Kamini.id / Selingkuh / 10 Cara Menghadapi Selingkuhan Pasangan Secara Elegan

10 Cara Menghadapi Selingkuhan Pasangan Secara Elegan

Ditulis oleh - Diperbaharui 10 Juni 2019

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Perselingkuhan sudah marak sejak dulu sampai saat ini. Apalagi saat ini timbul istilah modern untuk memberi julukan pada pihak ketiga dalam hubungan suami-istri, yaitu PELAKOR (Perebut Laki Orang) dan PEBINOR (Perebut Bini Orang).

Istilah ini muncul lantaran saat ini banyak pasangan selingkuh yang tidak malu mengekspos kemesraan di depan orang lain. Bahkan, ada yang mengatakan kalau zaman sekarang selingkuhan lebih galak dibanding pasangan sahnya.

Apabila saat ini Anda curiga bahwa pasangan telah selingkuh dengan orang lain, Anda tidak punya pilihan lain selain bertindak menghadapi selingkuhannya. Kamini akan memberikan 10 cara menghadapi selingkuhan pasangan secara elegan biar nggak malu-maluin.

10 Cara Menghadapi Selingkuhan Pasangan

1. Jangan Langsung Melabrak

Jangan Langsung Melabrak Cara Menghadapi Selingkuhan Pasangan

Dewasa ini, banyak wanita atau pria yang gegabah melabrak orang yang selama ini terindikasi menjadi selingkuhan pasangannya. Padahal, kalau kita tidak memiliki cukup bukti, orang yang tertuduh bisa balik memperkarakan masalah ini sebagai tindakan yang kurang menyenangkan.

Cara menghadapi selingkuhan pasangan adalah diam terlebih dahulu. Diam bukan berarti kalah atau mengalah, tetapi Anda memerlukan waktu untuk mengumpulkan bukti yang lebih banyak. Sebelum benar-benar ada bukti yang menunjukkan bahwa orang itu adalah selingkuhan pasanganmu, sebaiknya Anda tidak bertindak apa-apa terlebih dahulu.

2. Perhatikan Gerak-geriknya

Perhatikan Gerak-geriknya

Sebelum memutuskan untuk menghadapi selingkuhan pasangan, Anda harus memperhatikan gerak-geriknya terlebih dulu. Tidak semua lawan jenis yang dekat dengan pasangan adalah mutlak menjadi selingkuhannya.

Selama pasangan Anda tidak melakukan hal-hal yang cenderung seronok atau di luar batas wajar dengan lawan jenisnya, maka kita tidak bisa menuduh temannya itu selingkuhan pasangan kita selama ini. Jadi, tak hanya mengumpulkan cukup bukti, Anda pun harus cermat mengamati gerak-gering pasangan dan orang yang Anda curigai menjadi selingkuhannya itu.

3. Siapkan Penampilan Diri dan Mental

Siapkan Penampilan Diri dan Mental

Ketika Anda ingin menemui selingkuhan pasangan, pastikan bahwa penampilan Anda tidak memalukan karena hal tersebut hanya akan membuat si selingkuhan semakin merendahkan Anda. Ubah penampilan diri menjadi agar menjadi lebih menarik.

Selain penampilan, hal lain yang harus Anda persiapkan adalah mental. Tentu saja pasti ada perasaan marah, sedih, kesal, deg-degan, dan lain-lain ketika hendak bertemu selingkuhan suami/istri. Namun, Anda harus kuat dan tetap tegar. Jangan menunjukkan gelagat bahwa sebenarnya Anda lemah dan rapuh di hadapannya.

4. Perkenalkan Diri kepada Selingkuhan

Perkenalkan Diri kepada Selingkuhan

Apabila Anda sudah yakin bahwa pasangan berselingkuh dan Anda pun sudah mengetahui siapa yang menjadi selingkuhannya, saatnya muncul ke hadapan si selingkuhan. Perkenalkan diri Anda sebagai pasangan sah dari orang yang saat ini menjalin hubungan gelap dengannya.

Mungkin saja si selingkuhan tidak tahu bahwa selama ini kekasihnya adalah suami/istri orang lain. Kalau pun dia sudah tahu bahwa kekasihnya masih berstatus suami/istri orang, kemunculan Anda ini pasti akan mengagetkan dirinya. Setidaknya ia tahu bahwa Anda tidak diam dan pasrah ketika pasangannya berselingkuh.

5. Beri Peringatan dengan Tegas

Beri Peringatan dengan Tegas

Saat bertemu dengan orang ketiga dalam hubungan Anda dan pasangan, tentu saja perasaan Anda terasa campur aduk. Jika menuruti nafsu, Anda pasti ingin memukulnya, memakinya, atau bahkan meludahinya. Namun, cara menghadapi selingkuhan pasangan secara elegan bukan seperti itu.

Anda harus memberi peringatan dengan nada tegas kepadanya. Katakan bahwa Anda ingin mempertahankan rumah tangga dan memperingatkannya agar menjauhi suami/istri Anda. Jaga nada bicara dan raut wajah agar tetap tegas dan tenang. Jangan sampai pertahanan Anda jebol dan memperlihatkan kesedihan kepada orang ketiga itu.

6. Peringkatkan Soal Karma

Peringkatkan Soal Karma

Karma selalu terjadi di dunia ini. Ketika kita melakukan perbuatan baik, maka kita akan menuai benih yang baik pula di kemudian hari. Akan tetapi, jika kita melakukan sesuatu yang jahat, seperti menjadi orang ketiga di antara hubungan orang lain, maka kita pun akan mendapatkan karma buruk juga.

Ingatkan kepada selingkuhan pasangan mengenai karma. Sadarkan dirinya bahwa hal yang ia lakukan adalah hal buruk. Meskipun saat ini ia berhasil merebut pasangan Anda, katakan padanya bahwa di kemudian hari ia akan mengalami hal yang Anda rasakan saat ini.

7. Buat Selingkuhannya Kesal

Buat Selingkuhannya Kesal

Cara membuat selingkuhan kesal bukan dengan balas dendam seperti merusak rumahnya, meletakkan bangkai tikus di depan tempat tinggalnya, atau mengirimkan hal-hal negatif kepadanya. Anda bisa membuatnya kesal jika suami/istri kembali kepada Anda.

Cara agar suami/istri kembali kepada Anda adalah buat ia merasa bersalah. Anda tidak perlu menegur atau marah-marah berlebihan. Perlakukan saja pasangan Anda dengan baik sehingga ia tidak enak hati. Buat pasangan lebih banyak menghabiskan waktu dengan Anda dan anak-anak agar ia tidak memiliki waktu untuk bertemu selingkuhan.

Lama kelamaan, selingkuhannya akan kesal sendiri dan menjadi uring-uringan. Berharap saja ia menyadari posisinya sebagai orang ketiga dan segera meninggalkan pasangan Anda.

8. Tunjukkan Keharmonisan Keluarga

Tunjukkan Keharmonisan Keluarga

Salah satu cara menghadapi selingkuhan pasangan adalah dengan menunjukkan keharmonisan keluarga Anda. Hadirkan suasana nyaman dalam rumah tangga agar suami/istri semakin betah berada di rumah. Pada akhir pekan, rencanakan quality time bersama anak-anak dan pasangan. Unggah foto keharmonisan keluarga Anda di media sosial karena si selingkuhan pasti stalking akun media sosial Anda.

Percayalah, dia pasti akan berang melihat keharmonisan keluarga Anda. Namun, Anda harus waspada karena bisa saja dia merajuk kepada pasangan Anda untuk kembali merebut perhatiannya. Tetap pertahankan kemesraan dengan pasangan agar tidak ada celah bagi selingkuhannya.

9. Bicarakan dengan Pasangan

Bicarakan dengan Pasangan

Ketika Anda sudah menemui selingkuhan pasangan tetapi hubungan gelap tetap terjalin, Anda perlu membicarakan hal ini dengan pasangan. Terkadang, masalah bukan hanya terletak pada pihak ketiga, tapi pada pasangan Anda. Bisa jadi pasangan Anda yang enggan meninggalkan kekasih gelapnya.

Mulailah membicarakan hal ini dengan pasangan karena Anda tidak bisa berpura-pura tidak terjadi apa-apa terus menerus. Tak perlu emosi, cukup tanyakan keinginan hatinya. Jika Anda tidak ingin dimadu, katakan dengan tegas. Mintalah pasangan untuk tidak memandang diri Anda saja, tetapi juga psikologi anak-anaknya.

10. Hidup Sebahagia Mungkin

Hidup Sebahagia Mungkin

Update status sedih dan galau, oh NO! Bukan begitu cara menghadapi selingkuhan pasangan secara elegan. Yang ada dia semakin menjadi-jadi dalam merebut pasangan Anda.

Anda harus menunjukkan bahwa hidup Anda sangat bahagia. Jika Anda memiliki anak-anak, habiskan waktu bersama anak-anak sesering mungkin. Kemudian, jika Anda bekerja dan dapat menghasilkan uang sendiri, bahagiakan diri Anda dengan membeli barang-barang yang tidak dimiliki selingkuhan pasanganmu. Dia pasti belingsatan dan menuntut pasanganmu memberikan sesuatu yang sama dengan yang Anda miliki.

10 cara menghadapi selingkuhan pasangan ini adalah cara umum saja jika Anda memang ingin bertindak menghadapi orang ketiga yang merusak rumah tangga Anda. Namun, setiap orang berhak memilih caranya sendiri dalam menghadapi orang ketiga, termasuk dengan memilih diam atau mendamprat si selingkuhan secara langsung.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ditulis oleh - Diperbaharui 10 Juni 2019