10 Cara Terbaik untuk Menjadi Dewasa dalam Berpacaran

Ditulis oleh Aditya Putra - Diperbaharui 30 Oktober 2019

Sebelum lanjut ke pernikahan, orang-orang yang sudah dewasa biasanya melalui proses pacaran. Namun, apakah orang-orang yang berpacaran sudah pasti dewasa? Belum tentu, sebab dewasa bukan cuma soal umur belaka. Bahkan banyak orang nggak sadar kalau dia belum cukup dewasa dalam berpacaran.

Kedewasaan dalam berpacaran adalah sesuatu yang penting, kalau bukan wajib. Tanpa kedewasaan, berpacaran bukan jadi sesuatu yang menenangkan tetapi malah mencemaskan. Untuk itu, sudah selayaknya kita berproses supaya bisa menjadi dewasa dalam berpacaran. Kita bisa memulainya dengan mencoba 10 cara menjadi dewasa dalam berpacaran.

1. Tenang Menyikapi Masalah

Tenang Menyikapi Masalah

Nggak ada hubungan yang nggak punya masalah. Ia seringkali datang dan membuat mood berantakan, bahkan lebih parahnya mengancam kelangsungan hubungan itu. Maka tenanglah, tarik napas dalam-dalam lalu jernihkan pikiran. Ketenangan sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah.

Terlalu tergesa-gesa bukannya menyelesaikan, justru dapat memperburuk keadaan. Ingat, selalu ada jalan keluar dari setiap permasalahan. Sangat penting untuk menyelaraskan pikiran dan hati yang terkadang berseberangan. Opsi-opsi penyelesaian akan datang dengan sendirinya saat kita berpikir. Pilihlah yang terbaik dengan pemikiran yang tenang dan matang.

2. Membagi Waktu

Membagi Waktu

Waktu kita mulai pacaran, maka yang menguasai pikiran kita adalah mengobrol berdua, jalan bareng, menghabiskan waktu bersama pasangan bahkan teman-teman dan keluarganya. Nggak ada yang salah dengan pola pikir seperti itu. Bagaimanapun tujuan dari pacaran adalah untuk mengenal pasangan lebih jauh mulai dari karakteristik sampai pola perilakunya.

Di awal hubungan, setiap waktu luang yang ada akan digunakan untuk pacaran. Keinginan tinggi untuk bertemu pacar rasanya sulit untuk ditahan. Namun, jangan lupakan juga bahwa hidup ini bukan hanya pacaran. Semakin dewasa, semakin kita harus pintar membagi waktu. Kita juga perlu memberi waktu untuk bersama orang lain juga yang membutuhkan perhatian dan kehadiran kita.

3. Mengetahui Prioritas

Mengetahui Prioritas

Punya pacar berarti kita mempunyai eksklusivitas dari dia. Kita jadi salah satu orang terpenting di hidupnya dan sebaliknya. Namun, perlu diingat bahwa ada hal-hal di luar pacaran yang harus diprioritaskan. Nggak selamanya pacara menempati prioritas nomor satu.

Kita punya kehidupan dengan rutinitasnya, begitu juga dengan pacar. Walaupun orang spesial, bukan berarti kita harus selalu jadi prioritasnya. Ada kalanya dia harus memprioritaskan kuliah atau kerjanya. Ada kalanya dia harus memprioritaskan keluarganya. Pembagian prioritas ini penting untuk dibicarakan supaya nggak ada perasaan kurang penting dalam diri.

4. Berhenti Terlalu Protektif

Berhenti Terlalu Protektif

Pacar adalah seseorang yang berarti bagi kita. Pasti nggak menyenangkan kalau ada yang mencoba merenggut dia dari kita. Bersifat protektif merupakan hal alamiah bagi seorang manusia untuk melindungi seseorang yang dikasihi. Dasarnya, kita selalu ingin melindungi orang-orang yang kita sayangi.

Keberadaan orang lain di luar hubungan, membuat hubungan nggak nyaman. Langkah yang sering diambil adalah menjadi protektif karena rasa cemburu. Bersikap protektif perlu diatur dalam porsi secukupnya. Jangan biarkan pikiran-pikiran buruk yang hinggap bikin pacar risih. Kita cuma perlu memberi batas yang jelas dan mulailah untuk percaya sama dia.

5. Memahami Sudut Pandang Pacar

Memahami Sudut Pandang Pacar

Pacaran diniatkan untuk melangkah ke jenjang selanjutnya yang lebih serius. Penyatuan dua karakter yang berbeda untuk bekerja sama dalam sebuah hubungan bukanlah sesuatu yang mudah. Dalam tubuh ada hati dan pikiran yang bisa berbeda, apalagi menyatukan dua pikiran dan dua hati dalam sebuah hubungan.

Penting bagi kita untuk memahami sudut pandang pacar agar kita mengetahui caranya memandang sebuah keadaan. Buatlah kompromi dengan pacar dalam memutuskan sesuatu agar bisa menikmati jalannya hubungan itu. Pastinya kita nggak mau kalau ada salah satu pihak yang merasa terpaksa menjalani hubungan pacaran, bukan?

6. Belajar Mendengarkan

Belajar Mendengarkan

Salah satu tujuan pacaran adalah untuk berbagi. Senang dan duka dibagi bersama agar menjadi persiapan sebelum hubungan berjalan lebih jauh. Untuk mengetahui suka dan duka, diperlukan komunikasi antara kedua pihak walau kadang ada yang sudah memahami tanpa harus lewat kata-kata.

Sebagai manusia, kita tentu ingin didengarkan. Ego untuk didengarkan kadang-kadang nggak sebesar kerelaan untuk mendengarkan. Kita kadang lupa kalau pacar juga punya cerita atau masalah yang ingin dibagi. Siapkan diri untuk mendengarnya berbagi. Pada hakikatnya pacaran merupakan kerja sama dua orang yang saling mendengar dan mendukung.

7. Mau Belajar dari Masalah

Mau Belajar dari Masalah

Everything happens for a reason. Itulah kira-kira yang diucapkan orang-orang. Mungkin lebih sederhananya bagi kita adalah selalu ada hikmah dari setiap peristiwa. Masalah akan datang dan pergi tanpa kita undang. Kehadirannya menguji hubungan serta bisa menjadi tanda sejauh apa kecocokan kita dengan pacar.

Masalah pada dasarnya tercipta agar membuat kita belajar. Nggak peduli datang dari mana, kita selalu bisa belajar dari masalah. Semakin banyak masalah yang menimpa semakin banyak banyak pelajaran yang bisa diambil. Semakin lama, masalah yang datang semakin berbeda sebagaimana ungkapan bahwa masalah atau ujian adalah pertanda untuk naik kelas.

8. Menyikapi Masalah Sepele

Menyikapi Masalah Sepele

Dari berbagai masalah yang datang, pasti nggak semuanya masalah besar. Malah yang lebih berbahaya adalah masalah sepele yang datang berulang-ulang. Masalah seperti terlambat waktu janjian, menentukan tempat makan, lupa mengabari dan lain-lain. Masalah yang lebih sering diabaikan ketimbang diselesaikan.

Masalah sepele bisa jadi besar kalau nggak segera diatasi. Untuk itu, kalau sekiranya adalah masalah sepele yang sudah datang berkali-kali segeralah mengambil sikap. Jangan sampai ada lagi pertengkaran kecil karena alasan yang sama. Untuk hal ini, perlu kerelaan dari kedua pihak. Kamu harus berani menegur tetapi juga harus rela kalau ditegur.

9. Jangan Membahas Masa Lalu

Jangan Membahas Masa Lalu

Bagaimanapun masa lalu selalu menarik untuk kembali dikenang. Baik itu peristiwa atau orang yang pernah mengisi hari-hari dulu yang biasa disebut mantan. Cukupkan di situ, nggak perlu mengenang secara berlebihan karena kita hidup di masa sekarang, bukan masa lalu.

Bicara soal mantan pacar akan membawa pada banyak hal lebih detil soal masa lalu. Mulai dari bagaimana berkenalan, pendekatan sampai masa pacaran. Biasanya akan muncul sikap membandingkan. Itu adalah kesalahan fatal, bagaimana pun setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Ada baiknya kalau kedua pihak bersepakat untuk sama-sama menutup masa lalu.

10. Menerima Kekurangan

Menerima Kekurangan

Istilah pasangan sempurna sering dijumpai untuk menggambarkan hubungan dua orang yang serasi dan terlihat bahagia. Saling mencintai, saling mendukung dan perpaduan karakter yang klop adalah indikasinya. Tapi apakah ada pasangan sempurna? Jawabannya nggak ada. Sesungguhnya #couplegoals hanyalah ilusi belaka.

Berapa kali kamu dilukai karena harapanmu sendiri? Untuk itu, jangan pernah lelah untuk memberi tahu diri sendiri kalau nggak ada orang yang sempurna dan nggak ada hubungan yang sempurna. Kamu harus bisa menerima kekurangan dia sebagaimana dia menerima kekurangan kamu.

Itulah sedikitnya 10 cara menjadi dewasa dalam berpacaran. Semua yang tertulis di atas bukan cara terbaik yang pernah ada, hanya sebatas cara yang patut dicoba. Barangkali, kamu punya cara lain yang sama baiknya, bolehlah berbagi sedikit kata di kolom komentar. Dasarnya, kita hidup untuk saling berbagi. Jika ingin pacar makin sayang, baca artikel cara membuat pacar semakin sayang padamu ini.

ARTIKEL
PRODUK
BRAND
© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram