Kamini.id / Masalah Hidup / 9 Cara Menghadapi Masalah Keluarga dengan Bijaksana

9 Cara Menghadapi Masalah Keluarga dengan Bijaksana

Ditulis oleh - Diperbaharui 6 Maret 2019

Keluarga menjadi salah satu kunci sebuah kesuksesan dalam kehidupan, apalagi keluarga juga penentu masa depan keturunannya kelak, apakah menjadi baik atau buruk. Di sini kami akan memberikan tips dan trik jitu dalam menyelesaikan masalah keluarga dengan benar dan baik.

Dalam istilah KBBI (kamus besar bahasa Indonesia) menyatakan bahwa keluarga adalah sekumpulan dari bapak, ibu, anak dan kerabat yang tinggal dalam satu rumah dengan ikatan batin, status perkawinan, atau keturunan. Keluarga harus bersifat kompak dan rukun antar individu satu dengan lainnya agar tercipta hubungan saling menguntungkan dan silaturahmi yang baik.

Walaupun demikian, keluarga juga tak luput dari yang namanya perselisihan, entah antara suami-istri, anak, ataupun dengan mertua dan orang tua. Berikut tips lengkap yang bisa dipraktikan dalam membina rumah tangga yang harmonis dan diberkahi oleh Tuhan.

9 Tips Menghadapi Masalah Keluarga

1. Saling Terbuka

Saling Terbuka

Tentunya untuk membentuk keluarga yang bahagia dan sehat adalah rasa saling keterbukaan antar anggota keluarga. Anda tidak boleh menutupi setiap masalah yang ada. Dan sebaliknya, Anda juga harus mengajarkan kepada anak mengenai pentingnya rasa saling terbuka.

Caranya cukup mudah, yaitu sedari dini Anda mengajarkan anak untuk diskusi dengan baik. Membawa pendapat anak dalam menyelesaikan masalah adalah hal yang penting. Anda tidak boleh egois hanya berpusat pada diri Anda sendiri sedangkan anak tidak dapat mengemukakan pendapatnya.

Sedari dini mungkin harus mengajarkan pada anak pentingnya diskusi dengan keluarga apapun masalah yang hadapi. Gunakan jalur demokrasi dan voting dalam menyelesaikan masalah.

2. Tidak Saling Menyalahkan

Tidak Saling Menyalahkan

Ternyata saling menyalahkan satu sama lain akan berbahaya bagi kesehatan mental seseorang loh. Hal ini dipengaruhi karena adanya gangguan psikis dan rasa kecemasan yang tinggi.

Lebih baik masalah diselesaikan dengan cara kepala dingin dan saling introspeksi. Ajak semua anggota keluarga, khususnya suami-istri, untuk berdiskusi dan selesaikan dengan tenang tanpa harus mengeluarkan kata kasar atau keributan.

3. Fokus pada Inti Masalah

Fokus pada Inti Masalah

Anda harus tetap fokus pada satu masalah dan tidak boleh melebarkan ke masalah yang lain. Hal ini memberikan banyak aspek positif untuk Anda, apalagi ketika masalah terjadi bersama istri atau suami. Tentu yang terpenting tidak saling menyalahkan satu sama lainnya.

Fokus ke inti permasalahan dan cara penyelesaiannya dengan benar dan baik, jangan terburu-buru mengambil keputusan, dan gunakan akal pikiran yang sehat dan jernih.

4. Pikirkan Masa Depan Keluarga

Pikirkan Masa Depan Keluarga

Hal yang utama dituju ketika berkeluarga adalah masa depan keluarga yang bahagia dan sejahtera. Apabila terdapat masalah dalam keluarga, khususnya masalah suami istri yang cukup besar untuk mengambil keputusan, Anda sangat perlu memikirkan masa depan anak-anak sampai mereka benar-benar lepas dari Anda.

Anda tidak boleh mengutamakan ego masing-masing dan memilih jalan mencari solusi sendiri. Tetapi, lebih mengajak keluarga untuk berkumpul dan berpikir bersama dalam pemecahan masalah tersebut. Jangan sampai masalah keluarga berimbas pada masa depan anak Anda.

5. Saling Memaafkan

Saling Memaafkan

Ketika Anda dihadapkan kepada masalah keluarga yang sangat sulit diselesaikan dengan logika dan hati yang sinkron, hal utama yang bisa dilakukan hanyalah satu, yaitu saling memaafkan.

Cara ini akan memberikan efek lega pada perasaan Anda. Setelah saling memaafkan, cobalah untuk introspeksi diri. Introspeksi adalah cara kedua untuk menangani sebuah masalah dalam keluarga. Anda harus memiliki komitmen bersama keluarga besar bahwa berlapang dada untuk saling mengikhlaskan segala masalah adalah cara terbaik untuk membawa keluarga yang bahagia.

Semakin Anda kecewa dan gengsi untuk berkata maaf atau memaafkan maka semakin hati Anda akan merasa gusar dan pikiran pun tidak akan tenang. Jadi, kunci utama kebahagiaan keluarga adalah saling memaafkan.

6. Jadilah Pendengar

Jadilah Pendengar

Pendengar yang baik begitu penting ketika sedang menyelesaikan masalah keluarga. Jika ada masalah, lebih baik salah satu dalam keluarga harus ada yang mengalah dan menjadi pendengar dari setiap masalah keluarga yang terjadi.

Ketika semua anggota keluarga ingin berbicara dan tidak ada yang saling mendengar antara satu sama lain maka tidak akan terjadi pemecahan masalah dengan baik. Justru yang ada hanyalah terjadi pertengkaran satu sama lain.

Untuk itu, jadilah keluarga yang mampu mendengar anggota keluarga yang lain, bukan hanya ingin didengar saja. Berikan dorongan dalam diri sendiri bahwa mendengar dan berbicara memiliki porsi yang sama, tidak ada prioritas yang utama kecuali memahami permasalah terlebih dahulu.

7. Kata Adalah Sebuah Kekuatan

Kata Adalah Sebuah Kekuatan

Menurut Family Life Skill Program PALO Alto California menyatakan bahwa sebuah kata yang baik memiliki energi tersendiri dalam pemecahan masalah keluarga. Hal ini berkaitan dengan sugesti setiap orang dengan sebuah kata.

Kata yang positif akan melahirkan lingkungan yang positif, sebaliknya kata yang negatif dan kecewa akan melahirkan orang-orang yang penuh dengan rasa pesimis. Jadi, untuk menyelesaikan sebuah masalah keluarga diperlukan sebuah kata yang membangun dan mampu membangkitkan semangat keluarga bahagia.

Hindari kata “tidak” dan “jangan” atau sesuatu yang meragukan diri sendiri dan orang lain. Lebih baik ucapkan “maaf” disertai “terimakasih” dan bagikan kenangan masa lalu Anda yang positif dengan keluarga. Lakukan secara berulang, karena biasanya kenangan bersama keluarga yang bahagia dan positif akan meluluhkan hati seseorang.

8. Musyawarah

Musyawarah

Musyawarah adalah budaya masyarakat Indonesia dalam berbagai hal, salah satunya menyelesaikan masalah. Anda tidak perlu takut akan dipojokan oleh anggota keluarga yang lain atau takut akan perdebatan.

Anda cukup menyimak setiap jawaban dan pertanyaan antar anggota keluarga. Cari jalan tengah, bila perlu lakukan voting dalam memberikan penilaian atas setiap jawaban. Ambil seluruh kesimpulan untuk dijadikan jawaban terbaik dalam menyelesaikan masalah keluarga.

Misalnya, masalah yang terjadi dalam keluarga adalah sering memainkan gadget ketika berkumpul bersama dan tidak pernah saling sapa karena sibuk dengan gadget masing-masing. Maka, hal yang tepat adalah berikan rules mengenai pemakaian gadget, baik untuk orang tua maupun anak.

9. Meminta Bantuan Orang Lain

Meminta Bantuan Orang Lain

Apabila sebuah masalah dalam keluarga sangat sulit untuk diselesaikan sendiri dan masalah semakin runyam, maka Anda bisa datang ke psikiater dan meminta bantuan dalam memberikan solusi yang terbaik dalam setiap masalah.

Mengapa psikiater? Sebab, psikiater salah satu orang yang cukup dapat dipercaya dalam memberikan penyelesaian masalah keluarga. Karena pada dasarnya, ketika mencari solusi kepada keluarga besar atau sahabat, justru hanya akan menambah masalah, karena keberpihakan satu sama lain.

Psikiater akan memberikan beberapa pertanyaan acak yang harus dijawab antar keluarga yang sedang memiliki masalah bersama. Lalu, mereka saling menjawab dan psikiater akan memberikan hasil apa yang terjadi pada setiap karakter individu dalam keluarga.

Itulah beberapa hal mengenai cara menyelesaikan masalah keluarga dengan benar dan baik. Jika Anda punya saran lain dan pengalaman lainnya, bisa bagikan cerita Anda di kolom komentar.

Nah, bagi Anda yang ingin membentuk karakter anak, coba juga lakukan 10 Cara Membentuk Karakter Anak ini dengan cara yang tepat dan sederhana.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar