Fujianti Utami Kesal Dan Hampir Ribut Usai Direkam Diam-diam Selama 1 Jam, Begini Kronologinya

Kamini.id – Fujianti Utami kembali menjadi sorotan setelah membagikan pengalaman tak menyenangkan sebagai figur publik. Dalam podcast bersama Raditya Dika, Fuji menceritakan salah satu momen paling membuatnya emosi: direkam diam-diam oleh seseorang selama satu jam penuh.
“Sebenernya aku risi kalau direkam diam-diam,” ujar Fuji dalam konten YouTube Raditya Dika yang tayang Selasa (16/12).
Ia menegaskan bahwa menjadi public figure bukan berarti semua orang bebas mengambil gambar tanpa izin, apalagi untuk kepentingan konten yang kemudian diberi narasi spekulatif.
Fuji menjelaskan bahwa ia sering merasa tidak nyaman ketika kamera diarahkan kepadanya tanpa sepengetahuan atau permintaan izin terlebih dahulu. Menurutnya, perlakuan seperti itu membuat ia merasa diawasi dan kehilangan ruang untuk bersantai layaknya manusia biasa.
“Ya public figure juga manusia, ada capeknya,” tutur Fuji.
Salah satu kejadian paling ekstrem dialami Fuji saat sedang merayakan tahun baru di Bali. Ia mengaku direkam diam-diam oleh seorang ibu-ibu selama sekitar satu jam.
“Aku pernah loh, aku hampir pengin ribut karena aku direkam satu jam, Kak,” ceritanya.
Fuji mengungkapkan bahwa ia sudah mencoba memberi tanda penolakan dengan gestur tangan menyilang. Si perekam bahkan sempat mengangguk seolah memahami, namun tetap melanjutkan aksinya.
“Semula aku sudah nolak baik-baik. Tapi tetap direkam,” katanya.
Merasa privasinya dilanggar, Fuji akhirnya naik pitam. Ia keluar dari kolam renang dan menghampiri ibu tersebut untuk meminta video itu dihapus.
“‘Bu, saya enggak mau direkam, hapus sekarang,’” ujar Fuji menirukan perkataannya.
Namun, situasi justru memanas karena ibu tersebut merasa tidak salah dan mengklaim berhak merekam siapapun dengan ponsel pribadinya.
“Ujung-ujungnya kami dipisahin sama satpam tiga. Orangnya bilang, ‘Kan hape kita. Emang kenapa kalau direkam? Mau lapor apa?’” ujar Fuji.
Raditya Dika yang mendengar cerita itu pun ikut menanggapi. Ia menekankan pentingnya etika meski tidak ada aturan tertulis.
“Mungkin nggak ada aturannya, tapi secara etika kan elu pengin have fun, gue juga pengin have fun,” ujar Raditya.
Fuji menambahkan bahwa ia memahami risiko menjadi figur publik dan berada di bawah sorotan, namun tetap berharap masyarakat bisa menjaga batas privasi.
“Aku tahu risiko public figure, tapi kalau misalnya aku sudah tegur, saling ngertiin lah,” tutupnya.
Pengalaman Fuji ini kembali memicu diskusi publik mengenai batasan privasi selebritas di ruang publik. Banyak netizen yang mendukung Fuji dan menilai etika merekam seseorang tanpa izin seharusnya tetap diperhatikan, siapa pun orangnya.
