Pacar Berubah Sikap? Ini 10 Cara Tepat Menghadapinya

Ditulis oleh Aditya Putra - Diperbaharui 7 Maret 2019

Pacaran itu nggak selalu bahagia. Si dia juga nggak setiap waktu membahagiakan kamu. Ada kalanya kamu harus bingung karena dia tiba-tiba berubah sikap. Mungkin perhatiannya nggak kayak dulu lagi. Mungkin juga karena perubahan itu kamu merasa dia nggak sayang lagi sama kamu.

Jangan dulu berpikir macam-macam. Sikapnya yang berubah bukan bareng perasaannya ikut berubah. Ada banyak faktor yang belum kamu ketahui tentang berubahnya sikap dia itu. Sebagai pacar yang baik, kamu nggak boleh berburuk sangka dulu. Kamu harus menghadapinya dulu, bagaimanapun kamulah orang terdekatnya saat ini.

Bisa jadi susah banget buat kamu. Karena kamu terlalu bingung harus berbuat apa. Tenang, di dunia ini yang pernah berubah sikap bukan cuma pacar kamu. Pacar orang-orang di luar sana juga pernah berubah sikap. Karena itu, ada cara-cara yang bisa kamu lakukan untuk menghadapinya.

10 Cara Menghadapi Pacar yang Berubah Sikap

1. Beri Dia Waktu

Beri Dia Waktu

* sumber: unsplash.com

Kalau kamu belum tahu atau belum yakin sama alasannya, biarkan dulu. Beri dia waktu untuk dirinya sendiri. Semua orang pasti butuh waktu untuk dirinya sendiri. Jadi, berbesar hatilah untuk bertahan. Barangkali dia belum mau menjelaskan.

Bisa jadi dia sedang sibuk dengan urusan pribadinya dan belum merasa harus melibatkan kamu. Itu wajar, mungkin masalah pekerjaan atau masalah keluarga yang belum bisa dia bagikan. Sebagai pacar yang baik, memberi dia waktu sudah cukup membantu. Itu jauh lebih baik daripada kamu berpikir macam-macam.

2. Jangan Banyak Bertanya

Jangan Banyak Bertanya

* sumber: unsplash.com

Mungkin kamu penasaran banget sampai-sampai rasa ingin tahu itu terus tumbuh semakin tinggi. Namun, banyak bertanya bukan sesuatu yang bijaksana. Itu sama sekali nggak membantu malah akan membuat dia risih dengan sikapmu yang itu. Tahan dulu, kamu masih punya waktu untuk itu,

Bisa jadi dia sendiri belum tahu betul apa jawaban dari yang ingin kamu tanyakan. Kalau kamu bertanya terus-terusan, dia akan semakin tertekan. Kamu boleh menemani dia, jalan-jalan atau makan bareng. Namun, jangan banyak bertanya dulu sampai akhirnya dia yang bicara sendiri.

3. Jangan Menuntut

Jangan Menuntut

* sumber: unsplash.com

Biasanya ini karena ego pribadi kamu. Kamu jadi menuntut untuk diperhatikan. Kamu juga menuntut untuk diprioritaskan. Karena status kalian yang masih pacaran, kamu jadi berpikir kalau kamu memang layak mendapatkan itu maka kamu menuntutnya. Kamu lupa kalau ada beberapa hal yang harus dia hadapi dan selesaikan sendirian.

Mungkin ini waktu yang tepat untuk mengalah. Menekan ego demi dia yang kamu sayangi. Kalau kamu ingin ada untuk dia, hadirlah tetapi jangan menuntut apa-apa. Kehadiranmu cukup menjelaskan kalau kamu akan ada kapanpun dia butuhkan. Tetap biarkan dia yang mengambil keputusan, jangan paksa dia untuk buru-buru menjelaskan.

4. Introspeksi

Introspeksi

* sumber: unsplash.com

Pacaran bisa jenuh juga, kan? Mungkin dia sedang jenuh. Sebelum kamu berpikir macam-macam apalagi yang buruk tentang dia. Mengira dia selingkuh, naksir orang lain, dijodohkan, atau pikiran buruk lainnya. Sebaiknya kamu mengintrospeksi dirimu dulu. Barangkali ada hal yang nggak kamu sadari yang bikin dia berubah sikap.

Mengintrospeksi diri bukan cuma baik untuk hubungan tetapi untuk kamu pribadi juga. Dengan begitu, kamu bisa menemukan hal-hal yang sebelumnya kamu lewatkan. Kalau itu buruk, kamu punya kesempatan untuk memperbaikinya. Mungkin kamu menyinggung dia tanpa sengaja dan dia terlalu bingung bagaimana menyikapinya.

5. Pergi Berdua ke Tempat yang Berbeda

Pergi Berdua ke Tempat yang Berbeda

* sumber: unsplash.com

Kalau biasanya kalian pergi ke cafe atau bioskop, cobalah cari tempat yang berbeda dengan itu. Mungkin kebun binatang, mungkin dunia fantasi, atau cuma sebatas taman kota yang nyaman untuk bicara berdua saja. Cara ini bisa jadi ampuh kalau hubungan sedang ada di titik jenuh.

Pergi ke tempat berbeda berarti memberikan pengalaman baru. Pengalaman baru berarti kalian telah memperkaya hubungan kalian. Rasanya akan sama seperti dulu, waktu nonton bioskop bersama menjadi tempat baru kalian dan mendatangkan pengalaman yang berbeda untuk kamu dan dia.

6. Mengobrol

Mengobrol

* sumber: unsplash.com

Ada banyak masalah yang bisa selesai dengan mengobrol. Sebelumnya, kamu harus memastikan kalau kamu bisa mengendalikan diri. Jangan sampai kamu meledak-ledak waktu mengobrol sama dia. Kamu meluapkan semua kekesalan kamu karena perubahan sikapnya. Itu sesuatu yang harus dihindari.

Cari waktu yang tepat dengan tempat yang nyaman. Sampaikan baik-baik kalau kamu masih sangat menyayanginya. Namun, belakangan ini kamu dibuat bingung karena perubahan sikapnya. Dia pasti akan memahami kebingunganmu itu asalkan kamu bisa menyampaikan itu tanpa menyinggung dia.

7. Nostalgia

Nostalgia

* sumber: unsplash.com

Kalau hubungan sudah terlalu lama, kadang jadi terasa hambar. Makanya, perlu diingatkan kembali kenangan-kenangan indah yang pernah terjadi. Pertama kali kalian bertemu, pertama kali dia mencoba dekat dengan kamu, atau waktu dia secara resmi jadi pacarmu. Nostalgia cukup ampuh memancing bahagia yang pernah ada.

Mungkin ada hal-hal indah yang dia lupakan dan harus kamu ingatkan. Bernostalgia berarti memanggil kembali semua keindahan yang pernah terjadi. Sebelum adanya hari ini, sebelum sikapnya berubah seperti hari ini. Barangkali kenangan itu mampu membuat dia kembali menjadi dia yang dulu.

8. Bercanda

Bercanda

* sumber: unsplash.com

Sepasang kekasih nggak cuma saling memuji, kadang-kadang perlu saling mencela dengan tujuan bercanda. Ini bukan mencela dalam arti menghina atau merendahkan. Namun, mencela karena kamu menerima. Umumnya pasangan kekasih punya hal-hal seperti itu. Karena celaan itu salah satu hal yang menguatkan hubungan.

Bercanda berarti kamu sudah mengenal dia dan menerimanya. Cuma ungkit sifat buruknya sehingga dia bisa menertawakan itu. Misalnya, dia yang selalu lupa menyimpan kunci motor, dia yang sangat susah dibangunkan, atau dia yang suka kentut sembarangan. Itu jadi celaan yang wajar untuk ditertawakan oleh sepasang kekasih yang sudah saling menerima.

9. Hadiah Kecil

Hadiah Kecil

* sumber: unsplash.com

Semua orang suka hadiah. Sebagai pacarnya, kamu pasti tahu hadiah seperti apa yang akan dia sukai. Nggak perlu hal-hal mewah. Bisa jadi dengan kamu yang tiba-tiba datang lalu mengajak dia makan bareng di warteg dekat kostan. Hadiah kecil seperti itu akan bermakna sangat besar untuk dia.

Kalau sudah pacaran, hadiah nggak lagi diukur dari harga. Bisa jadi kamu cuma memberi dia gantungan kunci tetapi dia girang setengah mati. Memberi hadiah kecil berarti mengingatkan dia kembali kalau kamu masih jadi orang yang paling peduli dan dia masih jadi orang yang paling kamu sayangi.

10. Mengutarakan Perasaan

Mengutarakan Perasaan

* sumber: unsplash.com

Kalau sudah pacaran cukup lama, biasanya ungkapan perasaan jadi agak terlupakan. Berbeda dengan waktu awal-awal pacaran. Rasanya kamu bilang "i love you" di setiap pesan yang kamu kirim ke dia. Mungkin sekarang nggak seperti itu lagi karena dianggap sudah nggak perlu diucapkan.

Kalau begitu adanya, cobalah untuk mengutarakan perasaanmu sekali lagi. Kalau bisa bicara langsung di hadapan dia. Jangan melalui telepon atau pesan singkat. Semua orang akan senang mendengar seseorang mengutarakan perasaan. Apalagi kalau orang itu adalah pacarnya.

Dia berubah sikap bukan berarti berubah juga perasaannya buat kamu. Sebaiknya coba cara-cara dari Kamini di atas sebelum pikiran buruk menghantuimu. Punya cara lain? Kamu boleh menambahkan. Kamu juga boleh menceritakan pengalaman kamu, akan ada banyak pembaca yang mungkin terbantu.

Bagaimana jika pacarmu berubah tiba-tiba menjadi cuek? Yuk, temukan solusinya di artikel cara agar pacar tidak cuek.

ARTIKEL
PRODUK
BRAND
© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram