Kamini.id / Pelembab Wajah / Inilah 8 Langkah Menggunakan Pelembab Wajah dengan Benar

Inilah 8 Langkah Menggunakan Pelembab Wajah dengan Benar

Ditulis oleh - Diperbaharui 9 April 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Pelembab pada dasarnya sudah dikemas dalam bentuk yang memudahkan Anda, jar, tube,.. Anda hanya perlu tidak malas untuk mengaplikasikannya saja. Akan tetapi, ternyata rajin saja tidak cukup. Soalnya, ada cara yang benar untuk mengaplikasikan pelembab wajah.

Jika Anda salah menerapkannya, pelembab wajah tidak akan begitu berkhasiat. Sama saja seperti vitamin yang Anda beli tapi cuma mejeng cantik di lemari dapur, tidak pernah Anda minum.

Jika Anda mengaplikasikan pelembab dengan benar, maka akan meningkatkan hidrasi kulit, mencegah pengelupasan kulit, tak ada lagi wajah kusam, mengunci kelembaban kulit yang bisa bertahan sepanjang hari, dan membantu skincare anti-aging Anda bekerja lebih baik

Jika selama ini Anda pikir sudah mengaplikasikan pelembab dengan benar, mungkin Anda akan terkejut mengetahui beberapa yang mau Kamini bahas di sini. Inilah 10 cara menggunakan pelembab wajah dari Kamini untuk Anda.

1. Pelembab yang Tepat

Pelembab

* sumber: www.allure.com

Sebelum mempraktikkan cara memakai pelembab, tentu Anda harus punya pelembabnya dulu, dong. Tapi, jangan asal beli pelembab. Anda harus mempertimbangkan beberapa aspek ketika membeli pelembab. Apakah produk tersebut benar-benar melembabkan? Mengandung apa saja pelembab itu?

Bahan-bahan humektan (zat yang berguna untuk menjaga kelembaban) seperti gliserin, asam hialuronat, dan propilen glikol harus ada dalam pelembab Anda. Jika sudah ada salah satu dari humektan yang tadi Kamini sebutkan, berarti pelembab Anda sudah bagus.

Selain kandungan humektan, pelembab Anda juga sebaiknya sudah ada SPF-nya paling sedikit SPF 15 (semakin tinggi semakin bagus lagi). Pelembab yang ada kandungan SPF-nya akan melindungi kulit Anda dari bahaya sinar matahari.

2. Harga ≠ Kualitas

pelembab

* sumber: food.ndtv.com

Tidak penting apakah pelembab Anda branded atau tidak, mahal atau tidak. Karena harga tidak selalu sebanding dengan efektivitas. Apalagi jika Anda membutuhkan beberapa pelembab yang berbeda untuk setiap area wajah, tentunya harga yang mahal bisa membuat dompet Anda terkuras. Kenapa membutuhkan pelembab yang berbeda di beberapa area?

Anda tidak bisa menggunakan pelembab di seluruh bagian wajah, Karena pelembab tidak sama dengan eye cream atau pun lip balm. Belum lagi jika Anda memiliki masalah kulit tertentu, seperti dahi yang sangat kering tapi hidung yang berminyak, Anda bisa mempertimbangkan untuk menggunakan beberapa macam pelembab sekaligus.

3. Urutan Penggunaan

pelembab klairs

* sumber: www.dolcevanity.com

Akan ada lebih banyak manfaat yang Anda rasakan ketika menggunakan skincare dalam urutan yang benar. Untuk gampangnya, skin care itu selalu digunakan dari yang  konsistensinya paling tipis hingga yang paling tebal. Toner adalah yang seharusnya paling pertama Anda aplikasikan karena rata-rata toner memiliki konsistensi seperti air, sehingga mudah diserap.

Selanjutnya, serum. Aplikasikan serum setelah toner, karena walaupun rata-rata berbentuk minyak, tapi serum mudah diserap kulit. Setelah itu, baru pakai pelembab berbasis krim/lotion. Lengkapi base makeup Anda dengan menggunakan tabir surya.

4. Waktu yang Tepat

shaving cukur jenggot kumis

* sumber: www.askmen.com

Waktu terbaik untuk menggunakan pelembab adalah setelah Anda mandi (apalagi kalau pakai air hangat), lulur wajah, dan mencukur kumis atau jenggot. Kenapa? Karena mandi air hangat menguapkan kelembaban alami kulit, sedangkan mencukur dan lulur wajah menyebabkan pengangkatan sel-sel kulit mati serta minyak alami kulit. Sehingga, penting untuk “mengisi kembali” kulit Anda dengan pelembab.

Sama seperti menggunakan vitamin rambut, di mana kondisi terbaik adalah dengan mengaplikasikannya saat rambut masih basah, pelembab juga lebih baik dipakai segera setelah Anda selesai mandi, cukuran, luluran, atau cuci muka. Karena, pada saat itu kulit Anda masih basah.

Pelembab akan menangkap air yang tertinggal di kulit Anda, lalu menyegelnya ke dalam pori-pori. Tapi, bukan berarti Anda tidak handukan, loh. Kalau kulit Anda terlalu basah, pelembabnya malah jadi tidak bisa menempel. Jadi, supaya pelembab dapat bekerja lebih maksimal, keringkan wajah dulu baru dipakai pelembabnya.

5. Hangatkan Tangan

menghangatkan tangan

* sumber: www.effegifood.com

Pelembab akan meresap jauh lebih baik lagi ke dalam kulit jika hangat. Bukan pelembabnya yang dihangatkan, ya, melainkan tangan Anda. Karena hangat di sini maksudnya adalah suhu kulit. Cara menghangatkan tangan adalah dengan menggosok kedua telapak tangan Anda beberapa kali hingga terasa hangat. Lalu, ambil pelembab secukupnya.

Totol-totol pelembab di dahi, hidung, kedua pipi, dan dagu Anda. Kemudian ratakan dengan tangan Anda. Tangan yang hangat membuat pelembab dapat “diterima” oleh kulit wajah secara instan, sehingga kulit Anda lebih cepat lembabnya.

6. Ambil Secukupnya

ambil pelembab

* sumber: 3soeponos.wordpress.com

Ketika memakai pelembab mungkin Anda akan merasa greedy, berpikir semakin banyak produk yang digunakan maka kulit jadi semakin lembab. Padahal bukan begitu cara kerjanya. Ambil secuil jari telunjuk saja, lalu distribusikan ke seluruh wajah Anda secara merata.

7. Gerakan ke Atas

moisturizer pelembab

* sumber: www.glossybox.co.uk

Tahukah Anda, kalau cara mengaplikasikan pelembab yang salah bisa membuat Anda malah terlihat tua? Mau pelembab Anda jutaan, mau formulanya sedahsyat apapun, jika Anda memakainya dengan gerakan dari atas ke bawah bisa bahaya. Yup, cara mengoleskan pelembab yang benar adalah dengan gerakan ke atas.

Seiring bertambahnya usia, gravitasi menarik kulit Anda ke bawah. Sehingga, kulit Anda menjadi kendur dan keriput. Untuk mengatasi hal ini, para ahli perawatan kulit menyarankan untuk menggunakan pelembab dengan gerakan ke atas.

Memakai pelembab wajah dari atas ke bawah secara terus menerus dapat menarik kulit, yang mana akan menyebabkannya menjadi kendur. Jadi, selalu aplikasikan pelembab dari bawah ke arah atas, perlahan-lahan dengan gerakan memijat, lebih lembut lagi untuk area mata.

Gerakan memijat yang lembut akan meningkatkan sirkulasi darah, yang mana membantu kulit mendapatkan oksigen, meminimalisir pipi chubby, dan membantu kulit Anda menyerap pelembab lebih baik lagi. Memang, cara ini tidak akan serta merta bisa menarik kulit jadi tidak kendor. Akan tetapi setidaknya cara ini tidak akan membuat situasi semakin buruk.

8. Jangan Lupakan Leher

Leher pelembab

* sumber: blog.milkandhoneyspa.com

Ayo, mengaku, apakah Anda menggunakan skincare pada leher juga atau cuma sampai dagu dan rahang saja? Pada kenyataannya, memang tidak sedikit orang yang “lupa” pada leher. Bahkan seharusnya Anda memakai skincare yang sama untuk wajah hingga leher, dada, dan tangan, loh. Karena semua area itulah yang paling menunjukkan tanda-tanda penuaan.

Anda seharusnya bisa mendapatkan manfaat yang lebih maksimal dari pelembab jika melakukan cara-cara di atas. Anda mungkin membutuhkan lebih banyak pelembab daripada biasanya pada saat-saat tertentu, seperi musim kemarau misalnya.

Kulit Anda memiliki kebutuhan yang berbeda saat siang dan malam hari. Untuk itu, gunakan day cream untuk siang dan night cream untuk malam. Dan, Anda bisa re-apply pelembab kapan saja saat merasa dibutuhkan, tidak terpatok saat pagi dan malam hari saja. Tidak hanya mengaplikasikan pelembab, Anda juga harus menjaga tubuh terhidrasi dengan baik, minum 8 gelas sehari untuk mencukupi kebutuhan air harian Anda.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ditulis oleh - Diperbaharui 9 April 2020