Kamini.id / Lamaran / 10 Ide Jenis Kue Hantaran Lamaran, Semua Manis Seperti Dia

10 Ide Jenis Kue Hantaran Lamaran, Semua Manis Seperti Dia

Ditulis oleh - Diperbaharui 6 Juni 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Menjalin asmara dengan seseorang, siapa pun memiliki harapan besar untuk membawanya ke pelaminan. Apalagi jika seseorang tersebut dirasa cocok.  Tetapi, keputusan melamar seseorang harus dibarengi dengan kesiapan mental dan materi.

Kesiapan tersebut “diuji” dari mulai mempersiapkan lamaran. Anda harus mencari tahu tentang aneka hantaran yang wajib disiapkan. Seperti pakaian, tas, make up, produk perawatan hingga kue. Kemudian mencarinya dan mengemasnya dengan cantik.

Sibuk memilih pakaian, sepatu dan tas yang akan diberikan, kerap membuat lupa akan pentingnya kue dan makanan. Padahal kue juga termasuk barang hantaran yang penting. Salah memilih kue atau kue yang dipilih ternyata tidak enak juga bisa menimbulkan masalah.

Dalam beberapa adat, seperti adat Jawa, ada jenis-jenis kue yang wajib disertakan dalam lamaran. Kue-kue yang dimaksud harus terbuat dari beras ketan yang lengket. Filosofinya agar hubungan antara mempelai dan dua keluarga mempelai dapat terus lengket atau akrab.

Bagaimana dengan adat atau kebiasaan masyarakat lainnya? Kue apa saja yang biasanya ada atau wajib ada sebagai bagian dari hantaran? Berikut informasinya untuk Anda!

1. Kue Jenang

Kue Jenang

* sumber: nyaribisnis.com

Jenang adalah salah satu jenis kue hantaran lamaran yang seolah diwajibkan ada. Terutama dalam lamaran adat Jawa. Jenang juga biasa ada di hantaran saat pernikahan. Jenang sendiri merupakan kue berbahan dasar tepung beras dan tepung ketan. Rasanya manis dan gurih karena menggunakan santan.

Sebab terbuat dari tepung beras dan tepung ketan, tekstur jenang lembek dan lengket, rasanya manis dan berwarna coklat terang hingga gelap karena menggunakan gula jawa sebagai perasanya. Membuat jenang dibutuhkan waktu berjam-jam. Perlu tenaga ekstra untuk mengaduknya.

Proses pembuatan yang lama ini juga mengandung filosofi bahwa rumah tangga harus dihadapi dengan tidak mudah putus asa. Jenang juga bisa dibuat secara gotong royong; bermakna bahwa semoga pasangan pengantin juga dapat bekerjasama dalam mengarungi rumah tangga.

2. Kue Jadah

Kue Jadah

* sumber: pergikuliner.com

Kue jadah juga merupakan jenis kue hantaran lamaran yang umum dibawa oleh calon mempelai pria. Terutama jika calon mempelai dari daerah Jawa. Bahan utama pembuatan kue Jadah adalah ketan. Berbeda dengan Jenang, ketan yang digunakan untuk mengolah Jadah tidak berbentuk tepung.

Jadah biasanya tersedia dalam dua rasa, yaitu asin dan manis. Selain ketan, bahan lain yang digunakan dalam proses pembuatannya antara lain santan, gula atau garam. Untuk membuatnya, ketan yang sudah dikukus kemudian ditumbuk sampai halus, dicetak lalu diiris.

Teksturnya yang lengket dan rasanya yang lezat, membuat kue ini banyak digemari. Oleh masyarakat Sunda, kue ini biasa dikenali dengan nama Ulen atau kue Uli.

3. Kue Wajik

Kue Wajik

* sumber: www.indozone.id

Jenis kue hantaran lamaran yang selanjutnya biasa menghiasi nampan adalah kue Wajik. Masih terbuat dari ketan, bedanya kue yang satu ini tidak menggunakan ketan berbentuk tepung atau ditumbuk seperti Jenang dan Jadah.

Bahan yang diperlukan untuk membuat Wajik juga tidak terlalu berbeda jauh dengan dua kue sebelumnya. Yakni, santan, gula merah, gula pasir, air, garam, daun pandan dan beras ketan. Untuk membuatnya Anda harus mengukus beras ketan terlebih dahulu. Kemudian rebus santan, gula merah, gula pasir, garam dan air.

Selanjutnya masukkan beras ketan yang sudah dikukus tadi ke dalam rebusan santan dan gula. Aduk hingga rata dan santan menyusut. Angkat lalu masukkan ke dalam wadah. Tekan-tekan untuk memadatkan lalu iris sesuai kebutuhan. Agar hantaran lebih cantik, Anda bisa menambahkan irisan daun pandan sebagai hiasan.

4. Kue Lemper

Kue Lemper

* sumber: today.line.me

Kue-kue tradisional masih menduduki peringkat atas sebagai kue yang selalu hadir dalam nampan hantaran lamaran atau pernikahan. Setelah Jenang, Jadah dan Wajik, sekarang giliran Lemper.

Lemper sendiri sebetulnya masih cukup mudah ditemukan. Ia menjadi salah satu primadona di antara kue-kue yang umum ada di dalam kue box. Terbuat dari beras ketan, Lemper dibuat dengan tambahan daging ayam atau abon yang disisipkan di bagian dalam.

Setelah dimasak menggunakan santan, beras ketan yang ditambahkan daging ayam dibungkus menggunakan daun pisang. Setelahnya dikukus lalu sajikan. Jika ingin membakarnya sebentar untuk aroma juga boleh.

5. Kue Lapis

Kue Lapis

* sumber: review.bukalapak.com

Dinamakan kue Lapis karena kue ini memang dibuat berlapis-lapis. Biasanya terdiri atas dua warna berbeda yang ditumpuk. Bahan utama pembuatan kue Lapis antara lain tepung beras, tepung kanji, gula pasir, santan, garam dan pewarna makanan. Meski kali ini tidak terbuat dari ketan, tekstur kenyal dan lengket masih sejalan dengan filososfi keakraban.

Proses pembuatan kue Lapis lumayan memakan waktu. Anda harus mengukus satu lapisan hingga matang dan mengeras sebelum menambahkan lapisan berikutnya secara berulang. Kue Lapis disukai oleh anak atau dewasa sebab rasanya yang manis dan kenyal. Kue ini biasa dikonsumsi per lapisan dengan cara dipisahkan satu-satu.

6. Kue Bugis Mandi

Kue Bugis Mandi

* sumber: resepkokimedan.blogspot.com

Jenis kue hantaran lamaran selanjutnya yang kerap ada dan tidak ketinggalan adalah kue Bugis Mandi. Pernah mendengar namanya? Selama ini nama kue Bugis mungkin lebih familiar dibandingkan Bugis Mandi. Padahal, secara komposisi keduanya sama saja.

Bedanya, dinamakan Bugis Mandi karena ia merupakan kue Bugis yang disiram atau dibalut, seperti dimandikan oleh kuah santan kental lalu dibungkus menggunakan plastik bening. Tersedia juga Bugis Mandi yang langsung disimpan di wadah dari daun pisang lalu dimandikan dengan santan.

Rasa manis dari kelapa parut dan gula berpadu dengan gurih santan, pasti tidak akan cukup jika hanya makan satu bungkus. Dengan begini, keluarga calon mempelai wanita juga pasti akan menyukainya.

7. Kueku Kacang Hijau

Kueku Kacang Hijau

* sumber: cookpad.com

Jenis kue hantaran lamaran masih didominasi oleh kue-kue tradisional bercitarasa manis. Mungkin sebagai ungkapan perasaan dan suasana saat lemaran yang memang manis. Kali ini adalah Kueku Kacang Hijau. Kue ini khas dengan warna merah menyala dan bulat dengan gundukan berukuran kecil.

Di bagian dalam terdapat kacang hijau tumbuk yang sudah diberi gula sehingga rasanya manis. Kulit Kueku terbuat dari tepung ketan sehingga teksturnya kenyal. Meski ada di dalam hantaran lamaran calon pengantin Indonesia, kue ini konon berasal dari budaya Tionghua.

Cetakan Kueku biasanya dibuat bermotif. Sehingga ketika adonan kue dikeluarkan dari cetakan, ia terlihat seperti kura-kura. Inilah yang sepertinya membuat Kueku hadir menjadi salah satu kue hantaran lamaran. Sebab kura-kura dipercaya melambangkan kemakmuran serta kebahagiaan.

8. Kue Lapis Legit

Kue Lapis Legit

* sumber: blog.tokowahab.com

Di tengah munculnya beraneka kue kekinian, kue Lapis Legit tetap memiliki banyak penggemar. Rasanya tidak pernah mengecewakan. Oleh karena itu, dalam berbagai kesempatan kue ini tidak pernah ketinggalan menjadi suguhan.

Teksturnya yang lembut sedikit berminyak karena penggunaan margarin serta rasanya yang manis membuat siapa saja rindu. Pilihan yang tepat jika Anda membawa kue legendaris ini masuk dalam daftar hantaran. Siapa pun pasti dengan mudah menyukainya.

9. Roti Buaya

Roti Buaya

* sumber: www.fimela.com

Dalam pernikahan adat Betawi, membawa Roti Buaya saat pernikahan atau lamaran adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh calon mempelai laki-laki. Menurut kepercayaan, Roti Buaya melambangkan kesetiaan serta kemapanan.

Setia karena buaya dikenal hanya melakukan kawin sebanyak satu kali seumur hidupnya. Sementara mapan karena pada masa lampau, roti ini hanya dikonsumsi oleh para bangsawan.

Meski berupa hantaran dari calon mempelai laki-laki, roti ini biasanya justru dibagikan pada para undangan yang masih lajang. Harapannya agar mereka juga segera mendapat jodoh lalu menikah.

10. Bolu Kukus

Bolu Kukus

* sumber: sulsel.idntimes.com

Selain alasan filosofi dan kebiasaan, memilih jenis kue hantaran lamaran juga bisa berdasarkan kesukaan pihak mempelai wanita. Seperti misalnya kue Bolu Kukus. Siapa yang tidak menyukainya?

Teksturnya yang lembut dan rasa yang manis bisa Anda andalkan untuk mengungkapkan perasaan. Bahwa perasaan yang Anda miliki kepada pasangan sama seperti Bolu Kukus yang lembut juga manis.

Aneka jenis kue hantaran lamaran di atas bisa menjadi ide atau inspirasi. Tetapi, apa pun kuenya, hal yang paling penting adalah menyiapkannya dengan sepenuh hati. Karena, sesuatu yang dilakukan oleh hati akan sampai juga ke sana. Sudah siap mengarungi rumah tangga? Yuk, baca juga artikel makna dari beragam hantaran lamaran.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *