Kamini.id / Haid / Kenapa Haidku Tidak Lancar? Inilah 9 Penyebab Telat Haid

Kenapa Haidku Tidak Lancar? Inilah 9 Penyebab Telat Haid

Ditulis oleh - Diperbaharui 21 Oktober 2019

Apakah Anda pernah terlambat haid, padahal Anda tahu tidak sedang hamil? Dan, fyi, keterlambatan haid bisa dialami oleh siapa saja di segala usia, bahkan ketika Anda belum aktif berhubungan seksual sekalipun.

Menstruasi yang terlambat atau terlewat terjadi karena berbagai alasan selain kehamilan, kok. Penyebab umumnya terjadi karena ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh. Tapi, bisa juga karena kondisi medis yang serius.

Namun, ada masa di mana seseorang mengalami haid yang tidak teratur secara normal. Yaitu ketika mereka baru mulai haid dan ketika mereka akan menopause. Jika Anda telah melalui masa baru mulai haid atau masa transisi ini seharusnya siklus haid Anda normal setiap 28 hari.

Namun, siklus menstruasi yang sehat dapat berkisar dari setiap 21 hingga 35 hari. Jika periode Anda tidak termasuk dalam rentang ini, itu bisa jadi karena salah satu alasan yang sudah Kamini rangkum di bawah ini.

1. Kekurangan Berat Badan

Jaga Berat Badan Normal

* sumber: www.saragottfriedmd.com

Ya, percaya atau tidak, berat badan rendah tidak baik untuk kesehatan tubuh dan itu berpengaruh juga pada masa menstruasi Anda. Menjadi kurus yang berlebihan dapat disebabkan oleh hal-hal di luar penyakit contohnya seperti diet, olahraga, kurang makan, tipe tubuh, atau bayi (ketika Anda masih kecil, terutama saat bayi) dengan asupan gizi yang buruk.

Terutama wanita dengan gangguan makan, seperti anoreksia nervosa atau bulimia, sangat mungkin mengalami menstruasi yang tidak tentu. Tidak hanya anoreksia, sebenarnya. Jika berat badan Anda 10% di bawah apa yang dianggap kisaran normal untuk tinggi badan Anda, hal itu dapat mengubah cara tubuh Anda berfungsi dan menghentikan ovulasi.

Lalu, bagaimana cara mengatasinya jika Anda mengalami hal ini? Mendapatkan perawatan untuk gangguan makan, lalu menambah berat badan dengan cara yang sehat dapat mengembalikan siklus menstruasi Anda menjadi normal.

2. Obesitas

Diet Sehat untuk Menjaga Berat Badan Ideal

Obesitas adalah penyakit kompleks yang melibatkan jumlah lemak tubuh yang berlebihan. Obesitas bukan hanya masalah keindahan tubuh, ini adalah masalah medis yang meningkatkan risiko masalah kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, dan kanker. Nah, sama seperti berat badan rendah dapat menyebabkan perubahan hormon, demikian juga kelebihan berat badan.

Bagaimana cara mengatasinya? Konsultasikan terlebih dahulu pada dokter. Nanti, dokter Anda akan merekomendasikan rencana diet dan olahraga untuk Anda. Itu pun jika memang benar obesitas adalah faktor dalam periode Anda terlambat menstruasi.

3. Olahraga Ekstrim

Melompat-lompat Olahraga Peninggi Badan di Rumah

Ya, olahraga ekstrim juga bisa membuat menstruasi menjadi tidak teratur. Olahraganya seperti apa saja? Maraton, bersepeda gunung, berselancar dan masih banyak lagi. Terutama pada atlet. Latihan intensif dan penurunan berat badan secara cepat yang biasa dilakukan atlet dapat memengaruhi siklus menstruasi.

Kenapa bisa? Olahraga mempengaruhi siklus menstruasi dengan meningkatkan metabolisme. Nah, metabolisme bertanggung jawab untuk mempertahankan reaksi kimia di dalam tubuh seperti menstruasi. Tidak cuma orang yang aktif berolahraga sejak dulu, sih. Jika Anda baru mulai berolahraga padahal sebelumnya tidak pernah, Anda bisa juga mengalami penundaan menstruasi.

4. Stress

Stres

Sepertinya sudah bukan hal yang mengejutkan kalau stres bisa mengganggu siklus haid. Stres dapat membuang hormon Anda, mengubah rutinitas harian Anda, dan bahkan memengaruhi bagian otak Anda yang bertanggung jawab untuk mengatur menstruasi Anda.

Seiring waktu, stres juga dapat menyebabkan penyakit atau kenaikan atau penurunan berat badan secara tiba-tiba, yang semuanya dapat berdampak pada siklus Anda.

Jika Anda merasa stres mungkin membuat Anda terlambat haid, cobalah berlatih teknik relaksasi dan merubah gaya hidup Anda yang membuat stres. Misalnya Anda stres bekerja atau kuliah, cobalah memberikan waktu untuk Anda beristirahat dengan cukup. Jalan-jalan, senang-senang, makan makanan favorit Anda.. Berolahraga bisa membantu mengurangi stres juga, loh.

5. Pengaturan Fertilitas

alat kontrasepsi

Maksud dari pengaturan fertilitas adalah penggunaan pengatur kelahiran alias alat kontrasepsi. Anda mungkin mengalami perubahan siklus menstruasi ketika Anda menggunakan atau pun ketika melepas alat kontrasepsi.

Contohnya seperti pil KB, dia mengandung hormon estrogen dan progestin yang mencegah ovarium melepaskan telur. Diperlukan waktu hingga enam bulan untuk siklus Anda menjadi konsisten kembali setelah menghentikan pil. Jenis kontrasepsi lain yang ditanamkan atau disuntikkan juga dapat menyebabkan menstruasi yang terlewat juga.

6. Perimenopause Dini

Mengatasi stres

Sebagian besar wanita mulai menopause antara usia 45-55 tahun. Itu menopause, ya. Sedangkan wanita yang mengalami gejala ini disekitar usia 40 atau lebih awal lagi dianggap mengalami peri-menopause dini.

Ini berarti pasokan telur di dalam rahim Anda mereda, dan hasilnya adalah menstruasi tertunda dan akhirnya menstruasi pun selesai selamanya. Perimenopause, di sisi lain, didefinisikan sebagai “sekitar menopause”. Maksudnya adalah fase transisi menopause, karena terjadi sebelum menopause asli.

7. Sindrom Ovarium Polikistik

Mengurangi rasa kram saat menstruasi

Polycystic ovary syndrome (PCOS) atau sindrom ovarium polikistik. Adalah kelainan hormon yang umum terjadi pada wanita yang masih dalam usia reproduksi. Wanita dengan PCOS mungkin memiliki periode menstruasi yang jarang atau berkepanjangan atau malah punya kelebihan kadar androgen (hormon pria).

Ini adalah suatu kondisi yang menyebabkan tubuh Anda memproduksi lebih banyak hormon androgen pria. Kista bisa terbentuk di ovarium sebagai akibat dari ketidakseimbangan hormon ini.

Ovarium dapat mengembangkan banyak kumpulan kecil cairan (folikel) dan gagal melepaskan telur secara teratur. Hal ini bisa membuat ovulasi tidak teratur atau menghentikannya sama sekali.

Hormon lain, seperti insulin, juga bisa tidak seimbang. Ini karena resistensi insulin berhubungan dengan PCOS. Perawatan untuk PCOS berfokus pada menghilangkan gejala. Dokter Anda mungkin meresepkan KB atau obat lain untuk membantu mengatur siklus Anda.

8. Penyakit Tiroid

Meningkatkan Fungsi Tiroid

Disfungsi kelenjar berbentuk kupu-kupu di dasar leher (tiroid) juga bisa menjadi salah penyebab haid terganggu. Kelenjar tiroid yang terlalu aktif, atau pun kurang aktif, juga bisa menjadi penyebab periode terlambat atau terlewatnya menstruasi.

Tiroid mengatur metabolisme tubuh Anda, sehingga kadar hormon dapat terpengaruh juga. Masalah tiroid biasanya dapat diobati dengan obat-obatan. Setelah perawatan, menstruasi Anda kemungkinan akan kembali normal.

9. Penyakit Kronis

obat sakit perut melilit

Kondisi kronis atau penyakit yang telah lama terjadi bersifat persisten, sehingga biasanya telah berdampak pada beberapa sistem tubuh. Beberapa penyakit yang sifatnya kronis yaitu asma, diabetes dan kanker.

Penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit celiac (reaksi kekebalan terhadap konsumsi gluten) juga dapat memengaruhi siklus menstruasi Anda. Perubahan gula darah terkait dengan perubahan hormon, sehingga diabetes yang tidak terkontrol pun dapat menyebabkan menstruasi Anda tidak teratur.

Ya, tadi adalah 9 penyebab telat haid yang mungkin terjadi pada wanita. Agar bisa memastikan penyebabnya secara akurat, memang sebaiknya kunjungi dokter spesialis agar bisa ditangani dengan tepat.

Selain membahas sal penyebab haid yang tidak lancar, kami juga pernah membahas seputar minuman yang bisa memperlancar haid. Untuk mengetahuinya, silakan kunjungi artikel ini.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan komentar