Kamini.id / Hijab / 10 Jenis Kain yang Paling Banyak Digunakan untuk Jilbab

10 Jenis Kain yang Paling Banyak Digunakan untuk Jilbab

Ditulis oleh - Diperbaharui 8 Oktober 2019

Jilbab merupakan berkaitan erat dengan wanita Muslim. Perkembangan jilbab begitu pesat sehingga sudah bisa dilihat di peragaan busana internasional.  Mode jilbab pun kian berkembang mengikuti kebutuhan para wanita juga tren yang sedang berlaku saat ini. Beragam jenis dan bentuk jilbab diperjualbelikan di pasaran.

Jilbab bukan soal mode dan bentuk saja. Ada hal lain juga yang harus diperhatikan ketika membicarakan jilbab. Bahan jilbab juga harus dipikirkan karena akan memberikan tampilan dan nuansa yang berbeda pula. Ada berbagai jenis kain yang biasa digunakan untuk jilbab. Pilihan kain ini akan menentukan kenyamananmu saat memakainya. Kamini akan membantumu memilih kain jilbab yang nyaman lewat artikel ini.

1. Sifon

Sifon

* sumber: www.tokokaintextileonline.com

Sifon adalah salah satu jenis kain yang paling umum digunakan untuk jilbab. Kain ini dibuat dari berbagai serat seperti sutra, kapas, dan bahan sintetis. Bahan kain ini paling cocok untuk digunakan sebagai jilbab karena ringan dan flowy. Kain sifon nyaman untuk dipakai selain tentunya membuat pemakainya terlihat menawan. Jenis kain ini memiliki beberapa kombinasi warna yang beragam dan terlihat cukup artistik.

2. Jersey

Jersey

* sumber: www.tokokaintextileonline.com

Jersey adalah jenis kain yang paling nyaman dipakai untuk jilbab. Jenis kain ini ringan dan elastis yang akan melekat tanpa bantuan pin atau peniti. Yang membuat jersey elastis adalah karena bahan ini merupakan kain rajutan. Kain yang  biasa digunakan untuk membuat T-shirt ini disebut bahan kaos dan terbuat dari katun.

Jersey cocok untuk digunakan di semua musim. Karena dapat dengan mudah menyerap keringat. Kain ini bisa digunakan dengan nyaman di iklim yang lebih hangat. Di cuaca yang dingin dapat melindungi kita dari hawa yang kurang bersahabat dan akan membantu kamu tetap hangat dan nyaman pada saat bersamaan.

3. Linen

Linen

* sumber: olympics30.com

Bahan linen dapat memberikan kesejukan di area leher. Itu semua karena  tenunan dan serat linen yang memungkinkan lebih banyak aliran udara. Struktur kainnya juga tidak menempel di kulit sehingga memungkinkan aliran udara ke tubuh lebih baik. Efeknya membuat tubuh bebas dari kelembaban. Karena linen adalah kain yang kaku dan kemungkinan tidak akan menempel pada kulit.

Ketika kain mengembang, dengan cepat kain akan mengering dan menjadi dingin kembali. Linen akan terasa sejuk ketika  disentuh dan dengan cepat akan menghilangkan keringat dari kulit. Linen mampu menyerap kelembapan sebelum  muncul kelembaban selanjutnya.

Linen dapat menyerap air sebanyak 1/5 dari beratnya karena struktur molekulnya. Bisa dikatakan meski menyerap banyak keringat, linen tidak mungkin terasa basah karena air cepat menguap secepat mengeringnya air di permukaan genangan. Karena air terserap dan diuapkan dengan cepat alhasil linen dapat bertindak seperti sistem pendingin yang sangat baik.

4. Polyester

Polyester

Bahan kain polyester terlihat menarik dan tidak mudah kusut. Bahan ini dapat digunakan setiap hari atau untuk digunakan ke acara pesta. Yang terpenting, perawatan kainnya mudah. Namun kain ini memiliki kekurangan yaitu bahannya yang panas sehingga akan terasa  gerah ketika dikenakan khususnya di cuaca panas.

Selain itu, jilbab dari kain polyester juga cukup sulit untuk dibentuk karena teksturnya cenderung tidak fleksibel. Namun bahan georgette polyester berbeda. Kain ini, sangat nyaman dan santai ketika dipakai, mudah diatur dan bisa digunakan di semua musim.

5. Hicon

Hicon

* sumber: www.agustinnesia.com

Kain ini dibuat dari campuran sutera dan polyester sehingga kain ini memiliki permukaan yang halus dan licin. Jika dilihat sekilas, penampilan fisik jilbab yang menggunakan kain hicon tidak terlihat terlalu berbeda dengan jilbab dari bahan sifon. Perbedaannya lebih terletak di kelicinannya. Dibandingkan dengan sifon, hicon lebih licin.

Selain itu, hicon lebih tebal dibanding sifon dan jika kamu merabanya, kain ini akan terasa lebih halus. Hicon juga membuat pemakainya merasa adem sehingga nyaman ketika dipakai. Jadi, tak heran jika banyak para produsen jilbab yang menggunakan bahan ini untuk produk jilbabnya.

6. Voal

Voal

* sumber: www.kaingrosir.com

Sifat bahan voal tak jauh beda dari bahan hicon. Keduanya memiliki sifat kain yang lembut dan halus ketika digunakan. Jika digunakan siang hari, kain ini juga cukup nyaman karena tipis. Bahan dasar voal adalah kapas tetapi terasa agak kaku karena kurang elastic. Itu disebabkan oleh penggunaan bahan rayon, polyester atau sutra. Karena agak kaku, maka sulit untuk dibentuk.

Voal yang berasal dari bahasa Prancis, voile yang berarti jilbab, sering juga disebut dengan nama jilbab ‘paris premium’ karena lebih kaku bahannya dibandingkan jilbab paris yang biasa. Kain ini juga menyerap keringat dan tidak lengket di kulit.

7. Viscose

Viscose

* sumber: www.kaos-kerah.com

Kain ini dibuat dari inovasi rayon. Produsen pertama kain viscose adalah American Viscose Corp. Tekstur kain ini lembut, halus dan dingin saat dipakai. Viscose banyak diminati karena harganya tidak mahal dan memiliki kualitas yang bagus. Bahan ini ringan sehingga bisa dengan mudah dikreasikan dan dibentuk. Selain itu kain ini tidak membuat gerah ketika dililitkan di kepala.

Karena kain ini ringan, jadi cocok digunakan di berbagai cuaca, dari mulai cuaca hangat sampai dingin. Viscose juga menyerap keringat sehingga di negara dengan iklim seperti Indonesia.

8. Katun

Katun

* sumber: Katun

Jika kamu mencari kain untuk jilbab yang berasal dari bahan alami, pilihlah katun. Tak ada yang lebih baik dari katun. Katun merupakan jenis kain yang cukup ringan dan memudahkan kulit untuk bernapas dengan sempurna di cuaca yang panas.  Selain itu, jilbab yang berbahan katun tidak mahal harganya dan tersedia dalam bermacam warna, ukuran dan pola.

Selain itu, jilbab katun juga mudah untuk dirawat karena bisa dicuci dengan menggunakan tangan dan disetrika di rumah.  Katun  juga tersedia dalam berbagai jenis, seperti chambray, jersey, linen, dan lain-lain. Kain yang menggunakan campuran serat kapas juga cukup nyaman digunakan.

9. Rayon

Rayon

* sumber: olympics30.com

Jika mencari kain untuk jilbab yang cocok untuk sepanjang musim, maka kau harus memilih jilbab dengan bahan rayon. Itu karena bahan kain ini cocok digunakan di semua iklim. Rayon dibuat dari serat buatan dengan tekstur yang lentur dan agak tebal. Jilbab dari bahan rayon juga memberikan tampilan kasual sehingga sangat disukai banyak wanita.

Jilbab yang terbuat dari rayon menyerap keringat dengan cukup baik sehingga nyaman ketika dipakai di cuaca yang panas. Kelenturan tesktur kain ini membuat jilbab mudah dibentuk dan dikreasikan. Sayangnya, kain ini mudah kusut juga luntur ketika dicuci.

10. Spandek

Spandek

* sumber: olympics30.com

Spandek adalah kain yang sangat elastis sehingga ketika nyaman untuk digunakan sebagai bahan jilbab. Bahan ini mudah untuk dirawat karena dapat dicuci dengan cara yang biasa dan dikeringkan di bawah sinar matahari.  Spandek terbuat dari serat buatan. Bahan kain ini juga digunakan oleh salah satu merek pakaian dan sepatu olahraga terkenal.

Jilbab dari bahan spandek juga mudah dibentuk juga dikreasikan. Kelebihan kain ini adalah menyerap keringat dengan baik sehingga orang yang memakainya merasa nyaman bahkan di cuaca panas. Kekurangannya adalah mudah melar jika salah mencucinya.

Jilbab perkembangannya tak terbendung. Selalu muncul tren jilbab baru baik modenya juga bahan kain yang digunakannya. Berbagai jenis jilbab dapat dengan mudah ditemukan di toko-toko fisik dan dibeli di toko-toko online. Dari semua koleksi jilbabmu, kain apa yang menurutmu paling nyaman digunakan untuk jilbab?

Kunjungi juga artikel style kasual untuk wanita berjilbab sebagai inspirasi modemu!

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan komentar