Kamini.id / Kesehatan Wanita / Kenali Perbedaan Keputihan Menjelang Haid dan Kehamilan

Kenali Perbedaan Keputihan Menjelang Haid dan Kehamilan

Ditulis oleh - Diperbaharui 16 November 2019

Keputihan merupakan hal yang biasa dialami oleh setiap wanita. Faktanya, setiap hari wanita mengeluarkan keputihan sebanyak satu sendok teh lendir setiap hari. Keputihan yang normal dialami para wanita umumnya tidak berbau dan warnanya pun bisa berubah-ubah mulai dari putih jernih sampai kecoklatan.

Meskipun wanita bisa memproduksi lendir keputihan setiap hari, tapi intensitas keputihan jadi kian meningkat menjelang haid atau saat awal mula kehamilan, lho. Agar kamu tidak bingung membedakan antara keputihan karena menjelang haid dan kehamilan, Kamini akan membantumu mengenalkan perbedaannya melalui artikel ini.

Ciri Keputihan Menjelang Haid

Ciri Keputihan Menjelang Haid

* sumber: parenting.orami.co.id

Keputihan yang muncul pada saat menjelang haid disebut dengan leukorrhea. Cairan keputihan ini berasal dari selaput lendir jalan lahir yang juga bercampur dengan sel-sel mati maupun bakteri baik. Keputihan ini termasuk dalam fase menstruasi yang dikenal dengan nama fase luteal. Ketika fase ini terjadi, kadar hormon progesteron juga mengalami peningkatan.

Nah, lendir keputihan biasanya akan menjadi lebih kental saat menjelang haid. Berbeda saat ketika wanita tidak hendak mengalami haid, hormon estrogen jadi lebih dominan dan cairan yang dikeluarkan pun lebih jernih, encer, dan berair.

Jika diperhatikan secara lebih jelas, tekstur cairan keputihan menjelang haid mulai mengental dalam kurun waktu 12-16 hari sebelum haid.

Tanda Keputihan Karena Kehamilan

Tanda Keputihan Karena Kehamilan

* sumber: parenting.orami.co.id

Bagi wanita hamil, keputihan adalah suatu hal yang wajar terjadi. Kamu tak perlu panik jika mengalami keputihan pada masa kehamilan. Justru keputihan yang kamu alami ini bisa menjadi tanda untuk mengenali ciri-ciri kehamilan.

Setelah melewati masa subur, kadar cairan keputihan yang dikeluarkan oleh wanita jadi lebih sedikit atau mengalami penurunan dibanding keputihan menjelang haid. Namun, apabila seorang wanita dinyatakan hamil, cairan keputihan tersebut tidak banyak dan tidak mengalami penurunan sama sekali.

Kondisi tersebut disebabkan karena sekresi estrogen dan progesteron yang terjadi selama kehamilan. 2 minggu setelah ovulasi atau masa subur, implantasi terjadi dan pada fase ini keputihan terlihat kental dan berwarna putih keruh.

Pada masa awal kehamilan akan terjadi perubahan warna cairan keputihan. Dari yang sebelumnya berwarna putih keruh bisa menjadi krem atau sedikit kecokelatan. Bahkan, apabila terdapat sedikit bercak darah atau flek cokelat pada cairan keputihan wanita hamil, hal tersebut juga masih merupakan kondisi normal yang tak perlu terlalu dikhawatirkan.

Perbedaan Keputihan Menjelang Haid dan Kehamilan

Perbedaan Keputihan Menjelang Haid dan Kehamilan

* sumber: www.wajibbaca.com

Kesimpulannya, keputihan menjelang haid dan keputihan karena kehamilan memang sulit dibedakan. Namun, kamu bisa mengambil kesimpulan bahwa pasca menstruasi berakhir, cairan keputihan akan menurun jumlahnya sampai ke masa subur berikutnya. Sementara itu, keputihan yang disebabkan oleh kehamilan jumlahnya tidak akan menurun meskipun kamu sudah selesai mendapatkan menstruasi.

Kehamilan tidak bisa dipastikan hanya dengan mendeteksi rupa cairan keputihan saja. Anda tetap harus mengenali berbagai ciri-ciri kehamilan lainnya supaya bisa mengetahui hasil yang lebih akurat. Jika belum tahu, coba kenali berbagai ciri-ciri wanita hamil secara lebih luas.

Tanda Keputihan yang Harus Diwaspadai

Tanda Keputihan yang Harus Diwaspadai

* sumber: www.cosmopolitan.co.id

Setelah mengetahui penjelasan-penjelasan di atas, kita pun mengetahui bahwa keputihan sebenarnya adalah kondisi yang normal terjadi, terutama menjelang datang bulan atau memasuki awal kehamilan. Namun, tetap saja ada beberapa ciri yang menunjukkan bahwa keputihan seharusnya diwaspadai.

Agar kamu tidak terlalu meremehkan keputihan, simak beberapa tanda keputihan yang harus diwaspadai berikut ini:

  • Jumlah cairan keputihan lebih banyak dari biasanya. Bahkan, jumlahnya menjadi lebih banyak dari keputihan menjelang haid.
  • Warna menjadi lebih gelap dan tidak wajar, seperti kekuningan, kehijauan, keabu-abuan, sampai kecokelatan (cokelat tua).
  • Disertai dengan bau tak sedap yang cukup menyengat.
  • Timbul gejala-gejala lain, seperti iritasi atau gatal pada area Miss V.
  • Bentuk cairan keputihan terlihat aneh, seperti keluar dalam bentuk gumpalan.
  • Terdapat busa pada cairan keputihan.
  • Muncul gangguan kesehatan lain, seperti nyeri panggul, demam, dan panas di sekitar kemaluan.

Apabila kamu merasakan tanda-tanda keputihan abnormal di atas, jangan buang waktumu lebih lama lagi. Segera kunjungi dokter untuk memeriksakan kondisimu. Pasalnya, keputihan yang tidak normal juga bisa menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan yang serius.

Tips Mencegah Keputihan Abnormal

Tips Mencegah Keputihan Abnormal

* sumber: dewailmu.id

Sebagaimana yang kita ketahui, wanita pasti akan mengalami keputihan, baik itu menjelang haid, kehamilan, atau sehari-hari. Akan tetapi, kamu juga harus menjaga kebersihan diri, terutama organ intim kewanitaan, jika ingin terhindari dari keputihan abnormal.

Berikut Kamini akan memberikan tips mencegah keputihan abnormal terjadi padamu:

  • Jaga Kebersihan Miss V

Salah satu penyebab keputihan adalah kurang menjaga kebersihan Miss V dengan baik. Cara menjaga kebersihan Miss V adalah bersihkan setiap mandi. Gunakan sabun berbahan lembut untuk membersihkan area Miss V. Hindari penggunaan cairan antiseptik atau sabun pembersih area kewanitaan setiap hari karena dapat mengurangi keseimbangan bakteri di area Miss V.

  • Ganti Celana Dalam Bersih Secara Teratur

Kebersihan Miss V juga bergantung pada celana dalam yang kamu pakai. Jika kamu memakai celana dalam yang sama selama berhari-hari, tentu saja kamu berisiko mengalami keputihan abnormal. Gantilah celana dalam setiap habis mandi. Hindari penggunaan celana dalam yang sama selama lebih dari 24 jam.

  • Cuci Celana Dalam Sampai Bersih

Mengganti celana dalam setiap hari juga harus diimbangi dengan cara mencuci yang baik. Kalau kamu tidak mencuci celana dalam dengan bersih, tentu saja bakteri dan kotorannya masih menempel. Pakailah deterjen saat mencuci celana dalam. Gosok bagian dalam celana sampai bersih, terutama di bagian yang bersentuhan langsung dengan organ intim kewanitaan.

Baca juga artikel cara menghilangkan noda kuning di celana dalam jika kamu ingin membuat celana dalammu benar-benar bersih.

  • Hindari Penggunaan Tisu di Toilet Umum

Di toilet umum biasanya tersedia tisu kering untuk membersihkan Miss V setelah buang air kecil. Sayangnya, kebersihan tisu tersebut tidak terjamin. Bayangkan ada berapa banyak bakteri yang bersarang pada tisu tersebut. Solusinya adalah bawa tisu sendiri untuk mengeringkan organ intim kewanitaan.

  • Bersihkan Miss V dari Depan ke Belakang

Ketika membasuh Miss V dengan air, pastikan jika kamu membasuhnya dari bagian depan ke belakang (anus), bukan sebaliknya. Hal ini dilakukan untuk mencegah bakteri di area anus berpindah ke bagian Miss V.

  • Hindari Pemakaian Pantyliner Terlalu Sering

Pantyliner adalah pembalut dengan tekstur yang tipis dan biasa dipakai ketika menstruasi hampir selesai atau pada saat keputihan. Akan tetapi, pemakaian pantyliner yang terlalu sering bisa memicu keputihan abnormal, terlebih pantyliner dibuat dengan menggunakan bahan-bahan kimia.

Nah, sekarang sudah tahu perbedaan keputihan menjelang haid dengan kehamilan, bukan? Jadi, kamu tak perlu panik jika mengalami keputihan karena kondisi tersebut tergolong normal. Namun, kalau kamu menemukan adanya tanda-tanda keputihan abnormal, segera periksakan diri ke dokter, ya!

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *