasarnya vagina cukup dibersihkan dengan air biasa.

Kalaupun ingin menggunakan produk pembersih tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahlinya. Memakai produk pembersih yang kurang tepat bisa mengganggu keseimbangan pH area pribadi kalian. Ketika pH mulai kacau, hal ini dapat memicu pertumbuhan jamur dan bakteri merugikan di sekitar vagina.

Baca juga: Penyebab Keputihan yang Wajib Kamu Ketahui

6. Hindari Penggunaan Bedak dan Parfum untuk Vagina

Hindari Penggunaan Bedak dan Parfum untuk Vagina

* sumber: meramuda.com

Tak sedikit wanita yang memakai bedak di area pribadi dengan maksud mengurangi kelembaban sekaligus meredakan rasa gatal saat keputihan. Ada juga orang yang bahkan memakai parfum atau wewangian agar area kewanitaannya bebas dari bau tak sedap.

Seperti yang diketahui, produk-produk seperti ini pasti mengandung bahan kimia tertentu. Aman dipakai di area tubuh lain bukan berarti aman untuk vagina, apalagi kulit di sekitar alat kelamin sangatlah sensitif sehingga tidak boleh sembarangan merawatnya. Jadi, sebaiknya hindari penggunaan produk berbahan kimia agar tidak mengganggu kesehatan area pribadi kalian.

7. Perhatikan Penggunaan Pembalut

Perhatikan Penggunaan Pembalut

* sumber: www.springwise.com

Pembalut jadi sesuatu yang wajib digunakan oleh semua wanita yang sudah dewasa, namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar terhindar dari keputihan, salah satunya adalah memilih jenis pembalut. Saat ini ada dua jenis pembalut di pasaran, yaitu pembalut kain dan yang sekali pakai.

Dua-duanya tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pembalut kain relatif lebih aman karena terhindar dari proses pabrikan yang mungkin menggunakan bahan kimia, akan tetapi pembalut jenis ini biasanya lebih cepat lembab sehingga harus sering-sering menggantinya saat sedang menstruasi.

Pembalut sekali pakai pastinya lebih praktis, tapi sebaiknya pilih merk pembalut yang punya daya serap tinggi, tidak memakai pengharum, serta memiliki bentuk yang pas dan nyaman saat digunakan. Untuk lama pemakaiannya, dianjurkan untuk mengganti pembalut setiap 4-5 jam sekali untuk menjaga vagina tetap bersih.

8. Gunakan Pantyliner

Gunakan Pantyliner

* sumber: flo.health

Pantyliner merupakan produk yang mirip dengan pembalut, tapi bentuknya cenderung lebih kecil dan tipis. Pantyliner biasanya dipakai di luar waktu menstruasi untuk menyerap cairan vagina, termasuk saat mengalami keputihan. Kadang juga dipakai di saat-saat akhir menstruasi ketika darah yang keluar sudah tidak terlalu banyak.

Secara umum, aturan memakai pantyliner hampir sama seperti pembalut, yaitu tidak boleh terlalu lama dan diganti setiap beberapa jam sekali. Namun hal yang perlu diketahui adalah pantyliner sebaiknya tidak digunakan setiap hari.

Pakailah pantyliner hanya ketika sedang mengalami keputihan atau ketika menstruasi hampir selesai. Pantyliner juga baik digunakan ketika kalian punya kesibukan yang sangat padat sehingga area kewanitaan lebih mudah lembab. Tapi ketika tidak terlalu sibuk atau menghabiskan waktu di rumah saja, kalian tidak perlu memakai pantyliner.

9. Pola Hidup Sehat

Pola Hidup Sehat

* sumber: thedoctorweighsin.com

Mengatasi keputihan tidak hanya dari luar, tapi juga dari dalam. Selain faktor dari luar tubuh, keputihan juga dapat disebabkan oleh pengaruh hormon.  Bila demikian, maka cara mengatasinya pun harus dari dalam, yaitu dengan menerapkan pola hidup sehat.

Pola hidup sehat mencakup soal makanan dan aktivitas sehari-hari. Kalian sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bergizi, minum air putih yang cukup, waktu istirahat yang memadai, serta olahraga teratur minimal 30 menit setiap hari. Selain itu, hindari kebiasaan-kebiasaan buruk seperti begadang, minum alkohol, atau merokok.

10. Pengobatan Sesuai Anjuran Dokter

Pengobatan Sesuai Anjuran Dokter

Mengatasi keputihan juga bisa dengan pemakaian obat-obat tertentu, baik obat luar seperti krim/salep maupun obat yang harus diminum. Akan tetapi, pemakaian obat seperti ini harus dengan saran dokter agar kalian tidak salah langkah. Kalau kalian tidak mau mengonsumsi obat-obatan, cukup lakukan beberapa cara yang sudah disebutkan di atas.

Namun apabila keputihan yang dialami dirasa tidak normal, maka kalian harus segera mengunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Ciri-cri keputihan yang tidak normal adalah cairan yang keluar terlalu kental (seperti bubur), berbau menyengat, tidak berwarna putih, serta keluar dalam jumlah yang cukup banyak.

Itulah beberapa cara untuk mengatasi masalah keputihan pada wanita. Semoga tips-tips di atas bisa menambah informasi sekaligus membantu kalian yang sedang mengalami keputihan. Tapi bila kalian punya tips lain yang juga aman untuk dilakukan, tulis saja di kolom komentar karena saran kalian pasti akan sangat bermanfaat.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ditulis oleh - Diperbaharui 14 Juli 2020