10 Jenis Kulit yang Umum Dijadikan Bahan Pembuatan Tas

Ditulis oleh Albar Fahrul Roji - Diperbaharui 7 Desember 2021

Tas adalah salah satu barang yang paling kita butuhkan. Pasalnya, dengan tas kita semua dapat lebih mudah dan praktis membawa banyak barang agar tak mudah berceceran. Selain lebih praktis, tas juga biasanya memudahkan para penggunanya menemukan sebuah barang. Hal ini karena biasanya sebuah tas memiliki beberapa space khusus untuk barang-barang tertentu.

Saat ini, hampir semua orang membawa tas kemanapun mereka pergi. Entah itu sekolah, bekerja, olahraga, bahkan sekedar nongkrong, tas biasanya menjadi item yang wajib untuk dibawa. Selain berfungsi untuk memudahkan dalam membawa barang, kini tas juga berfungsi sebagai penunjang penampilan.

Saat ini banyak sekali brand yang menciptakan koleksi tas penunjang fashion. Tas-tas tersebut dibuat dengan berbagai bahan yang berkualitas. Salah satu bahan pembuat tas yang paling banyak kita temukan yakni berasal dari kulit. Kira-kira, kulit apa saja sih yang paling umum dijadikan bahan pembuatan tas? Yuk ketahui jawabannya pada pemaparan di bawah ini!

1. Lambskin

bahan-tas-kulit-1_

Jenis kulit yang umum dijadikan sebagai bahan pembuatan tas yang pertama adalah kulit domba. Jenis kulit ini sering disebut lambskin. Lambskin memiliki karakteristik yang sangat halus dan lembut. Tekstur lembutnya ini dihasilkan dari kerapatan pori-pori yang maksimal dan nyaris tak jelas terlihat.

Meski pada umumnya lambskin dibuat sebagai bahan pembuatan pakaian, akan tetapi tenaga profesional juga banyak yang menjadikannya sebagai bahan pembuatan tas. Salah satu tas berbahan lambskin adalah Chanel Lambskin Flag Bag. Tas dengan bahan kulit domba yang halus ini menjadi daya tarik tersendiri sehingga tak heran harganya mencapai belasan juta.

2. Suede

bahan-tas-kulit-2_

Suede juga menjadi jenis kulit yang banyak dijadikan bahan pembuatan tas. Meski teksturnya nyaris mirip dengan beludru, akan tetapi keduanya berbeda. Suede memiliki tekstur berbulu yang halus di tangan. Teksturnya ini agak sedikit tipis karena diambil dari bagian kulit dalam yang dekat dengan bagian daging.

Jenis kulit suede bisa diambil dari beberapa hewan tertentu seperti sapi dan kambing. Sifatnya yang tipis ini membuat suede kerap dijadikan bagian dalam dari sebuah tas. Dari segi perawatan, suede memiliki tingkat perawatan yang agak rumit agar kualitas kulit tetap maksimal dan terhindar dari kerusakan seperti koyak dan robek.

3. Crocodile Leather

bahan-tas-kulit-3_

Kulit buaya atau crocodile leather merupakan bahan pembuatan tas yang cukup umum dan banyak kita temukan. Crocodile leather adalah salah satu jenis kulit yang terkenal akan ketebalan dan kekuatannya sehingga tak mudah rusak dan tahan lama. Kulitnya yang unik menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak orang untuk memiliki tas jenis ini.

Meski demikian, tak semua orang bisa memiliki tas berbahan kulit buaya karena ketersediaan bahan baku yang terbatas. Bukan hanya masalah bahan baku, proses pembuatan tas berbahan kulit buaya juga sangat rumit sehingga hanya dapat dilakukan oleh pengrajin profesional saja. Tak heran, tas kulit buaya dibanderol dengan harga yang sangat mahal.

Hermés menjadi salah satu brand tas yang menjadikan kulit buaya sebagai bahan bakunya. Tak tanggung-tanggung, tas kulit buaya yang dijualnya dapat mencapai miliaran rupiah.

4. Snake Skin

bahan-tas-kulit-4_

Selain buaya, kulit ular juga tak kalah menarik untuk dijadikan bahan dasar pembuatan tas. Corak pada sisik ular memang sangat unik dan indah. Tak heran, banyak pengrajin profesional menjadikan kulit ular sebagai bahan dasar pembuatan item fashion, salah satunya tas. Kulit ular biasanya memiliki tekstur yang lembut dan sedikit tipis saat diraba.

Meski demikian, tak sembarang ular dapat dijadikan bahan dasar pembuatan tas. Hanya jenis ular tertentu saja yang dapat diambil kulitnya sebagai bahan pembuatan tas. Rata-rata, ular yang digunakan untuk pembuatan tas adalah jenis ular besar seperti misalnya piton. Tas berbahan dasar kulit ular ini banyak dibuat oleh beberapa brand, salah satunya Gucci.

5. Lizard Skin

bahan-tas-kulit-5_

Sudah bukan rahasia lagi jika kulit kadal atau lizard skin menjadi salah satu bahan pembuatan tas. Tas dengan bahan dasar lizard skin pada umumnya lebih halus dan tidak terlalu kuat. Hal ini karena lizard skin tidak mengandung kalsium. Jenis kadal yang digunakan biasanya adalah jenis kadal besar seperti misalnya biawak.

“Fendi” menjadi salah satu brand yang menawarkan tas berbahan dasar lizard skin. Lizard skin memiliki bentuk sisik yang lebih kecil dibandingkan dengan ular atau buaya. Coraknya yang khas juga menjadi daya tarik tersendiri bagi orang-orang pencinta kulit eksotis.

Biasanya, tas dengan bahan lizard skin memiliki paduan warna yang unik yakni gelap dan terang. Tak heran, tas dengan bahan dasar lizard skin banyak diburu di pasaran.

6. Ostrich Leather

bahan-tas-kulit-6_

Siapa sangka, kulit burung juga dapat dijadikan bahan dasar pembuatan tas. Jenis burung yang biasanya dijadikan bahan dasar pembuatan tas adalah burung unta. Kulit burung unta biasa dikenal dengan istilah ostrich leather. Tak sembarang burung unta, biasanya burung unta yang dipilih adalah burung unta Afrika.

Kulit burung unta memiliki permukaan yang unik dan berbeda dengan jenis kulit lainnya. Secara visual, kulit burung unta memiliki titik-titik yang berasal dari bulunya. Proses pembuatannya cukup rumit sehingga hanya dapat dibuat oleh tenaga ahli yang sudah berpengalaman.

7. Calfskin

bahan-tas-kulit-7_

Selanjutnya ada calfskin. Kulit jenis ini diambil dari sapi muda sehingga tak heran teksturnya sangat lembut. Meski sifatnya agak sedikit tipis, akan tetapi jenis kulit yang satu ini cukup kuat dan tahan lama. Meski masih baru, tas dengan bahan dasar calfskin tidak kaku alias elastis. Banyak sekali merk tas menggunakan bahan calfskin.

Salah satu merk tas calfskin terbaik adalah Dior. Dari segi bahan baku, calfskin lebih mudah ditemukan karena sapi lebih banyak ketersediaannya. Meski demikian, proses pembuatannya yang cukup rumit demi menghasilkan hasil yang maksimal membuat harganya melambung tinggi.

8. Alligator Leather

bahan-tas-kulit-8_

Meski hampir sama dengan buaya, akan tetapi sebenarnya aligator  berbeda dengan buaya. Meski begitu, aligator juga kerap kali dimanfaatkan kulitnya sebagai bahan dasar pembuatan tas. Jika kulit buaya berwarna coklat muda mirip buah zaitun, maka yang membedakannya adalah kulit aligator berwarna abu kegelapan.

Kulit aligator juga sangat rumit diproduksi karena teksturnya yang keras dan kasar. Tentu saja produksinya juga cukup lama dan butuh kesabaran tinggi. Harga yang ditawarkan untuk tas berbahan dasar kulit aligator ini rata-rata dibanderol dengan harga yang sangat tinggi bahkan mencapai miliaran rupiah.

9. Buffalo Leather

bahan-tas-kulit-9_

Selain domba dan sapi, kulit kerbau juga kerap kali dijadikan bahan baku pembuatan tas. Kulit kerbau atau buffalo leather memiliki sifat yang lebih kencang dan kuat. Selain itu, kulit kerbau memiliki karakteristik khusus sehingga dapat dengan mudah dibedakan dengan jenis kulit yang lainnya.

Grain pada kulit kerbau relatif lebih kasar dan menonjol. Jenis kulit ini membuat sebuah tas lebih terkesan kuat dan kokoh. Tentu saja hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para konsumen. Buktinya, tas dengan bahan dasar buffalo leather selalu disukai dan dicari oleh sebagian besar orang.

10. Pig Skin

bahan-tas-kulit-10_

Jenis kulit dalam pembuatan tas yang terakhir ada pigskin atau kulit babi. Meski pada umumnya kulit babi kerap diolah menjadi makanan, akan tetapi siapa sangka, kulit babi juga banyak dijadikan sebagai bahan pembuatan tas. Kelebihan dari kulit babi adalah sifatnya yang sangat kuat sehingga tak mudah rusak.

Saking kuatnya, konon kekuatan dari pigskin berada satu tingkat di bawah kulit kanguru. Dari segi tekstur, pigskin juga terasa lebih kasar dan menonjol. Salah satu brand yang terkenal akan bahan pigskinnya yang berkualitas adalah Gucci. Tak heran, tas-tas Gucci selalu menjadi primadona karena terbuat dari bahan premium dengan proses produksi yang canggih.

Itulah beberapa jenis kulit yang paling umum dijadikan bahan pembuatan tas. Wah, ternyata bukan hanya kulit sapi saja, ya! Bahkan kulit buaya sekalipun dapat menjadi bahan pembuatan tas. Tentu saja sederet bahan tersebut diolah sebaik mungkin sehingga menghasilkan tas berkualitas tinggi dengan harga yang sepadan.

Dari sederet list di atas, kira-kira mana yang paling menarik dan menjadi favoritmu? Berikan komentarmu di bawah ya, readers! Kamu juga bisa lihat cara membersihkan tas kulit di Kamini.id ya!

ARTIKEL
PRODUK
BRAND
© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram