Kamini.id / Sepatu / Perbedaan Sepatu Wakai Asli dan Palsu Supaya Tak Salah Beli

Perbedaan Sepatu Wakai Asli dan Palsu Supaya Tak Salah Beli

Ditulis oleh - Diperbaharui 28 Februari 2020

Sepatu Wakai pasti tidak asing lagi ditelinga penggemar fashion street style bernuansa Jepang. Tapi, jangan salah sangka. Sepatu Wakai ini asli produksi Indonesia, loh! Banyak yang berpikir Wakai berasal dari Jepang.

Faktanya, Wakai itu asli Indonesia, hanya saja terdapat sedikit campur tangan orang Jepang pada desain yang ditampilkan. Itu alasan brand yang berdiri sejak tahun 2012 ini menamai produknya ‘Wakai’ yang artinya ‘anak muda’.

Tingginya minat pada sepatu ini membuat produsen nakal bermunculan. Ya, Wakai pun kerap dipalsukan. Banyaknya sepatu Wakai palsu membuat pembeli harus lebih pandai dalam memilih Wakai yang asli. Pasalnya, di tiga daerah Indonesia sempat ditemukan sekitar 2.000 produk imitasi Wakai oleh aparat, tepatnya di Bandung, Jakarta Barat dan Banten.

Selain merugikan perusahaan resmi Wakai sendiri, adanya sepatu Wakai palsu lebih merugikan pelanggan. Mereka mendapatkan produk Wakai palsu yang kualitasnya rendah dengan product durability yang juga kurang baik.

Karenanya, sepatu Wakai bertekad akan terus berinovasi untuk memberi ciri khas pada setiap produknya untuk mencegah pemasaran produk imitasi Wakai. Berikut adalah cara mudah mengenali sepatu Wakai asli dan palsu versi Kamini.

1. Insole

*Sumber: https://www.instagram.com/wakaishoes/

Insole sepatu Wakai sangat nyaman digunakan, tak bisa dipungkiri lagi. Pasalnya, insole Wakai terbuat dari bahan memory foam, seperti yang disampaikan oleh Division Head Franchise and Wholesale Metroxgroup, Nanang Supriatna. Sedangkan pada sepatu Wakai yang palsu, insole akan terasa keras, sehingga membuat kaki lebih cepat pegal.

Sepatu Wakai juga mengaplikasikan teknologi Insole Relieve System pada produk terbaru mereka, Wakai Shou. Teknik tersebut berguna untuk menambah kenyamanan pengguna. Ketika digunakan, Insole Realive System ini akan membuat sole (alas sepatu) mengikuti bentuk anatomi kaki. Tak hanya itu, adanya Eva Foam menciptakan sensasi lebih empuk dan anti pegal saat menggunakan Wakai Shou.

2. Outsole

*Sumber: https://www.instagram.com/wakaishoes/

Sepatu Wakai original memiliki outsole yang lentur. Bahkan, outsole Wakai dapat dilipat hingga 360 derajat tanpa harus khawatir akan patah atau sobek, saking fleksibelnya!

Umumnya outsole Wakai didesain datar dan dibuat dari bahan karet, hal itu dilakukan agar memudahkan penggunanya juga terasa ringan ketika digunakan beraktivitas. Sebaliknya, sepatu yang palsu mempunyai outsole yang keras dan tidak elastis.

Permata Yudha selaku Senior Product Design Manager Wakai juga menambahkan, jika produk terbaru mereka, Wakai Shou, menggunakan Phylon Outsole dengan pola herringbone. Makanya outsole Wakai jadi lebih ringan dan elastis.

3. Logo

*Sumber: https://www.instagram.com/wakaishoes/

Dapat dilihat logo sepatu Wakai pada belakang sepatu itu berbentuk bulat. Logo Wakai juga tampak timbul dan terbuat dari kulit premium. Sedangkan, sepatu Wakai palsu memiliki logo yang berantakan, umumnya terlihat mengkilat dan bukan berbahan kulit asli.

4. Bahan

*Sumber: https://www.instagram.com/wakaishoes/

Sepatu Wakai dibuat menggunakan bahan canvas premium, sedangkan Wakai palsu memakai bahan canvas biasa yang lebih tipis dan cepat rusak. Hal itulah yang membuat sepatu Wakai asli tidak mudah luntur dan sobek. karena canvas yang digunakan cukup tebal dan nyaman. Selain itu, bahan canvas-nya juga kuat dan tahan lama, sehingga memudahkan pemilik membersihkan atau mencuci sepatu Wakai.

5. Jahitan

*Sumber: https://www.instagram.com/wakaishoes/

Selain kualitas, sepatu Wakai juga mengedepankan kerapian. Sepatu Wakai asli memiliki jahitan yang rapi dan benang yang tidak terlihat menumpuk, pola benangnya juga dipastikan lurus tidak melenceng. Hal itu diperjelas oleh pernyataan Indra Budi Adwindarsyah selaku Marketing Communication Metroxgroup, jika ciri paling mudah mengenali Wakai ada pada jahitan.

Karena, Wakai sendiri menggunakan canvas sebagai bahan, sehingga tidak susah untuk diamati. Yang paling mudahnya, pada Wakai palsu akan tampak jahitan yang berantakan dan terdapat sisa lem.

6. Anti Order System

Satu hal yang jarang diketahui, Wakai juga memiliki keunggulan Anti Order System di bagian alas kaki. Teknologi ini yang membuat aroma tidak sedap tidak akan muncul meskipun sepatu digunakan tanpa kaos kaki.

Hal ini mematahkan kesangsian orang-orang yang enggan menggunakan Wakai karena katanya sepatu slip on ini sering membuat kaki mereka berkeringat. Tapi, teknologi ini sepertinya bari diimplementasikan pada produk terbaru mereka saja, yaitu Wakai Knit. Kalau Wakai palsu pasti tidak ada Anti Order System.

7. Boro Technique

Belakangan ini Wakai mengadaptasi boro pada pembuatan produknya. Teknik boro itu berasal dari Jepang yang kerap digunakan sejak zaman edo. Boro dahulu dijadikan solusi untuk masyarakat Jepang mengatasi keterbatasan kain, karena teknik boro itu seperti tambal sulam.

Ya, boro merupakan teknik menambal kain yang menggunakan beberapa kain dengan cara disulam. Hal itu dipaparkan oleh Permata Yudha selaku senior product design manager Wakai.

Wakai boro pun tergolong menjadi dua jenis, yaitu Wakai Atsui dan Wakai Hashigo. Tiap jenisnya memiliki empat varian warna, yaitu ripped blue, damaged navy, damaged black dan denim black. Produsen sepatu Wakai KW-an pasti tidak mampu membuat varian Wakai Boro ini, kalaupun bisa, pasti kelihatan jeleknya.

8. Model

*Sumber: https://www.instagram.com/wakaiindonesia/?hl=id

Selain itu, masih banyak model sepatu Wakai yang bisa dijadikan pilihan. Wakai Hakoiri dengan ciri khas motif kotaknya, Wakai Kyoka yang didesain feminim, Wakai Michinori yang berbentuk serupa sandal dan cocok digunakan untuk travelling, hingga Wakai Shirouma yang tampil dengan model boot.

Sepatu Wakai secara konsisten berusaha menjaga kualitas dan meningkat mutu pada setiap pengeluaran produk. Desainer Wakai pun dituntut untuk selalu menghadirkan produk dengan desain unik yang bernuansa Jepang. Wakai juga kerap kali berkolaborasi dengan sejumlah desainer untuk mengeluarkan produk limited edition yang diminati oleh pasar.

Umumnya, setiap desain limited edition hanya diproduksi sekitar 600 pasang per satu model sepatu. Permata Yudha selaku Senior Product Design Manager Wakai menegaskan, jika Wakai akan terus berinovasi, baik dari sisi produk hingga strategi pemasaran dan branding.

Sepatu Wakai asli dipastikan melalui beberapa tahap proses dan prosedur produksi yang terkontrol. Tak berhenti disitu, sebelum dipasarkan, Wakai juga melewati pemantauan untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga.

Sepatu Wakai pun terus mengembangkan teknologi dan teknik yang digunakan pada pembuatan produk terbaru. Beberapa waktu lalu Wakai pun merilis wakai plush. Didesain tidak terlalu tinggi berkisar 4 cm, produk Wakai tersebut dikenal cukup ringan ketika digunakan.

Bahkan tidak hanya di dalam negeri, produk sepatu Wakai sudah tersebar hingga ke beberapa negara di Asia. Wakai juga berkomitmen untuk mendukung pelestarian lingkungan dalam pengembangan produknya.

Hal ini dibuktikan dengan Wakai yang selalu menggunakan canvas berbahan dasar katun, sehingga tidak berbahaya bagi lingkungan. Wakai juga sempat terlibat pada Trees for Future yang berfokus untuk kembali ke alam, salah satu upaya yang dilakukan adalah menyumbangkan satu pohon ketika sepasang sepatu yang terjual.

Harga yang dikeluarkan untuk dapat sepasang sepatu Wakai berkisar antara 400 hingga 700 ribu. Jika ditemui Wakai dengan harga di bawah 300 ribu, dapat dipastikan kalau produk tersebut adalah imitasi. Nah, itu tadi sedikit tips membedakan sepatu Wakai yang asli dan palsu, jangan terkecoh dan tetap jeli sebelum membeli, ya.

Oh iya, selain perbedaan sepatu Wakai asli dan palsu, kami juga punya tips untuk Anda yang ingin membeli sepatu Vans agar tidak tertipu. Inilah Perbedaan Sepatu Vans Asli dan Palsu yang perlu Anda ketahui.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *