Kamini.id / Gunakan 6 Cara Pintar Ini untuk Mengatur Keuangan Keluarga

Gunakan 6 Cara Pintar Ini untuk Mengatur Keuangan Keluarga

Ditulis oleh - Diperbaharui 24 September 2019

Demi memenuhi kebutuhan sehari-hari kita tentu membutuhkan anggaran dalam jumlah tertentu. Terlebih jika setelah menikah dan memiliki anak, dana yang dibutuhkan akan semakin besar. Dalam mengelola keuangan tersebut, kita tentu akan dibuat pusing ketika harus menentukan daftar prioritas. Karena tentu saja dana yang kita miliki tidak akan pernah cukup untuk membeli hal-hal yang kita inginkan.

Oleh karena itu, sebagai orang tua kita tentu harus pintar dalam mengelola keuangan keluarga dengan baik. Butuh kemampuan khusus dalam mengalokasikan sejumlah uang untuk memenuhi kebutuhan setiap bulannya. Terlebih jika kita memiliki penghasilan yang cukup, tanpa cara ini gaji hanya lewat begitu saja tanpa sempat ditabung.

Istri misalnya ingin membeli perabotan baru, sedangkan suami inginnya membeli spare part kendaraan, sementara anak membutuhkan alat tulis yang baru karena sudah rusak. Belum lagi kita juga harus memikirkan kebutuhan lain yang penting seperti cicilan, biaya sekolah anak, dan banyak lagi lainnya. Oleh karena, itu tidak ada salahnya untuk mencoba tips menghemat uang keluarga berikut ini.

1. Mengkalkulasi seluruh pendapatan yang diterima

counting money

Langkah yang paling awal dalam melakukan pengelolaan keuangan rumah tangga adalah dengan menjumlahkan semua dana yang kita dapatkan setiap bulannya. Mulai dari gaji bulanan, upah lembur, fee yang didapat dari freelance, hingga dana yang kembali dari investasi.

Cara ini dilakukan  agar kita bisa mengetahui seberapa besar dana yang harus kita alokasikan ke masing-masing kebutuhan. Mulai dari kebutuhan yang sifatnya primer, kemudian sekunder, hingga kebutuhan tersier.

2. Menyusun rencana pengeluaran setiap bulan

menyusun rencana pengeluaran

Setelah kita menyusun pendapatan setiap bulan kemudian mengalokasikannya pada setiap kebutuhan, sekarang kita sudah bisa menyusun rencana pengeluaran setiap bulan. Tuliskan rencana pengeluaran apa saja yang diinginkan bulan ini, mulai dari yang paling terpenting dahulu. Misalnya biaya untuk makan dan minum, transportasi, membayar tagihan, sewa rumah, pendidikan anak, kartu kredit, dan berbagai biaya lainnya yang rutin dibayarkan setiap bulan.

3. Menyiapkan dana cadangan

dana cadangan

https://unsplash.com/photos/RhBVoJnRqVg

Dana cadangan juga tidak kalah penting untuk kita persiapkan. Biasanya dana cadangan atau dana darurat akan kita gunakan dalam situasi yang amat mendesak. Besaran dana ini sifatnya bebas, artinya setelah kebutuhan terpenuhi kita bisa mengalokasikan sisa uang.

Namun dari total keseluruhan, setidaknya dana cadangan yang harus kita miliki sebesar 4 hingga 6 kali gaji kita. Memang cukup sulit dalam mengumpulkan dana cadangan ini, sehingga kita perlu memiliki komitmen dan konsistensi. Selain itu kita juga tidak boleh menggunakan dana cadangan untuk keperluan yang kurang mendesak.

4. Membedakan antara kebutuhan dan keinginan

wants vs need

 

Jika kita masih memiliki sisa dana setelah mengisi kebutuhan primer dan sekunder, kita boleh saja untuk membeli barang-barang tersier. Misalnya ingin belanja baju, sepatu, kosmetik, atau smartphone penunjang gaya hidup. Namun kita harus tetap ingat barang tersier tersebut memang kita butuhkan atau tidak. Jadi jika saat ini kita memang benar-benar tidak membutuhkan sebaiknya dana tersebut kita simpan saja terlebih dahulu untuk menghindari pemborosan.

5. Menjaga rasio utang kita

Menghentikan-Kebiasaan-Berhutang-hutang-debt

Salah satu cara untuk mendapatkan dana segar dalam waktu yang cukup singkat adalah dengan meminjam uang. Berutang memang tidak masalah selama hal itu dilakukan untuk menjaga arus kas bulanan kita. Namun kita juga harus menjaga rasio utang agar tidak sampai lebih dari 30% penghasilan utama kita. Karena jika lebih dari itu, pendapatan bulan hanya dialokasikan untuk membayar utang. Sementara pos kebutuhan yang lain menjadi terabaikan.

6. Alokasikan dana untuk asuransi

Insurance

Untuk menjaga agar keuangan tetap sehat kita bisa menggunakan asuransi jiwa atau kesehatan. Sekitar 5% dari pendapatan kita bisa dialokasikan untuk membayar premi asuransi. Memiliki asuransi tentu sangat baik bagi keuangan kita. Karena jika terjadi suatu musibah yang membutuhkan sejumlah dana besar, keuangan kita tidak akan terbebani.

Hal tersebut bisa terjadi karena seluruh biaya pengobatan dan penggunaan fasilitas kesehatan akan ditanggung oleh perusahaan asuransi. Oleh karena itu sisa dana yang ada bisa kita alokasikan untuk kebutuhan penting lainnya.

Itulah 6 cara pintar yang dapat kita aplikasikan dalam mengelola keuangan keluarga agar tetap aman dan seimbang. Bijaklah dalam mengatur daftar prioritas sehingga kebutuhan keluarga dapat terpenuhi dengan baik. Jika Anda memiliki tips lainnya, jangan ragu untuk bagikan di kolom komentar, ya!

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar