kamini.id
Kamini.id / Lifestyle / 9 Ragam Model Rambut Wanita Era Joseon yang Paling Populer

9 Ragam Model Rambut Wanita Era Joseon yang Paling Populer

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 16 Februari 2021

Pada masa Korea masih berupa kerajaan, orang Korea mempunyai kepercayaan bahwa rambut adalah warisan orang tua yang harus dijaga. Di masa tersebut lelaki dan perempuan Korea dilarang untuk memotong rambut. Sebab memotong rambut sama saja dengan merusak anugerah Tuhan yang diwariskan melalui orang tua.

Bukan hanya makna dibalik rambut saja, gaya rambut pun mempunyai simbol tertentu. Di masa ini setiap orang berhak dan bebas menata rambut sesuai keinginan. Panjang pendeknya pun tidak dipermasalahkan. Namun, di masa lalu gaya rambut, terutama wanita merupakan sebuah identitas. Seorang wanita tidak boleh asal menata rambut.

Tatanan rambut wanita pada era Dinasti Joseon terdiri dari beberapa bentuk. Tatanan rambut tersebut terus mengalami perubahan dan penyesuaian. Namun, dari keseluruhan jenis tatanan rambut, semuanya fokus pada satu hal, yakni kecantikan wanita.

Dalam menata rambut di era Joseon ada aturannya. Aturan tersebut berdasarkan usia, status sosial, dan keadaan sekitar. Nah, di bawah ini adalah beberapa model rambut wanita era Joseon yang populer.

1. Badukpan Meori (바둑판머리)

* sumber: thetalkingcupboard.com

Tatanan rambut ini digunakan oleh anak berusia 3-4 tahun. Badukpan meori dibuat dengan cara membagi rambut menjadi dua bagian kanan dan kiri. Lalu, rambut di kedua sisi tersebut disatukan dengan kepangan di belakang.

Bagian ujungnya disisakan sedikit sebagai batasan mengikat kepangan rambut. Belahan rambut di atas kepala dihiasi dengan baetssi daenggi, hiasan kepala yang ditempatkan tepat di tengah belahan rambut. Bagian ujung rambut dihias dengan daenggi, pita.

2. Kwimit Meori dan Ttaheun Meori (땋은머리/귀밑머리)

* sumber: www.pinterest.co.kr

Untuk anak muda gaya rambut yang biasanya digunakan disebut dengan kwimit meori dan ttaheun meori. Kwimit meori digunakan oleh gadis remaja, sedangkan ttaheun meori digunakan oleh laki-laki .

Gaya rambut ini adalah identitas gadis atau lelaki yang belum menikah. Penataan rambut kwimit meori mirip dengan badukpan meori yang dipakai oleh anak kecil. Gaya rambut ini dapat dipadukan dengan hiasan rambut dwikkoji yang indah di salah satu sisi rambut.

Gaya rambut kwimit meori popular pada masa Kerajaan Silla dan berlanjut pada masa Kerajaan Joseon. Sementara itu, laki-laki memakai hogeon, ikat kepala yang dipakai pada masa lalu. Adanya hogeon memudahkan penempatan topi bagi laki-laki.

3. Eoyeo Meori (어여머리)

* sumber: www.pinterest.nz

Wanita bangsawan yang telah menikah, seperti ratu dan ibu suri, ketika beraktivitas di dalam istana menggunakan tatanan rambut yang disebut eoyeo meori. Gaya rambut yang besar ini memakai wig yang mengelilingi kepala. Wig yang besar tersebut dibuat agar rambut terlihat penuh dan berisi.

Dalam eoye meori ada beberapa komponen aksesoris penting, yaitu som jeokduri sebagai tempat meletakan wig di atas kepala. Selain itu ada juga maegae deanggi dipakai untuk menahan wig agar tidak terlepas. Untuk memperindah eoyeo meori, tteoljam atau hiasan rambut disematkan di sekeliling wig besar tersebut.

4. Jjokjin Meori (쪽진 머리)

* sumber: lovesouthkorea.tumblr.com

Gaya rambut berikut ini merupakan gaya rambut paling klasik pada masa Korea zaman dulu. Di masa ini gaya rambut tersebut juga masih digunakan saat memakai hanbok. Jjokjin meori dipakai oleh wanita yang sudah menikah.

Gaya rambut ini dibuat dengan cara membelah rambut dan mengikat rambut tersebut menjadi sanggul di belakang leher. Sanggul ini ditahan oleh tusuk konde yang disebut binyeo.

Material binyeo dan desainnya sangat bervariasi. Material ini yang membedakan status sosial wanita pemakainya. Binyeo ada yang terbuat dari emas, perak, bambu, batu alam, tulang binatang, dan lain-lain.

Sementara itu, desain binyeo pun beragam. Ada yang berbentuk naga, burung pheonix, bunga teratai, bebek liar dan masih banyak lagi. Ukuran binyeo kira-kira sepanjang dua kaki. Sanggul pada jjokjin meori, dapat menahan sejumlah aksesori yang menghiasi rambut.

5. Eonjeun Meori (얹은머리)

* sumber: thetalkingcupboard.com

Gaya rambut ini dipakai oleh gisaeng dan bangsawan dan wanita yang telah menikah, sama seperti jjokjin meori. Bedanya sanggul pada eonjeun meori ditempatkan di atas kepala. Eonjeun meori tidak sering dipakai layaknya jjokjin meori yang dapat dipakai sehari-hari.

Dalam kesehariannya gisaeng dan wanita bangsawan memakai eonjeun meori. Gaya rambut eonjeun meori memakai wig sebagai komponen utamanya untuk membuat rambut lebih berisi. Dari gambar tersebut bisa dibayangkan bahwa betapa beratnya eonjeun meori.

Wig yang dipakai pada eonjeun meori terbuat dari rambut manusia asli. Oleh karena itu harganya sangat mahal dan langka. Mengingat di masa itu rambut manusia untuk dijadikan wig susah didapatkan sebab wanita menolak untuk memotong rambut.

Di masa itu ada larangan dari kerajaan pada rezim raja Yeongjo. Terlebih lagi pemakaian eonjeun meori terlalu beresiko menyebabkan cedera leher. Sebagai penggantinya jeokduri dipakai untuk menghiasi rambut wanita di masa itu.

6. Keun Meori (큰머리)

* sumber: id.pinterest.com

Keun meori adalah ibu dari semua jenis gaya rambut Korea dan dipakai oleh wanit bangsawan kerajaan. Gaya rambut ini berbentuk besar dan sangat berat. Keun meori menggunakan hiasan rambut yang super besar yang disebut tteoguji.

Tteoguji awalnya terbuat dari rambut manusia asli. Namun, karena adanya larangan menggunakan rambut manusia, tteoguji kemudian dibuat dari kayu yang diukir dan dicat berwarna hitam menyerupai rambut manusia.

Nampaknya tteoguji kayu lebih praktis dan ringan daripada tteoguji yang terbuat dari rambut manusia. Hal tu menyebabkan tteooguji terus digunakan.

7. Daesu Meori (대수머리)

* sumber: thetalkingcupboard.com

Dalam pernikahan keluarga kerajaan, daesu meori atau mahkota dikenakan oleh mempelai perempuan. Hiasan kepala yang besar dan berat ini digunakan oleh putri atau ratu. Daesu meori dihiasi bebagai macam ornamen yang memperindah mahkota.

Gaya rambut daesu meori dipadukan dengan jeokui, pakaian yang dikenakan saat upacara pernikahan. Jeokui dikenakan sebagai pakaian khusus upacara keagamaan dan pernikahan pada masa Kerajaan Goryeo dan Kerajaan Joseon.

Warna jeokui yang dikenakan oleh mempelai perempuan memiliki makna yang berbeda berdasarkan warnanya. Jeokui berwarna ungu-merah dipakai oleh permaisuri, sedangkan jeokui berwarna merah muda dikenakan oleh ratu. Putri mahkota menggunakan jeokui biru.

8. Cheopji Meori (첩지머리)

* sumber: fashion.chosun.com

Gaya rambut ini dipakai oleh para dayang istana dan keluarga kerajaan. Istilah cheopji diambil dari hiasan rambut yang dikenakan oleh para dayang. Cheopji ditempatkan di atas kepala pada rambut yang diikat dengan gaya jjokjin meori. Cheopji terbuat dari perak dan umumnya mempunyai bentuk katak. Cheopji dipakai saat mengenakan pakaian upacara tertentu.

9. Ko Meori (코머리)

* sumber: www.pinterest.co.kr

Para wanita dari kelas bawah menata rambut mereka dengan gaya rambut yang disebut dengan ko meori. Tatanan rambut seperti ini dibuat dengan cara membagi rambut menjadi dua bagian kepangan.

Dua kepang rambut tersebut ditarik ke atas dan diikat dengan menggunakan daenggi. Pita yang umumnya berwarna merah. Daenggi ini mengikat kepangan rambut agar rambut tidak terurai.

Nah, itu dia beberapa gaya rambut wanita Korea zaman dulu yang sering dikenakan. Tertarik untuk mencobanya? Ditambah dengan hanbok cantik, tatanan rambut seperti itu akan membawamu merasai pengalaman menjadi wanita Korea di zaman dahulu.

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram