Kamini.id / Wajah Sensitif / Yuk, Kenali 10 Penyebab Kulit Sensitif yang Jarang Diketahui!

Yuk, Kenali 10 Penyebab Kulit Sensitif yang Jarang Diketahui!

Ditulis oleh - Diperbaharui 9 April 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kulit sensitif merupakan keadaan dimana muncul kekeringan, iritasi, kemerahan, pengelupasan, serta terjadi peradangan pada kulit. Perlu digaris bawahi, kulit sensitif bukanlah suatu penyakit. Namun kulit sensitif bisa mengindikasikan adanya suatu penyakit kulit tertentu. Beberapa diantaranya yaitu eczema, rosacea dan psiosaris.

Secara klinis, kulit sensitif terjadi diakibatkan karena terjadinya iritasi saraf tepi pada lapisan kulit paling luar. Hal ini dikarenakan lipid (lemak) barrier yang terdapat pada kulit terganggu.

Padahal barrier ini sangat diperlukan oleh kulit karena bermanfaat dalam mengontrol masuk dan keluarnya cairan serta memproteksi dari sinar UV, angin, panas dan bahan-bahan kimia keras yang dapat menempel pada kulit.

Tipe-Tipe Kulit Sensitif

Gejala kulit sensitif biasanya tidak akan terasa, sampai timbul reaksi buruk terhadap suatu keadaan atau produk tertentu ketika diaplikasikan pada kulit. Nah, terdapat beberapa tipe kulit sensitif. Karena itu kulit sensitif sulit didiagnosa sebelum muncul reaksi-rekasi seperti kulit kemerahan, gatal, kering, atau meradang.

1. Natural Sensitive Skin

faktor genetik

* sumber: www.foxchase.org

Kulit sensitif ini didapatkan karea faktor genetik atau keturunan. Biasanya bila salah satu anggota keluarga memiliki jenis kulit sensitif, akan ada anggota keluarga lain yang memiliki jenis kulit sama. Tipe kulit sensitif ini juga bisa berhubungan dengan peradangan serta penyakit kulit seperti eczema, rosacea dan psiosaris.

2. Environmental Sensitive Skin

polusi

* sumber: lexassisto.com

Sesuai dengan namanya, tipe kulit sensitif ini terjadi karena faktor lingkungan, seperti paparan sinar UV yang pebrlebihan, debu, dan polusi. Tak hanya itu, environmental sensitive skin juga dapat disebabkan oleh gaya hidup yaitu merokok, konsumsi alkohol, atau kafein yang berlebihan.

3. Thin Skin

pertumbuhan

* sumber: www.vecteezy.com

Berbeda dengan tipe-tipe jenis kulit sensitif lain, jenis kulit sensitif ini umumnya memang terjadi pada semua orang. Thin skin terjadi karena adanya penipisan kulit seiring dengan pertumbuhan seorang individu. Jadi semakin kita tumbuh, secara alami kulit akan mengalami penipisan. Penipisan kulit ini pada beberapa orang cenderung mudah teriritasi dan mengantarkan pada keadaan kulit sensitif.

4. Kulit Reaktif

Skincare

* sumber: tirto.id

Kulit reaktif atau reactive skin terjadi ketika kulit bereaksi saat terjadi kontak dengan produk-produk tertentu. Tipe kulit sensitif ini akan mengalami peradangan dan menjadi kemerahan bila terkena produk yang diaplikasikan pada kulit, biasanya produk kecantikan.

Penyebab dan Pemicu Kulit Sensitif

Setelah mengenal dan membedakan tipe-tipe kulit sensitif,  kamu perlu mengetahui apa saja yang menjadi penyebab atau pemicu lapisan lipid barrier kulit menjadi terganggu. Berikut adalah penyebab-penyebabnya.

1. Hot Shower

mandi air panas

* sumber: www.nhscs.org

Memang tidak ada yang mengalahkan kenikmatan mandi air hangat pada pagi yang sangat digin. Namun bila kamu pencinta hot shower, kamu juga harus berhati-hati. Karena mandi dengan air hangat ternyata bisa membahayakan kulit.

Air yang terlalu panas ternyata dapat merusak lipid barrier kulit dan menghilangkan minyak alami yang berguna menjaga kelembaban kulit. Hal ini akan mengakibatkan kulit menjadi kering dan dalam jangka waktu lama, dapat menjadikan kulitmu menjadi sensitif.

2. Kurang Tidur dan Stres

Stress

* sumber: time.com

Para night owl juga perlu berhati-hati karena kebiasaan ini dapat menyebabkan perubahan hormonal, dan akan mengantarkan pada keadaan kulit yang tak sehat. Bila kebiasaan ini dilakukan dalam jangka panjang, tentu saja dapat menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif.

Tak hanya itu, stres juga dapat mempengaruhi kulit kamu. lho. Sebab stres juga dapat memengaruhi kinerja hormon-hormon yang ada dalam tubuh kita, termasuk hormon yang mengatur kesehatan kulit. Jadi coba kurang-kurangi stres ya.

3. Perubahan Suhu yang Ekstirm

cuaca extrim

* sumber: www.slsc.org

Seiring perubahan suhu atau pun musim, seluruh tubuh juga akan beradaptasi menyesuaikan perubahan tersebut. Tak terkecuali kulit. Seperti yang kita tahu, suhu lingkungan yang dingin dapat menyebabkan kulit menjadi kering. Sebaliknya, ketika suhu lingkungan panas, kulit akan mengeksresikan cairan dalam bentuk keringat sehingga kulit akan terasa lengket dan lembab.

Nah, perubahan suhu ekstrim ternyata dapat memaksa kinerja kulit tersebut. Bila terjadi secara terus-menerus, hal ini dapat menyebabkan terganggunya lipid barrier kulit. Tentu saja lipid barrier yang terganggu dapat mengantarkan pada kulit sensitif.

4. Paparan Sinar Matahari

paparan Sinar Matahari

* sumber: www.griffinandrow.com

Lipid barrier dapat berperan dalam memproteksi kulit dari paparan sinar matahari. Sinar matahari bahkan bisa menembus lapisan kulit paling dalam dan menyebabkan abnormalitas pada kulit. Bila dibiarkan tanpa proteksi tambahan, kemampuan lipid barrier dalam memproteksi akan menurun. Hingga akan mengakibatkan kulit menjadi mudah teriritasi, kering, dan meradang.

5. Dehidrasi

dehidrasi

* sumber: greatist.com

Ketika kamu kekurangan asupan cairan, seluruh bagian tubuh akan bereaksi. Tak terkecuali kulit. Bila kamu kekurangan cairan, tak akan ada stock cairan yang dapat digunakan oleh tubuh untuk menjaga kulit agar tetap lembab.

Inilah yang menyebabkan kulit menjadi kering bila tidak ada asupan cairan yang cukup. Apabila tidak ditindaklanjuti, kulit akan semakin kering dan mudah meradang hingga menyebabkan terjadinya kulit sensitif.

6. Produk Skincare

skincare 2

* sumber: www.genpi.co

Tak semua produk skincare dapat bereaksi baik bagi kulitmu. Bila produk skincare mengandung bahan kimia yang tidak compatible dengan kulitmu, maka hal ini perlu diwaspadai. Bukannya merawat kulit, produk ini hanya akan menyebabkan kerusakan pada lapisan kulit.

Sebaiknya, sebelum mengaplikasikan produk skincare secara menyeluruh, lakukan patch test terlebih dahulu untuk memastikan kulitmu tidak menujukkan reaksi apapun terhadap produk tersebut. Sehingga kamu akan terbebas dari resiko berbahaya pada kulit.

7. Over-exfoliating

Exfoliation cara menghilangkan kulit wajah terkelupas dengan cepat

* sumber: www.laroche-posay.co.uk

Eksfoliasi memang berguna untuk mengangkat sel-sel kulit mati. Termasuk mengangkat kotoran dan debu yang menyumbat pori-pori. Namun bila dilakukan berlebihan, tahapan perawatan kulit ini nyatanya hanya membuat kulit semakin kering. Secara tidak langsung, eksfoliasi yang berlebihan akan mengikis lipid barrier pada kulit.

Bahkan yang lebih parah, eksfoliasi dapat mengikis lapisan epidermis, lho. Para dermatologist dan dokter menganjurkan untuk melakukan ekfoliasi cukup satu kali selama seminggu. Bila dilakukan lebih dari itu, kemungkinan akan membahayakan kulit.

8. Kafein atau alkohol

* sumber: www.lifestyles.com

Kafein dan alkohol adalah dua bahan stimulan dan diuretik. Artinya, kedua bahan ini merupakan obat untuk membuang kelebihan air dan garam dalam tubuh dalam bentuk urin. Bila kamu mengonsumsi kedua bahan ini berlebihan, cairan dalam tubuhmu akan berkurang secara terus-menerus. Tentu saja kondisi ini akan mengantarkan kulit menjadi kering.

9. Polusi

skin-polution

* sumber: www.laserexpress.in

Sama halnya dengan sinar matahari, polusi udara juga sangat berbahaya untuk kulit. Masih ingat fungsi lipid barrier untuk melindungi dari polusi udara juga? Nah, paparan yang terlalu sering dan berlebihan malah akan membuat kinerja lipid barrier semakin menurun. Inilah yang menjadi alasan utama mengapa polusi dapat membuat kulit menjadi sensitif.

10. Perubahan Hormonal

Mengurangi rasa kram saat menstruasi

Tak hanya secara psikis, perubahan hormonal juga dapat mempengaruhi keadaan fisik seseorang. Kamu pasti sudah sering mengalami kemunculan jerawat ketika menstruasi datang. Tak hanya pada saat menstruasi, perubahan hormonal juga dapat terjadi pada wanita yang tegah hamil. Nah, kulit sensitif juga bisa disebabkan oleh perubahan hormonal ini.

Itulah 10 penyebab dan pemicu kulit sensitif yang harus kamu ketahui. Bila kamu terlanjur memiliki kulit yang sensitif, biasanya para dokter atau dermatologist akan menyarankan untuk memakai produk-produk perawatan kulit yang berbahan ringan. Sedangkan bagi pemilik kulit normal, kamu harus rajin merawata kulit dengan tepat agar kulimu tetap sehat.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *