Kamini.id / Pembalut / Ladies, Ini Lho Macam-Macam Pembalut yang Umum Digunakan!

Ladies, Ini Lho Macam-Macam Pembalut yang Umum Digunakan!

Ditulis oleh - Diperbaharui 17 Juni 2019

Ladies, seperti yang kita tahu, pembalut merupakan salah satu kebutuhan wajib setiap wanita setiap bulannya. Namun, tahukah kamu tentang jenis-jenis pembalut?

Selain jenis pembalut yang sering kita dengar, beberapa jenis pembalut yang akan disajikan berikut mungkin terdengar asing di telinga Ladies, seperti tampon dan menstrual cup. Selain jenis pembalut yang mungkin terdengar asing, pembalut sekali pakai yang sering kita gunakan ternyata masih terdiri dari beberapa jenis sesuai dengan kebutuhan.

Dengan mengetahui jenis-jenis pembalut, Ladies bisa memilih jenis pembalut yang tepat sesuai kenyamanan dan kebutuhan Ladies. Mari simak ulasan Kamini  seputar jenis-jenis pembalut berikut ini.

1. Pembalut Biasa Sekali Pakai

Pembalut biasa merupakan jenis yang paling terkenal dan paling mudah ditemukan di Indonesia. Pembalut ini tersedia di kios-kios kecil hingga di supermarket. Untuk memakai pembalut ini, kita tinggal melepaskan perekat dan memasangnya pada celana dalam. Pemakaiannya yang praktis memang merupakan alasan mengapa mayoritas masyarakat Indonesia memakai pembalut biasa ini.

Pembalut biasa sekali pakai ini sendiri masih terbagi atas beberapa jenis sesuai dengan kebutuhanmu, loh. Apakah pembalut yang biasa kamu pakai sudah sesuai dengan kebutuhanmu? Let’s check these out!

  • Panty Liner

Penggunaan Pantyliner

Panty liner adalah jenis pembalut wanita paling tipis, berbentuk pendek dan ramping, dan cocok untuk direkatkan pada pakaian dalam yang mungil. Panty liner mampu menyerap darah menstruasi atau cairan vagina meskipun daya serapnya sedikit, sesuai dengan ukurannya.

Panty liner cocok dipakai sehari-hari untuk menjaga celana dalam agar tidak lembab dan bebas noda, terutama saat keputihan berlebih. Panty liner juga bisa dipakai sebagai perlindungan di saat menstruasi tidak teratur atau darah yang keluar sangat sedikit, seperti terdapat bercak darah atau flek.

  • Regular/Medium Flow

Regular Medium Flow

Memberikan perlindungan lebih ekstra dibanding panty liner, pembalut medium flow mampu menampung cairan lebih banyak saat menstruasi. Pembalut ini juga merupakan pilihan tepat bagi Ladies yang ingin memakai pembalut dengan perekat cukup kuat dan nyaman karena ketebalannya yang sedang tidak akan mengganggu aktivitas.

  • Heavy Flow

Heavy Flow

Untuk hari-hari menstruasi dengan darah yang mengalir lebih deras, pembalut jenis heavy flow merupakan pilihan yang tepat. Didesain lebih besar, panjang, dan tebal dibanding pembalut medium flow, pembalut heavy flow mampu menampung cairan yang lebih banyak.

Karena ukurannya yang lebih tebal dan panjang, disarankan untuk memakai pakaian dalam yang sedikit lebih longgar. Beberapa jenis heavy flow juga dilengkapi dengan “sayap” di sisi kanan dan kiri sebagai keamanan tambahan agar pembalut tidak bergeser.

  • Overnight Pad

Overnight Pad

Overnight pads merupakan jenis pembalut yang memang didesain khusus untuk melindungi Ladies saat malam hari. Tentunya, tidak nyaman dan risih serta mengganggu tidur jika pada malam hari pun kita harus rutin mengganti pembalut saat menstruasi sedang deras-derasnya. Dengan variasi panjang dari 28 cm hingga 41 cm, pembalut jenis ini melindungi malam Ladies secara maksimal.

Kebanyakan overnight pad juga memiliki sayap seperti heavy flow. Ukurannya yang panjang ke belakang berfungsi untuk mencegah kebocoran. Overnight pad juga bisa dipakai pada siang hari jika Ladies menginginkan proteksi lebih saat beraktivitas.

Eits, tapi kamu juga perlu memerhatikan beberapa hal saat menggunakan pembalut biasa sekali pakai, ya. Pastikan pembalut yang akan kamu gunakan aman dari senyawa berbahaya seperti klorin, dioksin, atau hidrogen peroksida.  Biasanya senyawa-senyawa tersebut digunakan sebagai pemutih pada serat sintetis yang terdapat di dalam pembalut.

Senyawa-senyawa berbahaya tersebut bersifat karsinogenik, atau dapat memicu kanker. Jadi, bagaimana caranya meminimalisir bahaya tersebut?

  • Pastikan kemasan pembalut yang Ladies gunakan memuat izin edar dari Departemen Kesehatan.
  • Cek komposisi pembalut pada kemasan, apakah terdapat senyawa berbahaya yang tadi di sebutkan di atas.
  • Ganti pembalut setiap 3-4 jam sekali, bahkan saat jumlah darah haid tidak terlalu banyak. Semakin banyak darah haid, semakin sering Ladies harus mengganti pembalut. Penggantian pembalut yang sering merupakan bentuk pencegahan dari tumbuhnya bau dan bakteri.
  • Sebaiknya pilih pembalut yang bebas aroma untuk menghindari risiko iritasi.

Masih bingung dan galau memilih pembalut yang aman? Tenang saja, kami punya sejumlah rekomendasi pembalut yang aman di artikel 10 Merk Pembalut yang Aman ini sebagai referensimu.

2. Washable/Reusable Pad

Reusable Pad

Seperti namanya, pembalut jenis washable/reusable pad ini bisa dicuci untuk kemudian dipakai berkali-kali. Pembalut ini biasanya terbuat dari kain dan cocok bagi Ladies yang mengalami iritasi saat memakai pembalut sekali pakai.

Pembalut washable/reusable pad ini juga merupakan pilihan yang tepat jika Ladies ingin memilih pembalut yang ramah lingkungan. Jika washable pad merupakan pilihan pembalut yang sesuai dengan Ladies, disarankan untuk memilih pembalut kain yang terbuat dari kain katun murni untuk mengurangi risiko iritasi.

Pembalut kain jarang tersedia di toko-toko, tapi sudah banyak tersedia di toko online. Ladies bisa memesannya di toko pilihan Ladies dan tersedia banyak beragam ukuran, warna, dan juga desain.

3. Tampon

Tampon

Jenis pembalut ini sebenarnya hampir sama dengan pembalut biasa yang dipakai sekali pakai, hanya saja perbedaannya terletak pada cara penggunaannya. Karena cara penggunaannya ini juga, tampon masih jarang digunakan oleh wanita Indonesia. Tampon biasanya dipilih sebagai alternatif saat berolahraga seperti berenang atau menari.

Apa itu tampon? Tampon adalah pembalut berbentuk silinder yang berfungsi untuk menyerap cairan saat menstruasi. Tampon dipakai dengan cara diletakkan di dalam vagina. Bentuknya yang silinder memang didesain khusus mengikuti bentuk vagina. Terdapat benang di ujung tampon yang berfungsi sebagai penahan yang ditarik saat tampon selesai digunakan.

Sama seperti pembalut lainnya, disarankan untuk mengganti tampon dalam 3 sampai dengan 5 jam. Tampon juga sebaiknya tidak digunakan di malam hari, dan hindari menggunakan tampon terlalu lama karena berbahaya.

Tampon biasanya diimpor dari luar negeri karena masih jarang wanita Indonesia yang menggunakan tampon. Tapi, jangan khawatir, karena kamu masih bisa membelinya melalui toko online seperti Bukalapak lewat link ini.

4. Menstrual Cup

Menstrual Cup

Ladies, jenis ini juga merupakan jenis yang jarang didengar oleh wanita Indonesia selain tampon. Jika tampon merupakan pembalut sekali pakai, menstrual cup merupakan jenis pembalut alternatif yang bisa dipakai berkali-kali.

Menstrual cup terbuat dari silikon, berbentuk seperti cangkir untuk menampung darah agar bebas dari risiko tembus dan basah. Menstrual cup biasanya dipromosikan sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan karena menstrual cup bisa dipakai berkali-kali dalam jangka waktu beberapa tahun, berbeda dengan pembalut biasa sekali pakai/tampon.

Karena penggunaannya diletakkan di dalam vagina, menstrual cup juga masih tabu di kalangan wanita Indonesia. Namun jika masih ingin memakai menstrual cup, perhatikan benar-benar cara penggunaan dan cara membersihkan menstrual cup agar menghindari resiko infeksi. Menstrual cup juga sebaiknya tidak dipakai jika Ladies masih belum menikah atau jika darah menstruasi terlalu deras.

Tertarik menggunakan menstrual cup? Sama seperti pembalut kain dan tampon, menstrual cup juga sudah banyak tersedia di Bukalapak melalui link ini.

Nah, demikian jenis-jenis pembalut sesuai dengan bentuk, ukuran, atau penggunaannya, Ladies. Semoga informasi mengenai jenis-jenis pembalut ini membantu Ladies dalam memilih jenis pembalut yang tepat dan nyaman sesuai dengan kebutuhan. Mana pembalut yang lebih sesuai dengan kebutuhanmu? Bagikan pendapatmu di kolom komentar, ya!

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar