Dua Minggu kepergian Gary, Richa Novisha Ungkap Momen Lebaran dan Firasat Suami

Kamini.id – Duka mendalam masih menyelimuti Richa Novisha setelah kepergian Gary Iskak dua minggu lalu. Dalam penampilannya sebagai bintang tamu di program Pagi Pagi Ambyar Trans TV pada Rabu (10/12), Richa kembali mengenang sosok sang suami, cerita yang membuat suasana studio dipenuhi emosi dan rasa haru.
Baca juga: 16 Tahun Bersama, Richa Novisha Lepas Kepergian Gary Iskak dengan Pesan Menyentuh
Di mata Richa, Gary Iskak bukan hanya pasangan hidup, tetapi juga motivator terbaik dalam rumah tangga mereka. Ia menyebut Gary sebagai pria romantis yang selalu hadir sebagai suporter terbesar, terutama ketika Richa berada dalam masa sulit.
“Beliau selalu bilang, ‘jangan nyerah ya bun’. Dia satu-satunya orang yang selalu nyemangatin aku kalau lagi down,” ungkap Richa dengan suara bergetar.
“Kalau aku lagi kesal sama dia, dia yang nyemangatin, ‘jangan nyerah sama ayah, ya bun’,” lanjutnya.
Namun bagian paling menyayat hati dalam ceritanya adalah ketika Richa mengungkap firasat-firasat yang dialami Gary beberapa tahun terakhir. Menurut Richa, sang suami semakin sering berbicara tentang kematian, meski kondisinya saat itu baik-baik saja.
Salah satu momen yang paling membekas adalah saat Lebaran tahun ini. Ketika anak-anak Gary dari pernikahan sebelumnya hendak pulang setelah berkumpul, Gary mendadak menunjukkan amarah yang tidak biasa.
“Anak-anak nggak pernah lihat ayahnya semarah itu. Biasanya kalau marah cuma ditegur, waktu itu nggak,” kenang Richa.
Dalam amarah yang emosional itu, Gary sempat melontarkan kalimat yang kini terasa seperti pertanda.
“‘Kenapa pulang? Kamu udah jarang ke sini, jarang nengokin ayah. Nanti kalau lebaran tahun depan ayah nggak ada, gimana?’ katanya,” ujar Richa, menirukan ucapan sang suami.
Ucapan itu kini menggoreskan kesedihan mendalam bagi keluarga. Tak lama setelah momen tersebut, firasat itu seakan menjadi kenyataan. Seperti diketahui, Gary Iskak meninggal dunia pada Sabtu (29/11) akibat kecelakaan tunggal. Insiden itu menyebabkan pendarahan parah hingga Gary menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit.
Mengenang firasat-firasat itu, Richa mengaku masih sulit menerima kenyataan. Meski berusaha tegar, air matanya tetap jatuh saat menceritakan kembali ucapan-ucapan Gary yang kini terasa begitu berarti.
Gary Iskak bukan hanya dikenal sebagai aktor, tetapi juga sebagai sosok ayah yang hangat bagi anak-anaknya. Cerita Richa menegaskan betapa besar cinta dan perhatian Gary terhadap keluarga, bahkan di detik-detik terakhir hidupnya.
Kaminiers, kisah ini menjadi pengingat bahwa firasat terkadang hadir sebagai cara semesta memberi sinyal. Bagi Richa dan keluarga, kenangan itu kini menjadi penguat untuk melanjutkan hidup sambil menjaga cinta yang ditinggalkan Gary Iskak.
