Kamini.id / Haid / Ladies, Kenali 8 Ciri-Ciri Tamu Bulanan Akan Datang

Ladies, Kenali 8 Ciri-Ciri Tamu Bulanan Akan Datang

Ditulis oleh - Diperbaharui 12 Agustus 2019

What do I need to know about my period? Having your period atau datang bulan adalah sebutan lain dari menstruasi atau haid, yaitu pengeluaran darah yang terjadi secara periodik melalui vagina yang berasal dari dinding rahim wanita. Menstruasi merupakan peristiwa penting dalam kehidupan seorang remaja putri.

Karena itulah kesehatan menstruasi merupakan bagian penting kesehatan reproduksi seorang perempuan. Tidak hanya kesehatan fisik lho, dapat juga mempengaruhi kesehatan mental, spiritual maupun sosial.

Berbagai gejala fisik, psikologis, dan emosional yang terkait dengan perubahan hormonal karena siklus menstruasi ini dinamakan Premenstrual syndrome atau yang sering kali dikenal dengan sebutan PMS. Jadi, apa saja sih yang bisa menjadi ciri atau tanda akan mengalami datang bulan? Yuk, pelajari bersama Kamini!

1. Timbul Jerawat

Timbul Jerawat

* sumber: zendaya.com

Gejala yang paling sering dialami adalah timbul jerawat ini, kenapa ya? Ternyata, sepanjang siklus datang bulan kulit mengalami perubahan. Menjelang menstruasi beberapa hormon dalam tubuh melonjak, yang mengakibatkan gangguan keseimbangan hormon.

Hormon-hormon ini antara lain hormon progesteron, estrogen, dan androgen. Naiknya kadar hormon estrogen dan progesteron merangsang produksi sebum, substansi minyak bertekstur kental fungsinya sebagai pelumas kulit alami. Peningkatan lemak ini menyebabkan bakteri P. acnes juga meningkat.

Sebum yang bercampur dengan sel kulit mati dan bakteri akan menyumbat pori-pori dan menimbulkan peradangan kulit yang akhirnya memicu jerawat. Walau jerawat saat haid tidak bisa kamu hindari, pastikan kamu menjaga kebersihan wajah agar meminimalkan timbulnya jerawat ya.

2. Pembengkakan dan Rasa Nyeri pada Payudara

Pembengkakan dan Rasa Nyeri pada Payudara

* sumber: newsnetwork.mayoclinic.org

Selama fase PMS, wanita memiliki tingkat hormon estrogen, progesteron dan prolaktin yang lebih tinggi dari yang biasanya. Kondisi ini menyebabkan pelebaran saluran susu juga pembesaran lobulus payudara. Kondisi tubuh yang menahan air selama periode menstruasi juga mengakibatkan peningkatan ukuran payudara.

Karenanya saat diraba payudara mungkin terasa padat dan terlihat lebih berisi. Seminggu sebelum periode haid atau bahkan lebih, tubuh sudah mulai memproduksi banyak estrogen dan progesteron, serta mempertahankan air. Semua cairan memaksa jaringan termasuk yang ada di payudara untuk memperluas dan meregangkan saraf.

Kondisi inilah yang membuat payudara terasa nyeri atau sakit saat menjelang haid. Umumnya bukan hanya payudara yang terasa membesar, celana ketat, sepatu, bahkan cincin pun mungkin akan terasa sempit akibat pembengkakan yang terjadi di tubuh. Kadang juga terjadi pembengkakan di ujung-ujung jari tangan atau kaki.

Sayangnya kondisi ini tidak bisa dihentikan karena bersifat hormonal, namun, kamu bisa membatasi asupan garam atau masakan yang asin, seperti makanan cepat saji untuk mengurangi pembengkakan atau pembesaran payudara.

3. Nyeri dan Kram Perut

Nyeri dan Kram Perut

* sumber: www.videoblocks.com

Kamu pernah mengalami yang satu ini? Rasanya nggak nyaman banget ya, berdiri salah, duduk salah, bergerak salah, duh pokonya ribet. Kenapa ya perut bisa terasa nyeri hingga kram? Ternyata hal tersebut bisa terjadi karena kontraksi otot rahim yang dipicu oleh meningkatnya hormon prostaglandin tepat sebelum haid dimulai.

Kontraksi yang terlalu kuat bisa menekan pembuluh darah di dekatnya, yang menyebabkan terputusnya suplai oksigen ke rahim. Hal tersebut membuat level oksigen dalam rahim menjadi rendah sehingga menyebabkan rasa nyeri dan kram.

Proses ini normal terjadi dan biasanya hilang saat menstruasi mulai terjadi, ada juga yang terjadi saat menstruasi hingga hari ketiga. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan tingkat hormon pada setiap tubuh perembpuan, sehingga kamu tidak perlu khawatir ya, girls.

4. Perut Mual, Kembung, dan Sembelit

Perut Mual, Kembung, dan Sembelit

* sumber: seaband.com.au

Ada beberapa penyebab hal ini, yang pertama dipengaruhi kadar estrogen yang berfluktuasi yang sering kali mengakibatkan tubuh menyimpan kelebihan air yang membuat kembung.

Selain itu, kadar prostaglandin yang berlebih atau tinggi dapat menyebabkan peningkatan kontraksi motilitas otot polos pada saluran pencernaan dan akhirnya menyebabkan diare, sembelit, hingga gangguan pencernaan lainnya. Kemudian, gangguan pencernaan karena fluktuasi hormonal.

Dimana sel-sel parietal di dinding mukosa lambung terstimulasi agar memproduksi asam lambung  (HCl) yang lebih banyak. Proses tersebut membuat lambung mengalami iritasi dan menimbulkan sensasi kembung, mual, begah, ataupun perut mengeras.

Namun, jika keluhan dirasa membatasi aktivitas sehari-hari, ada baiknya periksakan diri ke dokter karena pada beberapa kondisi, perut nyeri dan kembung yang berlebihan atau hebat dapat menandakan adanya gangguan medis tertentu seperti endometriosis, kista ovarium, infeksi saluran kemih, endometritis, dan sebagainya.

5. Pegal dan Nyeri Punggung

Pegal dan Nyeri Punggung

* sumber: www.mindful.org

Ketika menstruasi tiba atau bahkan menjelang menstruasi, pegal dan nyeri yang terasa di sekujur tubuh adalah hal yang normal terjadi. Mengapa demikian? Itu karena otot-otot rahim berkontraksi meluruhkan darah yang menempel di dinding rahim.

Proses kontraksi otot ini juga menimbulkan ketegangan di bagian otot lainnya. Termasuk punggung, pinggang, pinggul, juga paha bagian atas. Lagi-lagi karena hormon nih, prostaglandin, hormon inilah yang memicu kontraksi otot rahim untuk mengeluarkan darah menstruasi dari dalam rahim.

Dikarenakan peningkatannya yang relatif tinggi, otot tubuh yang lainnya pun cenderung ikut menegang. Sebab itulah badan terasa pegal-pegal, termasuk juga nyeri punggung.

6. Ketegangan dan Cepat Marah

Ketegangan dan Cepat Marah

*Sumber: https://id.pinterest.com/pin/505177283179508664/?lp=true

Tertimbunnya cairan dalam tubuh berakibat timbulnya ketegangan baik pada fisik dan mental. Hal ini dapat meningkatkan ketegangan otot-otot sehingga menimbulkan kekakuan, kecanggungan, dan pegal pada anggota gerak serta persendian. Ini berhubungan dengan banyaknya pengeluaran zat adrenalin oleh kelenjar adrenalin.

Rasa marah merupakan luapan dari ketegangan di dalam diri, kemarahan juga dapat berbentuk kekerasan fisik. Kadar adrenalin yang meningkat bertanggung jawab atas peningkatan denyut jantung, mulut kering, serta nafas yang terasa cepat dan sesak.

7. Depresi

Depresi

* sumber: www.indy100.com

Depresi ini merupakan gejala umum dari PMS. Ketika PMS terjadi, seorang wanita yang biasanya stabil dan bahagia dapat mengalami perubahan batin secara drastis. Misalnya saja dari sumringah menjadi pemurung, suka menangis, marah tanpa sebab, juga hal lainnya.

Namun, depresi yang terjadi saat PMS ini tidak berlangsung lama ya girls, faktor depresi yang biasanya mempengaruhi PMS ialah perasaan tidak berguna, kecemasan berlebih hingga turunnya rasa percaya diri.

8. Berkurangnya Daya Konsentrasi

Berkurangnya Daya Konsentrasi

* sumber: www.fool.com

Sebuah studi menemukan bahwa wanita sulit berkonsentrasi ketika sedang kram, sakit punggung, atau sakit kepala saat datang bulan. Efek dari rasa sakit ini ternyata mempengaruhi kinerja wanita.

Kabut otak atau brain fog adalah deskripsi yang paling akurat mengapa wanita mengalami kesulitan konsentrasi sebelum dan saat haid. Kabut otak ini juga bisa mengurangi rasa percaya diri dan harga diri karena hormon yang bekerja.

Gejala lainnya adalah perubahan nafsu makan, pusing dan sakit kepala, hot flashes (kulit, wajah, leher, dan dada tampak merah serta terasa hangat saat diraba), susah tidur, dan tidak bertenaga. Istilah medis untuk nyeri haid adalah Dysmenorrhea, gejala-gejala yang terjadi dapat tetap sama ataupun bervariasi setiap bulannya.

Pada dasarnya gejala premenstrual syndrome berhubungan dengan berbagai perubahan, diantaranya perubahan fisik, perubahan suasana hati, dan perubahan mental. Setiap bulan kebanyakan wanita mengalami sekurang-kurangnya satu dari gejala-gejala diatas, sejumlah lainnya bahkan mengalami semua gejala.

Wanita perlu melepaskan hormon endorphin, yaitu hormon yang memberikan kebahagiaan ketiga datang bulan, agar dirinya merasa lebih baik dan tenang.  Sarapan pagi dan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin B dapat dilakukan, lho ya.

Semoga artikel kali ini bermanfaat buat kamu para ladies yang mengalami gejala datang bulan ini ya. Kamu juga bisa membaca artikel cara melancarkan haid jika selama ini tamu bulananmu tidak rutin.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar