Kamini.id / Keputihan / 11 Macam Keputihan yang Perlu Diketahui Oleh Kaum Hawa

11 Macam Keputihan yang Perlu Diketahui Oleh Kaum Hawa

Ditulis oleh - Diperbaharui 7 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Sebagai perempuan, tentu kamu tak asing lagi dengan keputihan. Hal ini sering kamu alami ketika kamu akan mengalami menstruasi, setelah menstruasi atau saat hamil.

Namun, terkadang kamu dibuat bingung dan khawatir saat keputihanmu berubah kepekatan atau warnanya. Supaya tak khawatir, berikut ini penjelasan tentang apa itu keputihan dan macam-macamnya.

Apa Itu Keputihan?

Keputihan

* sumber: www.youtube.com

Keputihan digambarkan sebagai cairan yang dikeluarkan oleh kelenjar di vagina dan serviks. Cairan ini membawa sel-sel mati serta bakteri keluar dari tubuh. Selain itu, keputihan juga membantu menjaga vagina agar tetap bersih serta mencegah infeksi.

Keputihan normal akan bervariasi dalam hal jumlah dan rentang warna. Ada kalanya jumlah cairan yang dikeluarkan dapat berubah. Segera setelah selesai haid, hampir tidak ada keputihan. Dua sampai tiga hari setelah haid berakhir, barulah muncul cairan putih yang tebal.

Beberapa hari kemudian, konsistensi cairan berubah menjadi lebih mirip lendir. Sebelum ovulasi, cairan berubah jadi jernih dan lengket, dan sebelum haid berikutnya, cairan kental dan putih muncul secara konsisten.

Apakah Keputihan Normal?

https://www.youtube.com/watch?v=Z6149Kd9TW0

* sumber: www.medicalnewstoday.com

Sebagian besar perempuan mengalami berbagai jenis keputihan selama siklus menstruasi mereka. Jumlah yang dikeluarkan bisa sekitar satu sendok teh lendir kental atau cair, tidak berbau setiap hari, dan warnanya bisa berubah dari putih jadi bening hingga cokelat.

Kamu mungkin tidak menyadarinya, tapi apa yang kamu lihat tidak sepenuhnya acak. Bermacam warna dan tekstur berhubungan dengan hormonmu dan apa yang terjadi di dalam tubuhmu pada saat itu. Contohnya, keputihan selama kehamilan encer, putih, seperti susu dan berbau ringan.

Jumlah keputihan juga akan meningkat selama kehamilan. Namun, selama perimenopause dan menopause, jumlah keputihan akan menurun karena kadar estrogen yang rendah. Jika kamu ingin tahu macam-macam keputihan yang lain, simak ulasan berikut ini.

Macam-Macam Keputihan

Keputihan memiliki beragam warna dan kekentalan yang bisa menunjukkan adanya sesuatu yang tidak benar dengan tubuh kita. Di bawah ini dijelaskan beragam keputihan yang dialami para perempuan.

1. Keputihan Bening Seperti Putih Telur

Keputihan Bening

* sumber: www.miracare.com

Waktu ovulasi bagi tiap perempuan berbeda-beda, bahkan terkadang berbeda dari satu bulan ke bulan berikutnya. Keputihan berwarna seperti putih telur merupakan tanda bahwa kamu akan berovulasi. Ini adalah konsistensi yang pas untuk sperma menembus serviks dan membantu dalam proses pembuahan.

Jenis keputihan yang keluar yang merentang di antara ujung jari ketika menyebar terpisah itu artinya subur. Semakin lama cairan itu merentang di antara jari-jari, semakin baik kualitas kesuburannya. Mungkin pada awal pengamatanmu sulit untuk memperhatikan perubahan lendir serviks.

2. Cokelat atau Berdarah

Cokelat atau Berdarah

* sumber: bloggersarena.com

Bercak cokelat atau berdarah umumnya normal, khususnya ketika itu terjadi selama atau pas setelah siklus menstruasimu. Keputihan yang terlambat pada akhir haid bisa terlihat cokelat, bukan merah. Kamu juga mungkin mengalami sejumlah kecil keputihan berdarah antar periode. Ini disebut bercak.

Ini bisa menjadi tanda kehamilan jika bercak terjadi selama waktu normal haid dan kamu baru saja melakukan hubungan seks tanpa menggunakan pelindung. Bercak selama fase awal kehamilan bisa jadi tanda keguguran, jadi kamu harus berdiskusi dengan obgyn.

Dalam kasus yang jarang terjadi, keputihan berwarna darah atau berwarna cokelat bisa menjadi tanda kanker endometrium atau serviks. Hal ini bisa juga menjadi masalah lain, contohnya fibroid atau pertumbuhan abnormal lainnya.

Karena itulah penting bagi perempuan untuk melakukan ujian pelvis tahunan dan Pap smear. Dokter kandungan akan memeriksa kelainan serviks selama prosedur ini. Jadi bagi kamu yang sudah menikah, pastikan untuk melakukan tes ini.

3. Kental dan Berbusa

Kental dan Berbusa

* sumber: roseandabbot.com

Infeksi ragi merupakan salah satu penyakit yang paling sering terjadi dan menjengkelkan yang bisa menimpa alat kelaminmu. Infeksi ragi, yang diakibatkan oleh organisme candida, bisa mempengaruhi pria juga, dan juga bisa menyerang tenggorokan dan mulut.

Namun infeksi ini akan berakibat buruk saat penyakit ini menyerang vaginamu. Untungnya, bahkan jika kamu melihat cairan seperti “keju cottage” yang kental, infeksi ini mudah untuk diobati dengan antijamur bebas atau resep dari doktermu.

4. Kuning atau Kuning Kehijauan

Kuning Kehijauan

* sumber: www.schemecolor.com

Sering kali ini artinya kamu terserang trikomoniasis atau gonore. Keduanya merupakan Penyakit Menular Seksual atau PMS yang memerlukan perawatan medis. Jika kamu menemukan keputihanmu berwarna kehijauan dan berbusa, itu mungkin sesuatu yang lain, tapi kamu harus tetap menemui dokter.

Juga perlu diingat bahwa klamidia bisa mengakibatkan keluarnya cairan seperti ini, tapi seringkali tidak menunjukkan gejala sama sekali. Jadi, hanya karena kamu tidak memproduksi keputihan, tidak berarti kamu tidak akan mengalaminya.

Jumlah cairan bisa menjadi sedikit berubah warna saat tersentuh udara. Jadi, jika kamu melihat beberapa cairan kuning di celana dalammu, itu merupakan penjelasan yang paling mungkin. Tetapi kalau keputihanmu berwarna kuning atau hijau kental, itu bisa menjadi tanda yang lebih serius.

Infeksi itu bisa saja merupakan infeksi menular seksual seperti klamidia atau gonore. Jika cairan keputihanmu berwarna hijau dengan bau amis, bisa jadi kamu terkena bakteri vaginosis, yang, seperti infeksi jamur, terjadi saat bakteri di vagina tidak seimbang.

Ahli ginekologi bisa membantumu melakukan beberapa tes cepat dan tidak menyakitkan untuk melihat apa yang terjadi dengan vaginamu, dan vaginosis bakteri mudah diobati. Jadi jangan lupa untuk segera menghubungi doktermu.

5. Berbau Busuk

Berbau Busuk

* sumber: www.airbyestes.com

Sejujurnya kita tahu bahwa vagina bisa sedikit berbau dari waktu ke waktu. Sebagian besar bau busuk berkaitan dengan keringat yang terperangkap di selangkangan dan menimbulkan bau tubuh, tapi perhatikan apakah itu adalah keputihanmu sendiri yang berbau.

Mungkin keputihan terkait dengan infeksi ragi, atau bisa juga berkaitan dengan vaginosis bakteri, infeksi bakteri yang terjadi ketika keseimbangan asam vaginamu dibuang. Jadi untuk memastikannya, segeralah menemui doktermu.

6. Putih Keruh

Putih Keruh

* sumber: www.netmums.com

Warna keputihan yang normal bisa berkisar dari mulai yang jernih sampai putih susu, jadi hal ini umumnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Pengecualian? Jika keputihanmu biasanya terlihat berbeda dan berwarna putih keruh dengan perubahan tambahan, seperti gatal atau luka, ini bisa berarti infeksi.

Di sisi lain, keputihan yang berwarna putih keruh juga merupakan salah satu tanda awal kehamilan. Jadi jika kamu sudah berhubungan sebelumnya, mungkin ini sudah waktunya untuk kamu melakukan tes kehamilan di rumah.

7. Abu-abu Kehijauan dan Berbusa (dan Berbau Amis)

Abu-abu Kehijauan

* sumber: fishingscan.com

Jika keputihanmu berwarna abu-abu kehijauan dan berbusa, ada kemungkinan kamu menderita bacterial vaginosis, atau BV, yang merupakan infeksi umum bukan Penyakit Menular Seksual yang disebabkan oleh ketidakseimbangan flora normal, mikroorganisme di vagina.

Hal ini mungkin sedikit mengkhawatirkan, tapi kabar baiknya adalah infeksi ini biasanya bisa diobati dengan antibiotik sederhana atau gel antibakteri dari dokter. Jika kamu rentan terhadap BV, jangan pernah melakukan douche, atau membersihkan vagina dengan bermacam campuran bahan kimia.

Dan tidak melakukan hubungan seks dapat membantu menurunkan risiko, tetapi ini tentu saja tidak wajib! Jauhi risiko tersebut dengan menggunakan kondom, karena terkadang sperma berkontribusi menciptakan ketidakseimbangan dalam vagina.

8. Jika Berair

Jika Berair

* sumber: flo.health

Herpes mungkin bisa menjadi penyebabnya. Lepuh dari herpes bisa menyebabkan berair dari waktu ke waktu, menyebabkan cairan, semi-keruh, kadang-kadang berupa keputihan yang berdarah. Itu terjadi terutama jika kamu memiliki luka di bagian dalam.

Namun ada banyak gejala herpes lainnya, termasuk rasa sakit. Jadi kalau kamu mengalami gejala-gejala seperti tadi, kemungkinan besar kamu akan tahu ada sesuatu yang salah tanpa perlu melihat lagi keputihanmu yang berair.

9. Abu-abu Hitam

Abu-abu Hitam

* sumber: id.pinterest.com

Keputihan yang berwarna abu-abu atau hitam umumnya perlu untuk diperhatikan. Jadi, jika kamu melihat pola ini, segera hubungi doktermu. Ada beberapa pengecualian. Terkadang darah menstruasi yang lama bisa terlihat hitam. Selain itu, tubuh kamu mungkin bercampur dengan warna dari sesuatu seperti celana dalam yang baru.

Alasan paling umum untuk keputihan seperti ini adalah bahwa kamu mempunyai benda asing, seperti tampon yang terlupakan dalam vagina. Untuk menghindari sindrom syok toksik, segera hubungi dokter.

10. Merah Muda

Merah Muda

* sumber: bloggersarena.com

Keputihan yang berwarna merah muda umumnya berarti kamu berdarah, tetapi hanya sedikit. Biasanya keputihan merah muda menunjukkan sejumlah kecil darah segar, dan bukannya aliran darah menstruasi yang lebih kental dan lebih gelap.

Jika kamu hamil, kamu mungkin mengalami keputihan merah muda karena implantasi. Mungkin kamu juga melihat warna ini setelah berhubungan seks, karena gesekan aktivitas seksual terkadang bisa mengakibatkan luka kecil pada dinding vagina.

11. Jika Lebih Kental

Jika Lebih Kental

* sumber: id.pinterest.com

Jika keputihanmu lebih kental dari biasanya, ini mungkin disebabkan oleh kontrasepsi yang kamu gunakan. Penyebab paling umum dari keputihan yang lebih kental biasanya adalah pil KB dan IUD. Selama keputihan jernih atau putih dan tidak berbau, ini normal dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Kadang-kadang, keputihan yang kental diakibatkan oleh reaksi alergi atau sensitivitas terhadap bahan kimia. Reaksi ini tidak berbahaya, tapi wanita harus membatasi paparan mereka terhadap bahan kimia yang berbahaya di masa depan untuk menghindari iritasi.

Jadi, jangan khawatir jika kamu harus mengganti celana dalam dua kali sehari karena keputihan, itu hal yang normal. Keputihan umum terjadi apakah kamu aktif secara seksual atau tidak. Pastikan untuk tetap memperhatikan warna, bau, dan tingkat kenyamananmu.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *