Ditulis oleh - Diperbaharui 7 Maret 2019

Menjadi seorang kakak bukan sesuatu yang bisa ditawar apalagi dihindari. Nggak ada aturan tertulis khusus tentang bagaimana caranya menjadi seorang kakak yang baik untuk adik-adik kita. Nggak ada pula standar khusus yang menentukan apakah kita sudah menjadi kakak yang baik atau belum? Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah berusaha.

Ketika kita menjadi seorang kakak, tentu ada keinginan yang muncul dari dalam diri sendiri. Kita ingin menjadi seorang kakak yang baik, tetapi kita nggak pernah benar-benar tahu bagaimana caranya. Keinginan itu muncul tanpa disuruh oleh siapapun, semacam perasaan yang ada begitu saja tanpa perlu alasan.

Bagaimana sih caranya menjadi seorang kakak yang baik? Karena nggak ada aturan mutlak soal itu, kita cuma bisa mencari informasi sebanyak-banyaknya. Setelah itu, mengusahakan sebaik-baiknya. Di sini, Kamini akan menuliskan beberapa caranya. Kalau kamu seorang kakak, silakan disimak.

10 Cara Menjadi Kakak yang Baik

1. Menjadi Manusia yang Baik

Menjadi Manusia yang Baik

* sumber: unsplash.com

Sebelum kita menjalankan peran sebagai seorang kakak, kita adalah manusia biasa. Bagaimana bisa kita menjadi kakak yang baik kalau kita masih belum menjadi manusia yang baik? Jadi, benahilah dirimu dulu. Mengurangi apa saja yang buruk, mempertahankan dan menambah yang sudah baik.

Tentu semua itu adalah proses yang nggak akan pernah selesai. Kita nggak akan pernah bisa menjadi manusia yang sempurna, tetapi kita nggak boleh berhenti berusaha. Ini hal pertama yang perlu dilakukan, menjadi manusia yang baik. Setelah itu, kita bisa menjadi apapun dengan sama baiknya. Entah itu menjadi kakak, anak, sahabat, apapun.

2. Contoh Adalah Nasihat Terbaik

Contoh Adalah Nasihat Terbaik

* sumber: pixabay.com

Kalau kita ingin adik kita rajin belajar, maka kita juga harus seperti itu. Dengan cara ini, adik kita nggak akan merasa diperintah atau digurui. Malah, secara nggak sadar dia akan terinspirasi untuk melakukan apa yang kita lakukan. Kalau kita cuma banyak bicara, dia nggak akan suka.

Dia nggak akan menganggap kita sebagai kakak yang baik kalau kita meminta dia rajin belajar sementara yang dia lihat kita adalah seorang pemalas. Maka, berilah contoh sebagai nasihat untuk dia. Kalau cuma menasihati dengan kata-kata, dia akan cepat lupa. Lain soal kalau kita menasihati dengan memberi contoh, dia akan ingat karena dia melihat berulang-ulang.

3. Jangan Memaksakan Kehendak

Jangan Memaksakan Kehendak

* sumber: afamily.vn

Semua kakak pasti ingin yang terbaik untuk adiknya. Semua kakak juga ingin kalau adiknya menjadi orang yang lebih baik dari dia. Namun terkadang, kita harus menerima kalau baik menurut kakak belum tentu baik juga menurut adik. Banyak kakak memaksakan kehendaknya demi kebaikan tetapi malah melukai adiknya.

Katakanlah kalau kamu adalah seorang yang bagus akademisnya. Kamu mendapat nilai bagus di sekolah, berprestasi, disenangi guru-guru. Sementara adikmu berbeda, dia punya bakat musik yang nggak terlalu berpengaruh kepada nilainya di sekolah. Jangan paksa dia untuk punya nilai sebagus kamu di sekolah.

Beri dia ruang untuk dirinya sendiri. Biarkan dia menjadi yang terbaik meskipun di bidang yang berbeda dengan kamu. Barangkali di sekolah dia nggak sebaik kamu, namun di dalam bidang yang dia sukai bisa jadi dia lebih baik dari kamu.

4. Perbanyak Mendengar, Bukan Menghakimi

Perbanyak Mendengar, Bukan Menghakimi

* sumber: www.hercampus.com

Sebagaimana manusia pada umumnya, pasti adik kita pernah berbuat salah. Mungkin beberapa kali membuat kita marah. Seorang kakak yang baik nggak akan meninggalkan adiknya di saat seperti itu. Justru di saat seperti itulah adik membutuhkan sosok seorang kakak. Hadirlah di waktu-waktu yang buruk buat dia. Namun, jangan menghakimi.

Banyak orang terlalu cepat menghakimi. Relakan dirimu untuk mendengar lebih dalam, menegaskan kepada adikmu kalau dia nggak akan melaluinya sendirian. Mendengarkan bukan berarti membenarkan kesalahan yang dia lakukan. Itu cuma bentuk kepedulian kita sebagai kakak yang baik.

5. Menjaga Komunikasi

Menjaga Komunikasi

* sumber: www.lifehack.org

Banyak hubungan menjadi kaku karena komunikasi yang buruk. Terutama kakak dan adik. Banyak kakak bingung bagaimana berkomunikasi dengan adiknya sendiri, terutama kalau umurnya terpaut cukup jauh. Pergaulannya sudah sangat jauh berbeda. Apa yang dialami kakak dulu pasti berbeda dengan adiknya.

Luangkan waktumu untuk mengobrol ringan dengan adikmu. Mendengarkan cerita-cerita recehnya, atau sebatas menanyakan kegiatannya. Kalau memungkinkan, ajak dia main di waktu luang. Makan di luar, nonton bioskop, atau nongkrong di cafe yang baru buka. Supaya adikmu merasa dekat denganmu.

6. Memberi Perhatian

Memberi Perhatian

* sumber: twilightsaga.wikia.com

Sama pacar  kita perhatian, masa sama adik sendiri nggak? Pacar bisa jadi mantan, adik nggak akan bisa. Meskipun bentuk perhatiannya mungkin berbeda, tetapi janganlah sampai lupa memberi perhatian sekecil apapun bentuknya. Mengantar dia sekolah, jemput dia kalau lagi main, membelikan buku.

Memberi perhatian berarti menegaskan kalau dia punya seorang kakak yang peduli padanya. Lebih tepatnya, seorang kakak yang berusaha menjadi kakak yang baik untuk dia. Kita sendiri tahu diberi perhatian itu menyenangkan, apalagi kalau yang memberi adalah keluarga sendiri.

7. Menghargai Pencapaiannya

Menghargai Pencapaiannya

* sumber: briannadillon.com

Kita sendiri senang kalau ada orang yang menghargai kan? Kakak yang baik pasti akan menghargai nggak cuma mengajari. Berikan dia penghargaan, sekecil apapun pencapaiannya, sekecil apapun penghargaan itu. Mungkin hadiah, atau mungkin cuma ucapan selamat.

Kalau dia melakukan kesalahan kita menegur, sudah sepantasnya kita memberi penghargaan untuk setiap pencapaiannya. Bahkan meskipun pencapaian itu bukan sesuatu yang kita mengerti. Misalnya ketika dia berhasil mempelajari sebuah lagu dan kita nggak terlalu mengerti musik jadi nggak tahu seberapa sulit lagu itu.

8. Ingat yang Penting Untuk Dia

Ingat yang Penting Untuk Dia

* sumber: unsplash.com

Kamu bisa memulai dari sesuatu yang paling umum seperti hari ulang tahunnya, hari kelulusannya, hari pertandingannya. Hadirlah sebagai seorang kakak di hari-hari seperti itu. Bahwa kamu akan tetap bangga padanya, apapun hasilnya.

Kalau kamu ingin lebih mendalam, kenali sesuatu yang personal untuk dia. Seperti lagu kesukaannya, aktor idolanya, film yang ingin dia tonton. Bahkan kalau kamu nggak menyukai hal dia sukai, minimal kamu ingat itu sebagai sesuatu yang disukai adikmu. Jangan memaksakan seleramu kepada adikmu, biarkan dia menikmati seleranya sendiri.

9. Maaf dan Terima Kasih

Maaf dan Terima Kasih

* sumber: www.theodysseyonline.com

Mungkin ini sepele tetapi seringkali dilupakan. Jangan sungkan meminta maaf kalau kamu melakukan kesalahan kepada adikmu. Seperti ketika kamu terpaksa harus membatalkan janji. Atau ketika kamu sedang nggak bisa menjemput dia.

Jangan lupa juga mengucapkan terima kasih untuk segala kebaikan yang dilakukan adikmu, sekecil apapun itu. Seperti ketika dia nggak berusaha menyalahkan waktu kamu melakukan kesalahan. Atau ketika dia menanyakan kabarmu dan berharap kamu baik-baik saja.

10. Menjadi Diri Sendiri

Menjadi Diri Sendiri

* sumber: www.howitworksdaily.com

Semua orang punya kebaikan masing-masing, termasuk kamu. Ketika kamu ingin menjadi kakak yang baik, kamu cuma perlu fokus pada kebaikan yang kamu miliki. Kamu nggak perlu menjadi kakak-kakak lain di luar sana karena kamu cuma perlu menjadi dirimu.

Benar, ada banyak kakak di luar sana yang jauh lebih baik kepada adiknya. Namun, kamu nggak perlu seperti mereka. Meskipun mereka melakukan kebaikan yang nggak bisa kamu lakukan, bukan berarti kamu nggak sebaik mereka. Jadilah dirimu sendiri dengan kebaikan yang kamu punya. Jangan membandingkan diri dengan orang lain, lalu merasa kecil karena itu.

Kamu dapat mencoba cara-cara ini untuk menghadapi adik kandungmu sendiri. Bila kamu memiliki adik ipar yang cukup membuat pusing, coba baca artikel cara menghadapi adik ipar yang menyebalkan ini, ya!

10 cara di atas bukan cara yang mutlak, tetapi tak ada salahnya kamu coba. Semuanya adalah pilihan, bukan aturan atau kewajiban. Lakukan apa yang sekiranya sanggup kamu lakukan. Kalau kamu punya masukan, di bawah sana ada tempat untuk menuliskan. Semoga berhasil kakak-kakak yang baik, di mana pun kalian berada!