Kamini.id / Rambut Bercabang / Inilah Penyebab Rambut Bercabang yang Perlu Diketahui

Inilah Penyebab Rambut Bercabang yang Perlu Diketahui

Ditulis oleh - Diperbaharui 10 April 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Rambut yang halus, lembut dan berkilau dianggap sebagai standar rambut sehat. Jadi, kalau rambut frizzy, kering, rapuh, susah diatur dan becabang berarti ada yang salah dengan rambut Anda. Split ends, atau rambut bercabang, bisa diatasi. Tetapi, penting untuk memahami terlebih dahulu apa yang menyebabkan mereka terjadi dan nanti Kamini juga akan sedikit membahas bagaimana cara mencegahnya.

Ciri-ciri split ends persis seperti bagaimana namanya, yaitu ujung rambut yang membelah. Rambut becabang terjadi ketika batang rambut terbelah dari yang seharusnya berupa untai tunggal menjadi banyak, dan biasanya terjadi di ujung rambut.

Ini biasanya merupakan tanda rambut rusak dan tidak sehat. Split ends terjadi sebagai tanggapan terhadap perawatan kimia yang berlebihan atau berulang, kebiasaan perawatan yang kurang benar, atau berbagai paparan lingkungan.

Rambut bercabang dapat menyebabkan kerusakan progresif pada rambut, disebut sebagai ‘pelapukan’. Inilah yang membuat rambut menjadi keriting (bukan keriting alami,), kusut dan rapuh, sehingga sulit untuk ditata.

Setelah paparan berulang, lapisan pelindung luar rambut yang bernama kutikula tidak lagi mempertahankan fungsi pelindungnya. Hilangnya lapisan ini membuat sisa helai rambut lebih rentan terhadap kerusakan, yang mengakibatkan munculnya ujung bercabang.

Lalu, apa saja penyebab rambut bercabang? Sebenarnya ada banyak faktor yang bisa menyebabkan split ends. Bisa dikategorikan menjadi faktor genetika, faktor gizi dan faktor luar. Yuk, langsung saja disimak penjelasannya bersama Kamini!

Faktor Genetik

Sebelum membahas faktor nutrisi dan eksternal yang dapat mengarah pada pengembangan ujung rambut bercabang, Kamini mau membahas terlebih dahulu faktor yang mendahului semua itu, yaitu gen. Ya, ada juga faktor internal atau genetik yang dapat menyebabkan rambut bercabang. Berikut diantaranya.

1. Trichorrhexis nodosa

* sumber: www.researchgate.net

Trichorrhexis nodosa adalah kelainan autosom dominan yang diwariskan pada batang rambut. Penyakit bawaan ini bisa terlihat pada titik-titik yang menebal atau menyimpul, yang merupakan titik lemah penyebab kerusakan rambut. Kondisi ini juga digambarkan sebagai ‘bamboo hair’ alias ‘rambut bambu’.

Ini adalah cacat bawaan yang paling umum pada rambut. Tetapi, masalah ini juga dapat terjadi pada orang-orang yang memiliki rambut normal yang telah terkena kerusakan yang parah.

Trichorrhexis nodosa membuat rambut lebih rentan terhadap kerusakan karena titik lemahnya ada di sepanjang helai rambut, dari atas sampai bawah. Kerusakan lanjutannya dapat disebabkan oleh pemicu umum, seperti perawatan termal dan kimia, atau bahkan hal simpel seperti terlalu banyak menyisir rambut.

Karena kondisi ini menyebabkan ada ‘potongan-potongan’ di beberapa titik helai rambut, split ends yang terjadi pada rambut Anda bisa membelah cukup panjang sampai ke si ‘titik bambu’ terdekat dari ujung rambut.

2. Trichothiodystrophy

* sumber: www.thesun.ie

Trichothiodystrophy adalah contoh lain dari kondisi ‘warisan’ orang tua yang dapat menyebabkan peningkatan jumlah ujung bercabang. Ini adalah kelainan genetik resesif autosom yang langka yang memanifestasikan dirinya dalam banyak sistem dan jaringan tubuh.

Namun, kelainan ini lebih sering memengaruhi rambut. Trichothiodystrophy ditandai dengan rambut rapuh. Kerapuhan rambut ini bisa juga karena kekurangan sulfur.

Sulfur adalah salah satu komponen utama yang bertanggung jawab untuk menjaga kekuatan dan integritas rambut. Ketika rambut memiliki jumlah sulfur rendah yang tidak normal, itu tidak akan cukup kuat untuk menahan trauma harian pada rambut. Bahkan hal sehari-hari yang tidak kita sadari seperti menyisir rambut pun bisa menjadi ancaman. Kondisi ini biasanya menghasilkan rambut pendek yang jarang-jarang.

Kerusakan Gizi

Faktor penyebab split ends yang lainnya, masih dari penyebab internal, adalah gizi yang tak cukup. Tahukah Anda, kalau rambut kita jumlahnya kira-kira ada 100.000 helai? Dan, setiap bulannya, rambut tumbuh sekitar 10 mm atau 0,3 – 0,4 mm per hari? Nah, proses ini membuat rambut membutuhkan banyak energi dan nutrisi yang tepat.

Nutrisi memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan rambut. Diet seimbang protein, vitamin dan mineral adalah cara yang baik untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan rambut supaya bisa sehat dan kuat.

Jika ada ketidakseimbangan atau kekurangan nutrisi, maka akan menyebabkan perkembangan rambut rusak. Meskipun ada banyak vitamin dan mineral yang dapat membantu dan menjaga integritas rambut, beberapa kandungan yang paling berpengaruh adalah seng, zat besi dan protein.

1. Zinc

* sumber: www.myprotein.com

Zinc atau seng adalah unsur kimia dengan lambang kimia Zn. Mungkin Anda sudah cukup sering mendengar namanya, karena seng merupakan unsur pertama golongan 12 pada tabel periodik. Seng sangat mempengaruhi folikel rambut dan pertumbuhan rambut.

Kekurangan seng dapat menyebabkan penurunan pertumbuhan rambut yang berpengaruh pada split ends juga. Zat seng bisa Anda dapatkan dengan mengonsumsi tiram, daging sapi, ayam, kalkun, kakao (cokelat), kacang polong, kacang tanah dan lain-lain.

2. Zat Besi

* sumber: www.tejamhomoeoclinic.com

Zat besi membantu sel darah merah membawa oksigen ke sel di seluruh tubuh Anda. Ini menjadikannya mineral penting bagi banyak fungsi tubuh, termasuk pertumbuhan rambut.

Kekurangan zat besi yang juga menjadi penyebab anemia, merupakan faktor utama kerontokan rambut dan masalah rambut lainnya. Zat ini juga penting untuk produksi hemoglobin, yang bertanggung jawab untuk pengangkutan oksigen ke tubuh untuk pertumbuhan dan perbaikan sel-sel.

Sebenarnya, sel-sel matriks folikel rambut tumbuh dengan cepat. Tapi, tanpa zat besi yang memadai, sel-sel tersebut tidak akan memiliki nutrisi yang cukup untuk tumbuh dan membelah. Inilah yang menyebabkan penurunan pertumbuhan rambut.

Zat besi dapat Anda peroleh dari daging hewan seperti sapi, babi, unggas, hati domba dan ikan. Sedangkan dari sayuran, Anda bisa menemukannya di kacang pistachio, daun peterseli hijau, aprikot kering dan buah ara.

3. Asam Amino

* sumber: www.hairguard.com

Kehadiran asam amino sangat penting di hampir semua jaringan tubuh Anda, termasuk rambut. Kemungkinan rambut Anda yang mulai menipis dan terbelah-belah di ujungnya disebabkan oleh kekurangan asam amino atau protein. Ada sebanyak 18 asam amino dapat ditemukan di rambut, beberapa diantaranya adalah prolin, treonin, leusin, arginin dan keratin yang termasuk protein.

Anda bisa menemukan zat lisin dalam daging, telur, kedelai, kacang hitam, quinoa dan biji labu. Tryptophan ada di sebagian besar makanan berprotein tinggi termasuk bibit gandum, keju, ayam dan kalkun. Selanjutnya, pembahasan keratin akan dilanjutkan di bawah.

4. Protein

* sumber: www.hairguard.com

Protein, khususnya keratin, ditemukan di korteks (lapisan terluar dari suatu organ) dan berfungsi sebagai komponen struktural rambut. Kekurangan protein, terutama keratin, dapat menyebabkan penipisan, kelemahan, kerontokan rambut dan juga split ends.

Keratin sangat kaya akan sistein (sejenis asam amino sulfur), yang membentuk ikatan disulfida antar molekul, menambah kekuatan dan ketahanan pada seluruh struktur rambut.

Keratin bisa Anda dapatkan dari telur, susu, tiram, bir, kacang almond, blueberry, hingga protein whey. Anda bisa juga mengonsumsi lentil, quinoa, kacang tanah, brokoli, edamame, alpukat, tahu, keju cottage, Greek yogurt, ikan dan berbagai sumber daging.

Tidak ada bukti yang jelas dan meyakinkan bahwa suplemen asam amino atau solusi topikal dapat meningkatkan pertumbuhan rambut. Jadi, sebaiknya Anda mengonsumsi makanan sehat saja daripada minum suplemen.

Faktor Lingkungan

Apa pun yang dapat merusak kutikula (lapisan terluar batang rambut), maka dapat menyebabkan ujung bercabang juga. Penyebab umum ujung rambut bercabang adalah panas berlebih yang didapatkan dari alat styling yang dipakai pada rambut, bahan kimia yang ditambahkan ke rambut, hingga kerusakan fisik lainnya.

1. Panas

* sumber: www.onelittlemomma.com

Penggunaan alat pengering rambut, pelurus rambut, alat pengeriting rambut dan berbagai alat penghasil panas lainnya adalah perawatan termal yang umum digunakan untuk menata rambut. Perawatan termal efektif untuk mengubah bentuk rambut untuk sementara dan juga mempercepat proses pengeringan rambut basah.

Sayangnya, proses-proses yang begitu digilai banyak orang ini juga dapat menyebabkan kerusakan pada rambut. Menyebabkan munculnya ujung rambut yang bercabang, salah satunya.

Baik straightening iron yang menerapkan panas secara langsung ke rambut, atau pun hair dryer yang panasnya tidak langsung mengenai rambut, semua itu menghilangkan keberadaan air yang tertahan di dalam rambut dan dapat merusak kutikula.

Kurangnya hidrasi pada rambut menyebabkan kutikula menjadi rapuh dan lebih rentan terhadap keretakan, yang menghasilkan ujung bercabang. Proses kerusakan dipercepat juga oleh paparan termal yang terus menerus dan ekstrim. Baca cara memperbaiki rambut yang sering di styling di artikel Cara Memperbaiki Rambut Rusak.

2. Kerusakan Alami

* sumber: prose.com

Saat dalam kondisi basah, rambut dapat meregang hingga 30% secara alami tanpa kerusakan. Namun, jika mencapai lebih dari 30%, maka dapat menyebabkan kerusakan permanen dan fraktur rambut.

Menyisir berlebihan saat rambut masih basah juga dapat menyebabkan peregangan tambahan, yang berakibat kerusakan rambut. Tapi, menyisir rambut saat kering secara berlebihan juga bisa menyebabkan terbentuknya ujung bercabang.

Ini adalah hasil dari gesekan berulang pada batang rambut, yang menyebabkan kerusakan pada lapisan kutikula. Ketika lapisan ini rusak, sel-sel kecil seperti kutikula menjadi usang dan menyebabkan pembentukan ujung rambut bercabang.

3. Kerusakan Kimia

*Sumber: https://id.pinterest.com/pin/ARDgQF9oj1LUv713VBsS0rzpPeEgfO30HrG5v8IYNq4dGfhgS0w2Puk/

Proses pewarnaan rambut artifisial dan kimiawi adalah proses chemical umum yang dapat menyebabkan kerusakan rambut. Penggunaan pewarna kimia, zat pemutih, pelemas rambut dan larutan pengeriting maupun smoothing rambut semuanya mengarah pada kerusakan rambut secara progresif.

Pengeriting dan relaksan (smoothing) digunakan untuk mengubah bentuk rambut dari lurus ke keriting, atau dari keriting ke lurus. Agar proses ini bisa terjadi, ikatan disulfida yang memberi rambut struktur alami rambut dipaksa dipatahkan. Ikatan disulfida bertanggung jawab atas bentuk alami dan kekuatan rambut. Ketika ia rusak, kekuatan rambut pun melemah.

Demikian pula ketika mengubah warna rambut, bahan kimianya menembus korteks hingga lapisan tengah rambut. Sebelum mereka mencapai korteks, mereka harus melalui lapisan luar rambut, yaitu kutikula. Proses ini menyebabkan kerusakan pada lapisan kutikula yang menyebabkan munculnya ujung rambut yang berjumbai atau terbelah.

4. Kerusakan Ultraviolet

* sumber: www.webmd.com

Paparan radiasi ultraviolet (UV) berlebihan dari matahari dapat menyebabkan kerusakan fisik dan kimiawi pada rambut juga, loh! Radiasi UV menyebabkan rambut kehilangan warna alami alias mengalami hipopigmentasi (warna menjadi lebih cerah daripada sebelumnya, biasanya secara tak merata atau berbercak).

Inilah sebabnya mengapa saat musim kemarau, rambut umumnya menjadi lebih terang karena Anda terkena lebih banyak paparan sinar matahari. Kerusakan akibat sinar ultraviolet memiliki efek yang sama pada ikatan protein. Seperti halnya pigmentasi pada rambut, seiring waktu, protein dan ikatan keratin di dalam rambut bisa rusak oleh paparan sinar matahari berulang.

Protein adalah zat yang memberi rambut fleksibilitas, kekuatan dan kilau. Dengan warna dan protein yang dipengaruhi oleh matahari, rambut bisa menjadi kering, lemah, rapuh dan kasar. Sementara itu, rambut juga kehilangan warna alami dan kilau alaminya.

Ya, itulah beberapa penyebab rambut bercabang. Ternyata ada banyak juga, ya? Dan, mungkin beberapa di antaranya tak pernah terpikirkan sebelumnya oleh Anda. Ada beberapa cara memperbaiki masalah ini.

Di antaranya adalah mengurangi styling rambut menggunakan alat-alat panas, biarkan rambut mengering secara alami (atau pakai kipas angin), gunakan produk pelindung rambut dari matahari dan polusi, pakai minyak rambut sebelum menyisir rambut basah dan masih banyak lagi. Kebiasaan yang lebih sehat dan lembut bisa menjadi obat untuk masalah bercabang.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *