Kamini.id / Masalah Hidup / 10 Cara Menghilangkan Stres Pikiran agar Hidup Lebih Tenang

10 Cara Menghilangkan Stres Pikiran agar Hidup Lebih Tenang

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Stres cukup tabu dibicarakan, tak hanya di Indonesia tapi di berbagai negara lainnya juga. Padahal, semua orang pasti pernah mengalami stres, walaupun dengan intensitas yang berbeda. Stres adalah salah satu gangguan mental yang terjadi akibat tekanan yang dialami seseorang. Stres bisa terjadi akibat seseorang merasa gagal dalam memenuhi keinginan, kebutuhan, atau tuntutan.

Gangguan mental ini tentu akan menghabiskan kapasitas otak Anda yang akan berdampak pada kondisi psikis, tapi juga berpengaruh pada badan penderitanya.

Bisa terlihat dari penurunan berat badan, rambut rontok, mata celong, hingga berimbas juga pada kehidupan seksual dan munculnya penyakit kronis. Jadi, jangan pernah abaikan stres yang Anda rasakan dan jangan menjudge orang yang kelihatan sedang stres, tapi dibantu!

Pada kesempatan ini, Bacaterus mau berbagi beberapa cara menghilangkan stres pikiran. Semoga diantara cara-cara berikut ada yang cocok dengan Anda, ya. Tapi, sebelum itu, ketahuilah terlebih dulu ciri-ciri stres untuk mengidentifikasi apakah Anda sedang mengalami stres atau tidak.

Ciri-Ciri Stres

Secara garis besar, stres didefinisikan sebagai ketegangan emosional atau ketegangan mental. Dan, percaya atau tidak, stres sangat umum bagi kita semua, alias semua orang dapat mengalaminya.

Menurut American Psychological Association (APA), tingkat stres rata-rata orang dewasa di Amerika Serikat pada 2015 adalah 5,1 pada skala 1 hingga 10. Dan, walaupun tingkat stres di Indonesia cukup rendah dibandingkan negara-negara lainnya, bukan berarti orang Indonesia tak bisa stres.

Dampak jika terlalu banyak menumpuk stres adalah dapat menghasilkan gejala fisik dan emosional. Ketahuilah beberapa tanda emosional dari stres berikut ini dan apa yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi dan mengelolanya.

1. Depresi

* sumber: www.psycom.net

Depresi adalah kondisi medis yang berupa perasaan sedih. Depresi akan berdampak negatif terhadap pikiran, perasaan, tindakan dan kesehatan mental penderitanya.

Depresi juga bisa menjadi tanda-tanda awal dari gangguan kejiwaan lainnya seperti depresi mayor, distimia, bipolar dan masih banyak lagi. Akan tetapi, sebenarnya, mengatakan depresi merupakan ciri-ciri stres kurang tepat, tapi lebih cocok kalau disimpulkan stres yang parah akan menimbulkan depresi.

2. Anxiety

* sumber: www.leafly.com

Anxiety a.k.a kecemasan berbeda dengan depresi. Bukan hanya perasaan sedih, kecemasan ditandai dengan perasaan takut yang luar biasa. Namun, seperti halnya depresi, penelitian menunjukkan bahwa stres terkait dengan kecemasan. Penelitian juga telah menemukan kesimpulan bahwa orang yang mengalami stres kerja tingkat tinggi lebih cenderung memiliki gejala kecemasan dan depresi.

3. Mudah Marah

* sumber: www.sheknows.com

Lekas kesal, frustasi, emosi dan marah bisa menjadi ciri umum orang yang sedang stres. Tingkat kemarahan yang lebih tinggi dikaitkan dengan stres mental yang bisa kemudian membuat Anda terkena serangan jantung! Karena, ketahuilah, ada hubungan antara kemarahan, depresi dan tingkat stres. Anda bisa belajar mengendalikannya untuk menghindari stres berkepanjangan.

5. Masalah Konsentrasi & Memori

* sumber: www.epilepsy.com

Percayakah Anda jika kami katakan masalah konsentrasi dan memori merupakan ciri-ciri stres? Jika Anda mengalami masalah dengan konsentrasi dan daya ingat, stres mungkin sudah ada di kehidupan Anda. Ketika terkena stres, kinerja otak memang cenderung menurun, sehingga berpengaruh pada daya ingat dan cara kerja juga.

Stres juga berpengaruh terhadap memori jangka panjang. Para peneliti menemukan bahwa hormon-hormon tertentu setelah peristiwa stres atau traumatis memiliki kemampuan untuk merusak daya ingat. Jadi, berhati-hatilah.

Cara Mengatasi Stress

Setelah mengetahui beberapa ciri-ciri stres, kini saatnya Anda mengatasi stres. Untuk mengetahui cara mengatasi stres, silakan baca ulasan berikut ini.

1. Tidur yang Cukup

* sumber: www.herworld.com

Kurang tidur adalah penyebab stres yang sangat signifikan. Ironisnya, stres juga lah yang mengganggu tidur Anda. Karena pikiran terus berputar di kepala, Anda pun kesulitan untuk merasa cukup rileks untuk dapat tertidur. Daripada meminum obat tidur, sebaiknya Anda mencari solusi yang lebih aman terlebih dahulu.

Tujuan Anda adalah memaksimalkan relaksasi sebelum tidur. Jadikan kamar tidur Anda tempat yang tenang. Jauhkan kamar dari sesuatu atau benda yang mengingatkan Anda pada hal yang menyebabkan Anda stres. Hindari mengonsumsi kafein dan alkohol pada malam hari karena ini menyebabkan tidur terganggu.

Berhenti melakukan pekerjaan yang menuntut pikiran dan mental Anda bekerja ekstra beberapa jam sebelum tidur, sehingga Anda memberi waktu pada otak Anda untuk tenang. Cobalah mandi air hangat atau membaca buku yang menenangkan. Jangan pikirkan seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk Anda menjadi rileks, biarkan tubuh dan mata Anda merasa lelah dengan sendirinya.

2. Cobalah Teknik Relaksasi

* sumber: www.health.harvard.edu

Ada beberapa cara untuk rileks, jadi, cobalah dan lihat mana yang paling cocok untuk Anda. Ada banyak cara yang telah dicoba dan diuji untuk mengurangi stres, jadi cobalah beberapa dan lihat apa yang terbaik untuk Anda. Cobalah self-hypnosis.

Ini sangat mudah dan dapat dilakukan di mana saja, bahkan di meja kerja Anda atau di mobil saat sedang macet di jalan. Salah satu teknik hipnosis yang sederhana adalah berfokus pada kata atau frasa yang memiliki makna positif bagi Anda.

Pilih kata atau frasa yang paling Anda sukai. Misalnya “tenang”, “cinta”, “ayo santai”, “kamu pantas bahagia”, atau mungkin nama hewan peliharaan Anda, nama anak Anda, dan lain-lain.

Gunakan kata dan frasa favorit Anda ketika Anda gundah gulana, sedang capek dan banyak pikiran. Jangan sampai hal negatif merasuki relung Anda, hipnosis diri Anda sendiri dengan kata-kata ini. Anda bisa juga melakukannya dengan berlatih bernapas untuk lebih simpelnya.

3. Menikmati Aktivitas Fisik

* sumber: polhn.org

Stres dapat mengurangi tingkat kekebalan tubuh. Makanya, walaupun ini penyakit mental, tapi orang yang mengidap stres sering mudah sakit juga. Parahnya, stres di zaman modern semakin sulit dihindari. Latihan fisik dapat digunakan sebagai pengganti untuk metabolisme hormon stres yang berlebihan dan mengembalikan tubuh serta pikiran Anda ke kondisi yang lebih rileks.

Jadi, saat Anda merasa stres dan tegang, berjalan-jalan di udara segar dapat membantu. Lalu, cobalah untuk menyelipkan beberapa aktivitas fisik ke dalam rutinitas harian Anda secara teratur. Anda bisa melakukan olahraga yang ringan-ringan dulu saja jika tidak terbiasa, seperti lari, yoga, atau berenang.

Anda bisa melakukannya sebelum atau setelah bekerja, atau mungkin saat istirahat makan siang di kantor. Aktivitas fisik yang teratur juga akan meningkatkan kualitas tidur Anda, yang mana dibutuhkan untuk menghindari stres. Olahraga juga dapat membantu mendorong perbaikan mood dan produksi endorphin alias hormon bahagia. Badan sehat, pikiran pun sehat.

4. Hindari Kafein, Nikotin & Alkohol

Hindari—atau setidaknya kurangi—konsumsi nikotin dan minuman apa pun yang mengandung kafein dan alkohol. Kafein dan nikotin adalah stimulan, mereka malah akan meningkatkan tingkat stres Anda daripada menguranginya.

Alkohol adalah depresan ketika dikonsumsi dalam jumlah besar, tetapi bertindak sebagai stimulan dalam jumlah yang lebih kecil. Oleh karena itu, menggunakan alkohol sebagai cara untuk mengurangi stres pada akhirnya tidak membantu. Ironisnya, orang-orang kalau sedang stres suka lari ke rokok, alkohol, atau kafein, bukan?

Ganti minuman berkafein dan beralkohol dengan air putih, teh herbal, atau jus buah alami yang memiliki manfaat untuk menjaga diri tetap terhidrasi. Tapi, jus buah yang tanpa diberi tambahan apapun tetap mengandung gula. Sehingga, kalau dikonsumsi terlalu sering juga tak baik.

Intinya, Anda harus mengontrol apa yang masuk ke dalam tubuh Anda. Terlalu banyak alkohol, kafein dan gula, bahkan rasa gurih, dapat membuat energy crash. Ini akan menyebabkan mood swing, cepat lelah dan juga mudah marah. Gantilah diet Anda dengan makanan dan minuman yang bergizi seimbang.

5. Belajar Katakan “Tidak”

Penyebab umum stres adalah terlalu banyak melakukan dan terlalu sedikit waktu untuk melakukannya. Namun dalam situasi lain, orang menjadi stres akibat tekanan untuk selalu menyenangkan orang lain.

Belajar mengatakan “tidak” untuk permintaan tambahan dan request dari orang-orang yang sebenarnya tidak penting akan membantu mengurangi tingkat stres Anda. Ini juga sangat mungkin untuk membantu Anda mengembangkan lebih banyak kepercayaan diri.

Banyak orang merasa sulit untuk mengatakan “tidak” karena mereka ingin membantu dan berusaha untuk menjadi baik dan disukai semua orang. Beberapa orang tidak bisa bilang “tidak” karena ketakutan akan konflik, penolakan atau peluang yang terlewatkan.

Kalau Anda belum berani langsung menolak permintaan orang-orang secara gamblang, Anda bisa menggunakan frasa seperti “Saya minta maaf, tapi saya memiliki prioritas saat ini”, “Sekarang bukanlah waktu yang tepat”, “Saya bisa, tapi mungkin nanti. Bagaimana jika si A saja yang melakukannya? Dia hebat dalam hal ini”.

6. Istirahat Jika Sakit

* sumber: www.thehealthy.com

Jika Anda merasa tidak sehat, jangan lanjutkan pekerjaan Anda. Minta izinlah pada bos untuk pulang lebih cepat, kunjungi dokter jika diperlukan, tidur dan makan yang cukup, jangan pikirkan apapun fokus pada kesembuhan Anda. Selain beristirahat, pijat relaksasi dapat membantu juga ketika tubuh Anda merasa lelah.

7. Puasa Gadget

* sumber: beritagar.id

Handphone merupakan bagian hidup dari kita semua. Zaman sekarang siapa, sih, yang tak punya gadget? Sedikit-sedikit hape, ke wc bawa hape, mau tidur charge hape, bangun tidur yang dicek pertama kali juga hape.

Penelitian telah mengungkapkan, terlalu sering mengecek handphone dan social media juga e-mail Anda dapat menyebabkan stres, loh! Apalagi jika Anda termasuk pengguna internet yang aktif, ini sangat rentan terhadap depresi.

Hal simpel seperti “Kenapa orang-orang tidak nge-like postingan terbaruku”, beberapa hate comment, dan kesirikan yang muncul ketika Anda merasa hidup orang lain lebih bahagia daripada Anda merupakan hal-hal yang buruk untuk kondisi mental siapa saja. Jadi, puasalah menggunakan gadget terlebih ketika Anda sedang stres.

8. Memelihara Hewan

* sumber: www.smithsonianmag.com

Apakah Anda merasakan hati Anda menghangat ketika menemukan hewan yang lucu di jalan pulang? Mungkin ini saatnya Anda memelihara satu! Memelihara binatang, atau bahkan ketika hanya berinteraksi dengan binatang saja, bisa membantu tubuh melepaskan oxytocin (hormon cinta) dan menurunkan kortisol (hormon energi yang mengendalikan emosi dan stres).

9. Pergi

* sumber: www.iamexpat.nl

Ketika lingkungan Anda penuh dengan toksisitas, pergilah dari sana. Istirahatlah di luar lingkup tersebut. Ambil cuti, traveling ke tempat yang selama ini Anda idam-idamkan. Pergi ke kafe, ke mall, ke bioskop, ke gunung, ke danau, ke pantai, cari tempat di mana Anda merasa stress-free untuk menghilangkan ketegangan di dalam diri dan me-refresh pikiran juga.

10. Bicara pada Seseorang

* sumber: www.epilepsy.com

Berbicara dengan seseorang tentang bagaimana perasaan Anda dapat sangat membantu meringankan beban Anda. Dengan berbicara dapat mengalihkan perhatian Anda dari pikiran stres, sekaligus melepaskan beberapa ketegangan yang meningkat dengan mendiskusikannya. Siapa tahu orang lain punya jawaban dan jalan keluar untuk masalah Anda, bukan?

Jika Anda merasa teman atau orang terdekat Anda tidak ada yang bisa diajak berdiskusi, Anda bisa datang ke psikolog atau bahkan psikiater jika stres Anda sudah parah dan mengarah ke depresi. Jangan malu, jangan merasa “orang gila” karena Anda meminta medikasi, karena itu normal.

Ada cara lain untuk membuat hati kita tenang. Di dalam Islam, Anda akan dianjurkan untuk wudhu, karena wudhu dapat menghilangkan amarah serta menenangkan otot yang tegang. Jika Anda masih belum tenang juga, sholat-lah, istigfar, berdoa, membaca Al-Qur’an dan bersedekah.

Sesuaikan dengan agama dan kepercayaan Anda masing-masing, ya. Semoga cara-cara ini dapat membantu mengurangi stres yang sedang Anda alami. Dan, jangan mudah menyerah pada stres. Ini adalah manajemen mental jangka panjang (seumur hidup), jadi Anda akan harus memperjuangkannya secara terus menerus.

Selain dengan cara-cara di atas, Anda juga mengatasi rasa stres dengan membahagiakan diri sendiri. Nah, untuk mengetahui cara membahagiakan diri sendiri, Anda bisa cek artikel ini.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ditulis oleh - Diperbaharui 10 April 2020