Logo Kamini

Pihak Ruben Onsu Tanggapi Kedatangan Debt Collector ke Rumah Sarwendah: ‘Terlalu Dibesar-besarkan’

Ditulis oleh Kamini.id
• Diperbaharui 16-11-2025
Pihak Ruben Onsu Tanggapi Kedatangan Debt Collector ke Rumah Sarwendah ‘Terlalu Dibesar-besarkan’_
Sumber gambar: instagram/ruben_onsu

Kamini.id – Polemik antara Sarwendah dan Ruben Onsu kembali memanas. Setelah rumah Sarwendah didatangi debt collector yang mencari mobil dengan dugaan tunggakan cicilan, kini pihak Ruben Onsu angkat bicara dan memberikan respons yang cukup mengejutkan.

Pengacara Ruben, Minola Sebayang, menilai bahwa konferensi pers yang dilakukan Sarwendah pasca insiden tersebut justru terkesan mengarah pada upaya mendiskreditkan kliennya.

“Saya menduga ada tujuan lain di balik langkah tersebut… preskon-nya ingin mendiskreditkan klien kami, Ruben,” ujar Minola di kawasan Pulomas, Jakarta Timur, Sabtu (15/11).

Minola menyebut bahwa situasi itu seharusnya sederhana karena debt collector tersebut datang ke alamat yang salah. Menurutnya, Sarwendah tak perlu membuatnya menjadi permasalahan besar.

“Kalau memang salah alamat, tinggal bilang saja bahwa yang bertanggung jawab adalah pihak lain. Kenapa harus dibawa ke publik?” ujarnya heran.

Tidak berhenti di situ, pihak Ruben Onsu juga menyinggung isu lebih besar yang menurut mereka justru tertutup oleh hebohnya insiden debt collector: hak Ruben untuk bertemu anak-anaknya.

Minola mengungkap bahwa sudah dua bulan sejak kepulangannya dari umrah, Ruben belum mendapatkan akses bertemu anak-anak, meski sebelumnya sudah ada kesepakatan, 0dua hingga tiga hari per minggu.

Selain soal pertemuan, Minola turut membeberkan bahwa Ruben tetap menjalankan tanggung jawab finansialnya meski telah bercerai.

“Sejak perceraian bulan September 2024, Ruben masih memberikan biaya Rp 242.629.000 per bulan kepada S,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia juga menyebut Ruben bahkan masih menanggung kebutuhan rumah tangga lain, termasuk biaya plastik sampah rumah yang mencapai Rp5,2 juta per bulan.

Dengan pernyataan tersebut, pihak Ruben mempertanyakan: apakah kedatangan debt collector yang salah alamat benar-benar masalah utama, atau justru ada hal lebih penting yang tak boleh dilupakan, yaitu hubungan anak dan ayahnya.

Kaminiers, drama keluarga satu ini tampaknya masih jauh dari kata selesai. Kita tunggu saja perkembangan berikutnya.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram