Logo Kamini

Buka Pintu Maaf untuk Inara, Wardatina: “Welcome, Tapi Hukum Tetap Jalan”

Ditulis oleh Kamini.id
Buka Pintu Maaf untuk Inara, Wardatina “Welcome, Tapi Hukum Tetap Jalan”_
Sumber gambar: Instagram/@wardatinamawa

Kamini.id – Dinamika kasus dugaan perzinaan yang melibatkan Insanul Fahmi dan Inara Rusli kembali memasuki babak baru. Sang istri sah, Wardatina Mawa, menyatakan bahwa dirinya siap membuka pintu maaf untuk Inara. Namun, ia menegaskan bahwa pemberian maaf tidak akan menghentikan proses hukum yang sudah berlangsung.

Dalam momen wawancara di Bogor pada Selasa (10/12), Wardatina menyebut bahwa hingga kini belum ada itikad baik dari Inara untuk meminta maaf secara langsung.

“Belum ada sedikitpun itikad baik dari kakak itu untuk minta maaf,” ungkap Mawa.

Meski begitu, ia mengatakan bahwa jika suatu hari Inara datang dengan niat tulus, ia tetap akan menerimanya sebagai bentuk penghargaan terhadap langkah tersebut.

“Nggak apa-apa sih kalau ada niat untuk minta maaf, aku welcome, dan aku bakal menghargai hal itu, tapi tetap ya proses hukum aku akan mempertimbangkan,” jelasnya.

Wardatina Mawa sebelumnya telah melaporkan Insanul Fahmi dan Inara Rusli ke pihak kepolisian atas dugaan tindak pidana perzinaan. Laporan itu diperkuat dengan bukti berupa rekaman CCTV dan bukti elektronik lain yang sudah diserahkan kepada penyidik.

Pada 4 Desember lalu, Mawa memenuhi panggilan Polda Metro Jaya sebagai saksi. Selama pemeriksaan, ia menjalani 26 pertanyaan yang menggali detail dugaan perzinaan tersebut. Saat ini, ia menunggu panggilan lanjutan dari penyidik untuk kelanjutan proses hukum.

“Iya sudah serahin semua bukti ke penyidik, tapi belum ada panggilan lagi. Insya Allah minggu depan ada panggilan dari Polda,” tuturnya.

Di tengah kasus yang terus berjalan, Mawa mengungkapkan bahwa ia masih menjalin komunikasi dengan Insanul Fahmi. Hal ini terjadi meski hubungan rumah tangga mereka sedang berada di titik kritis.

Menurut pengakuannya, komunikasi itu biasanya seputar hal-hal spiritual. Bahkan, Insanul sempat mengingatkannya untuk menjalankan salat malam.

“Ada (komunikasi dengan Insan), tadi malam juga di-chat disuruh tahajud, jangan lupa tahajud, jangan lupa zikir,” ujarnya.

Pengakuan ini membuat publik kembali menyoroti dinamika hubungan keduanya, terutama mengingat laporan hukum yang sedang diproses. Banyak yang menilai bahwa komunikasi tersebut memperlihatkan potret rumit antara persoalan hati, keluarga, dan proses hukum yang harus tetap berjalan.

Kasus dugaan perzinaan yang menyeret nama Inara Rusli dan Insanul Fahmi menjadi salah satu topik paling hangat dalam beberapa pekan terakhir. Banyak warganet yang bersimpati pada Mawa, sementara sebagian lain menantikan perkembangan hukum hingga tuntas.

Wardatina sendiri tampaknya berusaha tetap tenang dan fokus pada penyelesaian kasus secara prosedural. Meski membuka pintu maaf, ia menegaskan bahwa tanggung jawab hukum tetap harus dihadapi.

Kaminiers, kisah ini kembali mengingatkan bahwa proses memaafkan dan proses mencari keadilan bisa berjalan berdampingan—namun keduanya memiliki jalur yang berbeda.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram