Kamini.id / Selulit / Inilah Beberapa Penyebab Stretch Mark dan Cara Mencegahnya

Inilah Beberapa Penyebab Stretch Mark dan Cara Mencegahnya

Ditulis oleh - Diperbaharui 7 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Stretch mark merupakan tanda yang biasanya terlihat seperti garis berwarna tertentu (sesuai warna kulit) yang timbul ketika kulit meregang atau menyusut dengan sangat cepat. Perubahan yang terjadi dengan cepat atau cenderung mendadak ini menyebabkan kolagen dan elastin pada kulit pecah.

Kolagen dan elastin pada kulit berperan untuk memperkuat jaringan kulit, menjaganya supaya fleksibel dan kencang. Saat kulit kembali pulih, tanda-tanda garis pada kulit ini akan muncul dan terlihat di permukaan. Inilah yang kemudian disebut stretch mark.

Sebenarnya, tidak semua orang yang mengalami peregangan kulit ini memiliki stretch mark pada kulitnya. Hal itu dapat tergantung pada bagaimana fluktuasi hormon yang dihasilkan oleh tubuh orang tersebut. Memiliki anggota keluarga dengan riwayat stretch mark juga membuat Anda memiliki resiko lebih besar untuk mengalami hal yang sama.

Penyebab Stretch Mark

Stretch mark

* sumber: www.medicalnewstoday.com

Stretch mark yang mungkin paling sering kita lihat, terjadi pada kaum wanita. Seperti yang banyak orang ketahui, stretch mark pada wanita muncul ketika ia hamil atau setelah melahirkan. Namun nyatanya, tanda peregangan pada kulit ini juga bisa terjadi pada kaum pria.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Berikut kami uraikan beberapa hal yang juga menjadi penyebab munculnya stretch mark pada kulit, baik pada pria maupun wanita. Yuk simak pembahasannya.

1. Pertumbuhan Pada Masa Pubertas

Masa Pubertas

* sumber: www.rush.edu

Pubertas adalah suatu tahap dalam kehidupan manusia yang terjadi ketika kita berusia remaja. Masa pubertas ditandai dengan beberapa perubahan yang terjadi pada tubuh, seperti tumbuhnya rambut pada organ tubuh tertentu, pertumbuhan fisik, serta perubahan berat badan yang terjadi sangat cepat.

Perubahan saat pubertas ini dialami baik oleh remaja laki-laki maupun remaja perempuan. Pada masa perubahan ini, seseorang mungkin mengalami masalah lain, misalnya timbul jerawat, mood swing, lebih banyak berkeringat, pola tidur yang tidak teratur, termasuk munculnya stretch mark.

Stretch mark pada usia remaja bisa terjadi karena perubahan berat badan yang signifikan, membuat kulit terlalu meregang sehingga menimbulkan garis-garis halus pada bagian tubuh tertentu. Biasanya tanda ini muncul pada bagian pinggang, perut, punggung , dada, atau bokong.

2. Kehamilan

Kehamilan

* sumber: www.flickr.com

Stretch mark adalah hal yang biasa terjadi pada wanita ketika sedang hamil. Menurut sebuah studi, 8 dari 10 wanita hamil mengalami keadaan ini. Stretch mark bisa muncul sebagai garis berwarna merah, ungu, cokelat, atau pink tergantung dari skin tone masing-masing.

Peregangan kulit pada bagian perut saat hamil membuat kulit menjadi semakin tipis, hingga lapisan tengah kulit atau dermis pecah di beberapa area. Inilah yang kemudian memunculkan stretch mark pada bagian perut bawah.

Hal lainnya yang menjadi penyebab munculnya stretch mark saat hamil adalah kenaikan berat badan yang sangat drastis. Kenaikan berat badan ini terjadi sangat cepat. Rata-rata wanita hamil mengalami kenaikan berat badan sebanyak 12 kg dari berat badan sebelumnya.

Stretch mark yang ditimbulkan karena kenaikan berat badan saat hamil biasanya muncul pada area paha, bokong, dada, dan bagian-bagian tubuh lain. Namun, tak semua wanita hamil memiliki stretch mark. Beberapa orang mungkin memiliki kulit yang lebih elastis dari pada orang lain.

3. Perubahan Berat Badan yang Drastis

berat badan

Perubahan berat badan yang sifatnya drastis biasanya terjadi pada orang-orang yang mengalami obesitas, atau orang-orang yang sedang melakukan diet ekstra.

Pada orang yang mengalami obesitas, stretch mark muncul karena berat badan mengalami kenaikan secara cepat. Hal ini terjadi karena beberapa bagian tubuh mengalami perubahan atau pertumbuhan menjadi lebih besar secara ukuran, biasanya pada bagian lengan, perut, paha, bokong, dan lainnya.

Stretch mark juga bisa terjadi pada orang yang sedang melakukan program diet ketat, hingga menyebabkan ia kehilangan berat badan secara signifikan.

4. Olahraga Pembentukan Tubuh Atau Body Building

Pembentukan Tubuh

* sumber: www.piqsels.com

Salah satu penyebab paling umum munculnya stretch mark pada pria adalah olahraga yang khusus membentuk otot. Stretch mark ini biasanya muncul pada area bisep/otot lengan bagian atas, bahu, serta bagian paha.

Jadi, tanda garis pada bagian tubuh tertentu ini bukan hanya identik dengan wanita hamil, remaja, atau orang dengan obesitas. Namun stretch mark juga bisa terjadi pada kaum pria yang disebabkan berubahnya atau terbentuknya massa otot.

5. Kondisi Medis Tertentu

Kondisi Medis

* sumber: simple.wikipedia.org

Beberapa kondisi medis juga bisa meninggalkan stretch mark pada bagian tubuh tertentu. Sebut saja contohnya seperti sindrom marfan dan sindrom cushing. Kedua sindrom ini merupakan suatu kelainan atau kondisi yang berdampak pada seluruh anggota tubuh.

Sindrom marfan sendiri adalah kelainan genetik yang menyerang jaringan ikat. Jaringan ikat adalah jaringan yang menghubungkan organ tubuh satu dengan organ tubuh lain. Kelainan ini menyebabkan penurunan elastisitas jaringan kulit, sehingga menyebabkan munculnya stretch mark.

Sedangkan sindrom cushing menyebabkan produksi hormon pada tubuh terlalu berlebihan, sehingga menimbulkan kenaikan berat badan secara cepat juga kerapuhan pada kulit.

6. Produk Obat-obatan atau Krim

Produk Obat

* sumber: www.netdoctor.co.uk

Jenis obat-obatan atau krim yang bisa menyebabkan stretch mark adalah tablet/kapsul atau krim oles yang mengandung steroid. Obat-obat atau krim yang memiliki kandungan steroid biasanya digunakan untuk mengatasi alergi, peradangan, kelainan kulit, lupus, dan gangguan pernafasan.

Obat maupun krim steroid dapat merusak jaringan ikat pada kulit jika digunakan dalam jangka panjang. Namun, tidak semua pengguna obat dan krim ini memiliki stretch mark. Ada pula beberapa dari mereka yang cukup beruntung, karena obat/krim tersebut hanya meninggalkan garis samar saja pada tubuhnya.

Cara Mencegah Timbulnya Stretch Mark

Mencegah Timbulnya Stretch Mark

* sumber: www.insider.com

Bisakah kita mencegah terjadinya stretch mark? Seringkali kita menemukan krim yang diklaim sebagai penghilang stretch mark beredar secara luas di pasaran. Namun, hingga saat ini kebenaran mengenai hal tersebut belum bisa dibuktikan.

Pada dasarnya stretch mark yang telah muncul tidak bisa menghilang sepenuhnya. Jika krim tersebut benar-benar bekerja pun, mungkin stretch mark yang sudah ada hanya akan terlihat lebih samar daripada sebelumnya.

Beberapa tips berikut ini sedikitnya bisa membantu Anda dalam mencegah terjadinya stretch mark.

  • Menjaga berat badan agar tetap ideal,
  • Menjaga kulit tetap terhidrasi,
  • Konsumsi makanan penuh nutrisi,
  • Konsumsi vitamin C yang cukup demi pertumbuhan kolagen yang baik,
  • Mendapatkan cukup vitamin D,
  • Segera bertindak saat stretch mark pertama kali muncul.

Itulah beberapa pembahasan mengenai stretch mark, mulai dari definisi, penyebab, hingga cara pencegahannya. Dari semua penyebab timbulnya stretch mark, yang paling rentan mengalaminya adalah wanita, terutama wanita yang hamil atau melahirkan bayi yang besar atau kembar.

Bagaimana dengan Anda? Cara apakah yang Anda gunakan untuk mencegah atau mengobati stretch mark? Jangan ragu untuk membagikan pendapat dan pengalaman Anda pada kolom komentar yang tersedia.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ditulis oleh - Diperbaharui 7 Mei 2020