Kamini.id / Aksesoris / Jangan Sampai Tertipu, Ini Cara Bedakan Emas Asli dan Palsu

Jangan Sampai Tertipu, Ini Cara Bedakan Emas Asli dan Palsu

Ditulis oleh - Diperbaharui 17 Februari 2019

Membedakan emas asli dan palsu tak bisa dilakukan setiap orang. Biasanya, emas akan digigit. Emas murni memiliki sifat agak lembek. Sehingga, apabila digigit akan meninggalkan bekas. Makanya kamu sering melihat kenapa atlet yang mendapat medali emas sering menggigitnya ketika naik podium.

Cara membedakan emas yang satu itu memang bisa dilakukan. Tapi, sangat ketinggalan sekali dan dapat merusak fisik emas. Tak hanya itu, menggigit emas juga mampu merusak kesehatan gigi. Kamu sekarang tak perlu lagi menggigitnya untuk membuktikan asli atau palsu. Sudah banyak teknologi yang dapat mengetahui keasliannya.

Tapi sebelum ke sana, kamu harus tahu dulu mengenai si logam mulia itu ketika ingin membelinya. Jangan sampai kena tipu. Memang tidak 100 persen akurat, tapi sangat mendekati. Untuk menghindari penipuan, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengenali emas palsu atau bukan. Berikut cara-cara tersebut yang Kamini rangkum dari berbagai sumber.

9 Cara Mengetahui Emas Asli atau Palsu

1. Ciri Emas Murni

Ciri Emas Murni

Emas asli adalah murni tanpa campuran. 100 persen mengandung emas. Kalau kamu pernah memegangnya, logam mulia murni ini sedikit lembek ketimbang batu-batu lainnya. Nah, ketika dibuat perhiasan, kamu tidak akan pernah menemukan yang benar-benar murni. Hal itu dikarenakan dapat mengurangi durabilitasnya.

Para pengrajin sering mencampurkannya dengan perak, timah, atau perunggu. Setelah dicampur, tentu kadar emas berkurang. Contohnya hanya menjadi 70 persen, 80 persen, 90 persen, dan lainnya. Satuan kadar ini biasanya disebut karat. Emas murni sama atau setara dengan 24 karat.

2. Fineness dan Karat

Fineness dan Karat

Tak sedikit yang berinvestasi pada emas yang telah dijadikan perhiasan. Biasanya orangtua yang melakukan hal ini. Kamu coba deh amati permukaan bagian dalam perhiasan tersebut. Biasanya ada tanda angka, seperti 999.9 atau berupa tulisan 10K, 14K, 18K, 22K, atau 24K.

Hanya saja, beberapa pengrajin membuatnya sangat kecil agar tak mengganggu penggunanya ketika dikenakan. Alhasil, kamu pun butuh kaca pembesar. Setelah terlihat, kamu harus tahu dong apa makna tulisan tersebut. Berikut sedikit penjelasannya mengenai karat emas.

  • Emas 24 karat, kandungan emas murninya mencapai 99 hingga 99,99 persen.
  • Emas 23 karat memiliki kandungan dengan nilai 94,80 hingga 94,79 persen.
  • Emas 22 karat, dengan kandungan nilai sebesar 90,60 hingga 94,79 persen.
  • Emas 21 karat yang memiliki kandungan kemurnian sebesar 86,50 hingga 90,59 persen.
  • Emas 20 karat, dengan nilai kemurnian emas 82,30 hingga 86,49 persen.
  • Emas 19 karat, yang memiliki kandungan emas murni sebesar 78,20 hingga 82,29 persen.
  • Terakhir, emas 18 karat, yang hanya memiliki kandungan emas murni sebesar 75,40 hingga 78,19 persen.

3. Warna Berubah Saat Digosok

warna berubah saat digosok

Cara ini biasanya hanya bisa digunakan ketika kamu membeli emas batangan. Cobalah untuk menggosok emas pada bagian-bagian tertentu dengan jari. Setelah itu perhatikan di tempat gosokannya. Kalau bekasnya tampak berubah warna, bisa dipastikan itu adalah emas palsu.

4. Magnet

Magnet

Emas bukan logam magnetik. Ketika kamu mendekatkannya dengan magnet, tidak akan pernah menempel. Sebesar apapun kekuatan magnet tersebut. Nah, ketika ada emas yang menempel pada magnet, bisa dipastikan itu palsu.

Hanya saja cara ini cukup berisiko. Emas yang tidak menempel pada magnet belum tentu juga bisa dibilang asli. Sebab, ada beberapa yang nakal mencampur emas dengan logam non magnet lainnya. Untuk itu, harus ada cek lebih lanjut lagi.

5. Menggoreskan di Keramik atau Kertas

Menggoreskan di Keramik atau Kertas

Cara lain yang bisa kamu lakukan adalah dengan menggoreskannya pada keramik, seperti piring. Selain pada keramik, bisa juga pada kertas. Setelah menggosokkannya, coba kamu perhatikan pada permukaan keramik atau kertas.

Apabila terdapat bekas warna hitam atau lainnya, bisa dipastikan itu adalah emas palsu. Logam mulia itu tidak akan meninggalkan bekas goresan.

6. Ukur Kepadatan Emas

Ukur Kepadatan Emas

Ini adalah cara yang cukup rumit untuk mengetahui keaslian emas. Tetapi, keakuratannya sangat mendekati. Untuk mencobanya, kamu siapkan wadah yang memiliki ukuran milliliter. Kemudian isi dengan air. Sebelum memasukkan emas, jangan lupa untuk mencatat berapa milliliter air tersebut.

Setelah itu, celupkan emas dengan cara digantung benang. Catat kembali selisih permukaan air. Di sini, kamu harus menghitung rumus kepadatan = massa/volume. Emas memiliki kepadatan yang cukup unik daripada logam lainnya. Kalau hasilnya mendekati angka 19 g/ml, itu artinya emas asli.

7. Tes Asam

Tes Asam

Mengetahui keaslian emas selanjutnya bisa kamu cari tahu dengan menggunakan cairan bernama Nitric Acid. Prosesnya, kamu harus menyiapkan wadah stainless steel. Simpan emas di atasnya. Lalu, teteskan satu tetes asam Nitric Acid pada emas. Tunggu reaksinya.

Emas asli tidak akan bereaksi. Sedangkan jika emas itu menunjukkan perubahan warna seperti kehijauan, berarti mengandung logam besi. Sementara jika menunjukkan warna susu, emas mengandung bahan perak. Bila bereaksi menimbulkan warna emas, kemungkinan besar emas dicampur logam kuningan.

8. Menimbang Berat

Menimbang Berat

Emas memiliki berat yang berbeda dengan logam lainnya. Kamu bisa merasakan perbedaannya. Saat merasakan berat dengan tangan kosong dan terasa ringan, bisa dipastikan emas itu palsu atau campuran.

Namun, untuk menggunakan cara ini, kamu harus didampingi seorang professional yang telah hafal dengan berat emas.

9. Surat Resmi Antam (Aneka Tambang)

Surat Resmi Antam

Hal paling mudah untuk mengetahui keaslian adalah dengan memiliki surat resmi dari PT ANTAM atau Aneka Tambang. Ketika kamu membeli emas murni atau batangan, PT ANTAM akan memberikan surat dokumen mengenai emas tersebut.

Itulah cara-cara mengetahui emas asli atau bukan. Kamu bisa melakukan beberapa cara di atas. Tapi sebagai saran, jika ingin membeli emas, apalagi untuk berinvestasi, sebaiknya beli di toko yang memiliki sertifikat resmi, seperti di ANTAM tadi.

Tidak kalah populernya dengan emas, perak juga dijadikan salah satu bahan aksesoris yang cukup laris. Namun, Anda juga harus memperhatikan cara perawatannya. Maka itu, agar aksesoris perak Anda tidak cepat rusak, silakan cek artikel Cara Merawat Perhiasan Perak ini.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar