Kamini.id / Jerawat / Inilah Cara Menghilangkan Jerawat yang Paling Ampuh

Inilah Cara Menghilangkan Jerawat yang Paling Ampuh

Ditulis oleh - Diperbaharui 20 Juli 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Hampir seluruh orang pernah mengalami masalah dengan jerawat. Seperti yang dilansir oleh Kligmann, seorang peneliti masalah jerawat ternama di dunia, berpendapat, “Tak ada satu orang pun di dunia yang melewati masa hidupnya tanpa sebuah jerawat di kulitnya.”.

Walaupun terdengar seperti masalah sepele dan kadang dianggap kurang penting, masalah kulit yang satu ini sering membuat orang tidak percaya diri. Jerawat atau acne vulgaris merupakan keadaan kulit berupa benjolan yang timbul akibat terjadinya penyumbatan pori atau peradangan yang terkadang disertai dengan nanah atau darah.

Faktor yang dapat memicu timbulnya jerawat di antaranya adalah perubahan hormonal—masa menstruasi, kehamilan, pemakaian pil KB, dan stres—yang merangsang kelenjar minyak berlebih di kulit.

Hal lain yang dapat menimbulkan jerawat antara lain adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri P. Acne—bakteri biasanya ada di kulit, kulit berminyak, ketidakseimbangan hormon, sel-sel kulit mati, pemakaian kosmetik yang berlebihan atau tidak cocok dengan kulit, tidak membersihkan kulit dari kosmetik hingga bersih, layar handphone yang kotor, dan pola makan yang tidak sehat. Proses pembentukan jerawat secara lengkap dijelaskan sebagai berikut.

Proses Pembentukan Jerawat

* sumber: www.mattifycosmetics.com

Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa ada jerawat? Atau jerawat itu apa sih? Sebenarnya inflamasi kulit yang satu ini adalah hal yang lumrah dalam dunia medis. Karena di keseharian, kita akan selalu bertemu dengan kotoran bakteri dan bahaya lingkungan yang tak selamanya bersahabat dengan kulit. Karena itulah kulit memunculkan reaksi atas ketidaknyamanan tersebut, salah satunya dalam bentuk jerawat.

Pada lapisan kulit manusia, terdapat suatu kelenjar yang dinamakan sebaceous. Kelenjar ini berfungsi untuk menseksresikan minyak esensial (sebum) yang berfungsi secara alami untuk melembabkan kulit dan membuat pertahanan pada permukaan kulit. Nah, sebelum mencapai permukaan kulit, sebum akan melewati sebuah jalur yang dinamakan pori-pori.

Pada wajah yang bersih, sebum akan mudah mencapai permukaan kulit. Akan tetapi kulit juga secara alamiah akan selalu beregenerasi membuang sel-sel kulit tua dan tidak digunakan lagi, atau yang sering disebut sel kulit mati. Sel kulit mati ini harus segera disingkirkan.

Karena apabila dibiarkan, sel kulit mati akan menumpuk bersama sebum dan menyebabkan berbagai masalah kulit. Salah satunya menyebabkan penyumbatan pada pori-pori. Dan mimpi buruk terjadi apabila penyumbatan ini bertemu dengan bakteri.

Bakteri P. Acne sebenarnya sudah berada di dalam kulit manusia, terutama di bagian dalam area pori-pori dan sebaceous. Pada kulit yang normal, bakteri ini berjumlah sangat sedikit dan tidak akan menimbulkan efek apapun pada kulit.

Tetapi, bila area pori-pori tersumbat, Propionibacterium acnes jumlahnya akan berlipat ganda hingga menginflamasi kulit. Kombinasi dari penyumbatan dan infeksi tersebut ditandai dengan pembengkakan pada kulit, inilah yang disebut sebagai jerawat. Cukup rumit, bukan?

Lantas apa hubungannya dengan keseharian kita? Pemicu jerawat memang bukan karena lingkungan, tetapi lebih cenderung pada bagaimana kita menjaga higienitas kulit. Sudah sewajarnya kulit menjadi lebih kotor setelah beraktivitas. Tetapi bila kotoran tersebut dibiarkan lama menumpuk di area wajah, akan ada juga yang ikut menyumbat pori disamping sel-sel kulit mati tadi. Sehingga kulit menjadi lebih rentan berjerawat.

Jenis-jenis Jerawat

Sebelum mengulas berbagai macam cara menghilangkan jerawat, sebaiknya kita ketahui terlebih dahulu jenis-jenis jerawat yang sering muncul di wajah kita. Dilansir dari Healthline terdapat beberapa jenis jerawat yang bisa timbul di wajah.

1. Komedo Hitam atau Bleackheads

* sumber: www.freepik.com

Komedo hitam terjadi akibat penyumbatan pori-pori oleh sebum dan sel-sel kulit mati. Penyumbatan ini kemudian mengalami perubahan warna menjadi hitam karena melanin pada sel-sel kulit mati bereaksi dengan oksigen dan mengubah warna sumbatan menjadi hitam. Blackheads juga terjadi karena kulit di ujung pori terbuka cukup lebar sehingga memungkinkan kontak antara sumbatan dengan udara.

2. Komedo Putih atau Whiteheads

* sumber: www.freepik.com

Sama seperti komedo hitam, whiteheads juga terbentuk karena adanya penyumbatan pori-pori oleh sel kulit mati dan sebum. Akan tetapi yang membedakannya adalah, whiteheads tidak meyebabkan ujung pori terbuka atau terbuka hanya sedikit. Sehingga oksigen akan sulit untuk kontak langsung dengan sumbatan tersebut. Oleh karena itu warna whiteheads tidak berubah menjadi hitam.

3. Papula

* sumber: www.freepik.com

Papula adalah jerawat yang ditandai dengan benjolan merah, terasa nyeri bila ditekan, namun tidak memiliki titik nanah pada puncaknya. Jerawat jenis ini terjadi karena komedo yang tidak ditangani dalam waktu lama tanpa pengobatan apapun. Hingga akhirnya memicu iritasi dan menyebabkan peradangan pada area kulit sekitarnya.

4. Pustula

* sumber: www.freepik.com

Benjolan merah dengan titik nanah ataupun benjolan putih yang keras namun lunak ketika disentuh, biasanya disebut sebagai pustula. Penyebab awal pustula sebenarnya sama seperti kebanyakan jerawat, yaitu penyumbatan pada pori karena kelebihan minyak, sel kulit mati, dan bakteri. Kulit sekitar jerawat postula juga akan nampak kemerahan. Postula tak hanya muncul sebagai jerawat tunggal, pada beberapa kasus, postula bisa muncul pada individu dengan masalah kulit terntentu seperti psiosaris juga pada beberapa tipe eksim.

5. Nodula

* sumber: www.freepik.com

Ada sedikit perbedaan antara nodula dengan jerawat-jerawat lain. Pada nodula, pembengkakan terjadi di lapisan kulit yang lebih dalam dibandingkan jerawat lain. Nodula akan tampak kemerahan namun tidak memiliki titik nanah, seperti papula. Isi dalam jerawat nodula juga cenderung sulit dikeluarkan. Jerawat ini akan sangat berbahanya bila dipencet dan dipecahkan.

6. Cystic Acne

* sumber: www.freepik.com

Cystic acne merupakan jerawat yang paling parah. Jerawat ini mirip sekali dengan jerawat batu karena seringkali tampak seperti bisul, yaitu benjolan merah besar yang sangat sakit apabila disentuh. Jerawat ini terbentuk di bawah kulit dan seringkali terjadi pada pemilik wajah berminyak. Jerawat ini juga dipengaruhi oleh faktor genetik, lho.

Setelah mengetahui seluk-beluk jerawat, lantas adakah cara menghilangkan jerawat yang bisa kita lakukan? Tentu saja. Simak pembahasan berikut ini, ya!

Cara Menghilangkan Jerawat yang Mudah dan Ampuh

Kemunculan jerawat di wajah memang membuat kita kurang percaya diri. Akan tetapi jerawat sendiri akan sembuh dengan sendirinya apalagi bila ditangani dengan tepat. Nah, inilah berbagai cara menghilangkan jerawat yang bisa kamu coba sekarang juga!

1. Bersihkan Wajah Secara Menyeluruh

Bersihkan Wajah Secara Menyeluruh

Jerawat muncul ketika kondisi kulit wajah kurang bersih. Minyak, kotoran, dan sisa make up yang masih melekat pada pori-pori wajah tentu berpotensi menyebabkan jerawat. Oleh karena itu, bersihkan wajahmu secara menyeluruh.

Cara membersihkan wajah secara menyeluruh adalah dengan menggunakan cleanser atau micellar water untuk mengangkat kotoran dan sisa make up. Kemudian, lanjutkan dengan mencuci muka dengan face wash untuk mengangkat sisa kotoran dan minyak yang masih menempel di kulit wajah. Bila perlu pilih face wash yang diformulasikan untuk kulit berjerawat. Teknik ini disebut juga sebagai double cleansing.

2. Kompres dengan Es Batu

Kompres dengan Es Batu

Es batu adalah sebuah benda sederhana yang ternyata dapat mengatasi jerawat, lho. Fungsi es batu adalah menenangkan jerawat yang sedang meradang serta mengempiskannya secara perlahan tapi pasti.

Jika kamu ingin menggunakan es batu untuk mengompres jerawat, bungkuslah es batu dengan handuk. Setelah itu, tempelkan handuk ke jerawat yang sedang meradang selama 10 menit. Hindari menekan es batu terlalu keras dan mendiamkannya terlalu lama, karena hal tersebut dapat melukai jerawatmu.

3. Pakai Produk untuk Kulit Berjerawat

skincare 2

* sumber: www.genpi.co

Saatnya mengganti produk perawatan kulit wajah yang bisa kamu pakai dengan produk yang memang diformulasikan untuk kulit berjerawat. Mulai dari sabun wajah, pelembab, cleanser, toner, masker, sampai dengan serum, semuanya harus yang diformulasikan untuk jenis kulit berjerawat.

Di samping itu, kamu juga diperkenankan memakai produk yang mengandung benzoyl peroxide atau salicylic acid. Pasalnya, kedua bahan ini memang bahan yang tepat untuk menghilangkan jerawat karena bersifat anti-bakteri. Kamu juga dapat dengan mudah menemukan produk dengan klaim “for acne prone skin” saat ini. Jadi, jangan ragu untuk mengganti skincare, ya!

4. Jangan Sentuh, apalagi Pencet!

Memencet Jerawat

Sebenarnya menyentuh jerawat tidak berakibat apapun pada jerawat tersebut. Terutama bila tanganmu sudah dicuci dengan bersih. Namun, kebiasaan menyentuh jerawat dapat menyebabkan penyebaran bakteri dari jerawat yang meradang tadi. Penyebaran ini dapat menyebabkan jerawat baru di lokasi kulit yang lain.

Misalnya setelah kamu menyentuh jerawat di hidung, dan kamu tanpa sadar menyentuh bagian pipi setelahnya, ada kemungkinan bakteri pada jerawat di hidung tadi kini berada di pipimu yang bersih. Inilah alasan mengapa lebih baik kita tidak menyentuh jerawat. Apalagi memencet jerawat.

Memencet jerawat tidak pernah menyelesaikan permasalahan. Kamu yang pernah mencoba memencet jerawat pasti merasakannya sendiri. Mengeluarkan isi jerawat dengan cara dipencet ternyata hanya akan membuat kulitmu menjadi luka. Apabila isi jerawat keluar pun, akan ada bekas yang tertinggal pada kulit, baik dalam bentuk bopeng, maupun noda hitam. Memencet jerawat hanya akan memperburuk kondisi kulitmu.

Yang lebih mengerikannya lagi, ketika jerawat dipencet akan ada kemungkinan jerawat pecah dan mengeluarkan isinya tidak pada permukaan kulit. Melainkan di dalam permukaan kulit, yaitu pada lapisan dermis. Jerawat yang pecah di dalam permukaan kulit akan memungkinkan terjadinya penyumbatan kembali, atau malah menyebabkan inflamasi yang lebih parah.

Bahayanya lagi, karena pada lapisan dermis terdapat pembuluh darah, isi jerawat yang pecah tadi bisa saja mengontaminasi pembuluh darahmu. Tak mau kan bakteri dan kotoran dari jerawat tadi mengalir bersama darahmu?

Karena itulah dokter kulit dan para dermatologist sangat mewanti-wanti untuk tidak menyentuh, apalagi memencet jerawat. Bukan karena agar jerawat cepat sembuh, tapi agar kulitmu tetap sehat dan mulus setelah jerawat tersebut mengempis. Jadi, jangan coba-coba memencet jerawat lagi, ya!

5. Pelembab Sangat Penting

Krim Pelembab Moisturizer

* sumber: stylecaster.com

Tak hanya saat kulit dalam keadaan normal, pelembab juga penting digunakan kala berjerawat. Karena, bila kulit berjerawat berada dalam keadaan kering, kelenjar sebaceous akan memproduksi sebum lebih banyak untuk melembabkan kulit. Produksi sebum yang banyak ini hanya akan menyebabkan jerawatmu semakin membesar, karena sumbatannya pun ikut membesar oleh sebum yang disekresikan.

Sedikit tips, pilih pelembab yang sesuai dengan karakteristik wajah berjerawat. Pilih pelembab dengan klaim oil-free, non-comedogenic dan non-acnegenic. Karena pelembab dengan formulasi tersebut tidak akan menyumbat pori-pori. Malah, pelembab khusus kulit berjerawat sudah spesifik dikombinasikan dengan bahan-bahan bersifat anti-bakteri yang mampu menyembuhkan jerawat.

6. Sunscreen Tak Boleh Ketinggalan

SPF 30

* sumber: clipart-library.com

Jerawat yang terkena paparan sinar matahari, hanya akan semakin terlihat jelas. Dan efek samping dari sinar UV juga tetap berlaku pada kulit berjerawat. Karena itu, tak menggunakan sunscreen pada saat kulit berjerawat hanya akan memperparah penampakan jerawat dan membahayakan kulitmu dalam jangka waktu panjang.

Sudah banyak pula sunscreen yang diformulasikan khusus untuk wajah berjerawat. Bila kamu kesullitan, carilah klaim oil-free pada sunscreen. Lebih bagus lagi apabila kamu menemukan klaim non-comedogenic pada produk sunscreen. Dijamin tak akan membuat jerawatmu semakin parah.

7. Be Gentle with Your Acne

* sumber: www.bustle.com

Jangan gelap mata terhadap jerawat, karena jerawat adalah hal yang lumrah. Terkadang, karena kesal dengan wajah yang dipenuhi jerawat, membuat kita geram dan menghalalkan berbagai cara untuk segera mengempiskan jerawat tersebut. Sampai-sampai kita lupa akan efek berbahaya dari cara-cara itu.

Berhenti menggosok jerawat terlalu keras. Berhenti membuat wajah terlalu kering. Perlakukan wajah dan jerawatmu dengan lembut. Menggosok wajah pada saat membersihkan contohnya, bila dilakukan dengan terlalu keras, hanya akan mengikis lapisan perlidungan kulit.

Menggosok terlalu keras juga memungkinkan terjadinya iritasi ataupun luka pada jerawat. Begitu juga dengan terlalu sering mencuci muka. Wajah yang terlalu kering karena terlalu sering dicuci, hanya akan mengantarkan wajahmu pada kelebihan sekresi minyak. So, be gentle! Cukup cuci wajah 1-2x dalam sehari pada saat wajahmu berjerawat.

8. Clean, clean, clean!

cara menghilangkan jerawat_bersihkan alat makeup (Copy)

* sumber: www.maids.com

Sudahkan tangamu bersih saat mencuci wajah? Yakin brush makeup-mu higienis? Seberapa sering kamu keramas? Atau, berapa kali kamu mengganti sprei dalam satu bulan? Pertanyaan-pertanyaan ini perlu hinggap di kepalamu bila bicara soal jerawat. Karena, salah satu faktor penting yang perlu diperhitungkan agar tidak memperparah jerawat adalah higienitas.

Pola hidup higienis tidak hanya membantu pemulihan jerawat lebih cepat, namun juga akan mencegah para culprit yaitu kotoran, minyak, dan bakteri beraksi kembali. Pastikan kamu mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menggunakan skincare ataupun produk makeup.

Perhatikan pula kebersihan alat-alat makeup-mu. Pada saat wajah berjerawat, sebaiknya brush, spons, dan alat makeup lainnya dicuci setiap hari. Hal ini bertujuan untuk menghindari sel-sel kulit mati dan kotoran yang menempel pada alat makeup kembali menyumbat pori-pori.

Usahakan pula untuk selalu membuat rambutmu bersih dan tidak lepek karena kelebihan minyak, agar wajah tidak terkontaminasi. Ganti pula sprei kasur minimal satu kali seminggu untuk menghindari penumpukan bakteri dan jamur pada tempat tidur.

9. Gunakan Acne Patch Bila Ingin Ber-Makeup

cara menghilangkan jerawat_ acne patch

* sumber: beautymnl.com

Siapa bilang kita tidak boleh memakai makeup saat wajah berjerawat? Kamu boleh-boleh saja kok terlihat lebih fresh dengan riasan andalanmu ketika wajah berjerawat. Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bila ingin menggunakan makeup saat timbul jerawat.

Pertama, gunakanlah produk yang bersahabat dengan keaadaan kulit berjerawat. Sangat benar bila kamu menggunakan produk makeup dengan formulasi non-comedogenic, oil-free, bahkan non-acnegenic. Selain itu, cari pula klaim hypoallegenic yang tidak akan membahayakan jerawatmu yang tengah meradang.

Gunakan pula acne gel dan acne patch untuk mengempiskan jerawatmu dalam waktu singkat. Acne patch juga berfungsi untuk menutupi kemerahan jerawat. Bila kamu tak ingin terlihat menggunakan acne patch, kamu bisa build up bagian jerawat yang telah ditutupi acne patch tersebut dengan foundation atau concealer. Acne patch tak hanya membantumu mengurangi penampakan jerawat, tetapi juga berperan dalam mengempiskan jerawat yang membandel.

10. Jangan Lupa Hidrasi

Hidrasi Kulit Kepala

Keep your skin hydrated! Tak peduli saat kulitmu bermasalah ataupun dalam keadaan normal. Kulit membutuhkan hidrasi, baik dari luar maupun dari dalam. Kulit yang kekurangan hidrasi akan menjadi kering. Dan, ya, kulit kering bukanlah kabar baik bagi pemilik jerawat.

Kamu dapat meningkatkan hidrasi kulit dengan memakai produk skincare yang tepat, sebut saja toner. Selain itu, kamu juga harus meningkatkan hidrasi alami dari dalam tubuh. Tentu saja tidak lain dan tidak bukan, adalah dengan meminum air yang cukup. Hidrasi kulit akan menghindarkan produksi sebum berlebih. Hidrasi juga dapat mengurangi stres pada kulit.

11. Konsultasi Bila Jerawat Semakin Parah

cara menghilangkan jerawat_konsultasi (Copy)

* sumber: blog.reneerouleau.com

Sudah mencoba cara-cara di atas namun jerawat tak lekas sembuh dalam hitungan bulan? Bahkan tahun? Atau malah jerawatmu menjadi lebih parah? Saatnya untuk pergi ke dokter kulit. Jangan desperate dengan keadaan kulitmu, karena dokter akan membantumu melewati fase ini. Dokter kulit akan membimbingmu untuk mengatasi jerawat, bahkan jerawat menahun sekalipun.

Jangan takut dan merasa malu untuk berkonsultasi pada dokter, karena mereka tau dengan tepat bagaimana cara mengatasi jerawat. Pemilik wajah berjerawat juga bukan hanya kamu, sangat banyak orang di dunia ini yang mengalami masalah jerawat di hidup mereka. Dan tentu tak sedikit yang mencari pertolongan dokter dalam menutaskannya. Jadi, jangan pernah malu ataupun ragu untuk berkonsultasi, ya!

12. Boleh Menggunakan Cara Alami. Tapi Ada yang Perlu Digaris Bawahi.

* sumber: beautifullyalive.org

Bila kamu mencari kata kunci “cara menghilangkan jerawat” di mesin pencarian, kamu akan dipertemukan dengan berbagai cara untuk menghilangkan jerawat. Kebanyakan cara-cara tersebut menggunakan bahan-bahan alami yang bisa kamu lakukan sendiri di rumah.

Cara ini lazim disebut sebagai DIY (Do it yoursef). Akan tetapi, tak semua dari cara tersebut berhasil digunakan semua orang. Bahkan banyak yang mengeluhkan cara-cara tersebut malah menggiring pada keadaan kulit yang semakin parah.

Penggunaan bahan alami untuk mengatasi permasalahan kulit mungkin terinspirasi dari orang-orang zaman dahulu, yang masih menggunakan tumbuhan alami untuk menghentikan permasalahan kulit sekaligus mempercantik penampilan. Memang kebanyakan skincare modern pun dikombinasikan dengan bahan-bahan alami.

Bahkan bahan-bahan kimia yang terdapat dalam produk skincare dan makeup, kebanyakan diekstraksi dari bahan-bahan yang ada di alam. Penggunaan bahan-bahan alami dalam mengatasi masalah kulit, memang cukup kontroversial. Karena sebagian orang ada yang menunjukkan reaksi positif terhadap cara tersebut, tetapi ada pula yang menunjukkan reaksi negatif.

Hal ini sangat wajar, mengingat karakteristik kulit tiap individu berbeda-beda. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum kamu memutuskan untuk menggunakan bahan-bahan alami dalam menangani masalah kulit, termasuk masalah jerawat.

Sebelum memutuskan untuk menggunakan bahan alami, yakinkan dirimu apakah bahan yang kamu gunakan sudah terbebas dari kuman, bakteri, virus dan pestisida? Mengingat bila kita menggunakan bahan-bahan alami yang dibeli dari toko atau pasar, kita tidak meninjau sendiri perjalanan yang dilalui bahan tersebut hingga sampai di rak penjual.

Kita juga perlu menelusuri senyawa apa saja yang ada dalam bahan alami tersebut. Disamping senyawa target yang berguna mengatasi masalah kulit, apakah senyawa lain dalam bahan alami tidak akan menimbulkan reaksi lain pada kulit?

Selain itu, ketahanan bahan juga perlu kita perhitungkan, mengingat bahan-bahan alami tidak menggunakan pengawet sama sekali. Artinya, bahan-bahan alami cenderung bersifat mudah rusak. Bila sudah rusak, bahan-bahan ini sudah tidak diperkenankan untuk dipakai.

Singkatnya, penggunaan bahan-bahan alami untuk mengatasi permasalahan kulit boleh saja dilakukan, mengingat ada peluang masalah dapat teratasi. Tapi kamu juga perlu memastikan langkah-langkah yang perlu diperhitungkan agar penggunaan bahan alami tersebut tidak akan bereaksi negatif pada kulit.

Itulah serba-serbi cara menghilangkan jerawat yang sangat mudah untuk dilakukan Apabila jerawat yang sudah dihilangkan meninggalkan bekas yang mengganggu penampilan, silakan kunjungi artikel cara menghilangkan bekas jerawat.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *