kamini.id

Yuk, Kenali 10 Tanda-Tanda Suami yang Sayang Istri dan Anak!

Ditulis oleh Erika Erilia - Diperbaharui 18 Maret 2021

Setiap orang punya sifat atau karakter yang berbeda, tak terkecuali dengan sosok suami dalam sebuah keluarga. Ada seorang suami yang terlihat cuek, tampak penyayang, bertutur kata lembut, tapi ada juga yang punya sifat pendiam.

Apapun yang tampak dari luar, jangan jadikan hal tersebut sebagai patokan untuk mengukur besarnya rasa sayang suami terhadap keluarga. Rasa sayang suami pada istri dan anaknya justru akan terlihat ketika ia melakukan hal-hal khusus di bawah ini. 

1. Memenuhi Kebutuhan Keluarga

Suami yang sayang keluarga pasti akan berusaha memenuhi kebutuhan anak dan istrinya. Dalam hidup berumah tangga, seorang suami memang memiliki beberapa kewajiban yang harus dipenuhi, mulai dari memberikan nafkah lahir dan batin kepada istri hingga memberikan perlindungan dan rasa aman.

Sedangkan sebagai seorang ayah, ia juga harus bisa memenuhi kewajibannya terhadap anak. Misalnya memberikan perhatian dan kasih sayang yang cukup, memenuhi kebutuhan anaknya sehari-hari seperti membelikannya baju, atau memberikan pendidikan moral agar sang anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang baik dan bertanggung jawab.

2. Selalu Meluangkan Waktu untuk Keluarga

tanda tanda suami sayang istri dan anak_Selalu Meluangkan Waktu untuk KeluargaSumber: penki.lt

Seorang suami pasti memiliki kesibukan bekerja yang sangat padat. Tapi sesibuk apapun pekerjaannya, seorang kepala keluarga yang baik adalah yang berusaha meluangkan waktunya untuk istri dan anak. Apalagi berkumpul bersama keluarga adalah hal yang sangat penting untuk menjalin kedekatan dan ikatan emosional antar anggota keluarga. 

Meluangkan waktu untuk keluarga bisa dalam bentuk apa saja. Misalnya berlibur setiap akhir pekan, menonton TV bersama di waktu santai, menemani anak belajar, mengobrol dengan istri sebelum tidur, atau selalu menyempatkan diri untuk sarapan dan makan malam bersama.

3. Bisa Mengendalikan Emosi

Dalam berkeluarga, pasti akan ada hal-hal yang bisa membuat jengkel atau marah. Misalnya ketika sedang sibuk bekerja di rumah, anak tiba-tiba datang dan tak sengaja mengganggu. Atau ketika sedang terburu-buru hendak berangkat ke kantor, istri lupa menyiapkan baju kerjanya.

Saat sedang dikejar waktu, hal-hal sepele seperti ini biasanya mudah mengundang rasa marah dan kesal. Namun seorang kepala keluarga yang baik harus bisa mengendalikan emosinya dan berusaha memaklumi apapun yang terjadi di sekitarnya, terlebih bila anak atau istrinya memang tidak sengaja melakukan kesalahan tersebut.

4. Menjadi Pendengar yang Baik

Seorang suami yang baik adalah yang bisa memahami keluarganya, dan salah satu cara untuk memahami mereka adalah dengan menjadi pendengar yang baik. Dalam sebuah keluarga, istri atau anak pasti memiliki masalahnya masing-masing, dan mereka tentu membutuhkan sosok yang bijaksana sebagai tempat curhat sekaligus mencari solusi.

Seorang kepala keluarga harus bisa menjadi sosok tersebut. Mendengarkan keluhan istri dan anak akan membuat mereka merasa dipedulikan. Hal ini juga akan membuat mereka akan semakin terbuka.

5. Protektif tapi Tidak Mengekang

Seorang kepala keluarga punya tanggung jawab besar untuk menjaga dan melindungi keluarganya. Jadi wajar saja bila seorang suami memiliki sifat yang sangat protektif, baik kepada istri maupun anaknya. Akan tetapi, protektif bukan berarti mengekang dan seorang suami tetap harus memberikan kebebasan kepada anggota keluarganya. 

Misalnya menyangkut pergaulan sang buah hati. Seorang ayah wajib memberikan arahan tentang bagaimana cara bergaul yang baik, sekaligus terus mengawasi perkembangan anak dan pergaulannya di luar rumah. Sebaliknya, seorang ayah tidak boleh mengekang anak dan membatasi pergaulannya dengan alasan yang tidak masuk akal.

6. Berusaha Memberikan Apapun yang Terbaik untuk Keluarga

Mengingat keluarga adalah hal yang paling penting dan berharga, seorang suami pastinya ingin memberikan perlakuan atau barang yang paling baik untuk anak dan istrinya. Meskipun itu artinya ia harus mengorbankan banyak hal dan harus bekerja keras siang-malam. 

Suami yang sayang dengan keluarga pasti tak akan keberatan melakukan itu semua. Yang ada di pikirannya hanyalah bagaimana cara membahagiakan keluarga dengan memberikan sesuatu yang terbaik.

Contoh sederhananya tentang sekolah anak. Orang tua pasti ingin anaknya masuk ke sekolah dengan kualitas pendidikan paling unggul di kotanya. Walau harus mengeluarkan biaya yang tak sedikit, seorang ayah pasti akan rela bekerja keras demi memberikan pendidikan yang terbaik bagi anaknya.

7. Tidak Membanding-Bandingkan

Tidak ada satupun orang di dunia ini yang suka dibanding-bandingkan. Ironisnya, tak sedikit suami yang masih membanding-bandingkan istri atau anaknya dengan orang lain.

Misalnya ketika masakan istri kurang enak, lalu suami mengatakan kalau istri temannya bisa memasak makanan yang sama dengan rasa yang lebih lezat, hal seperti ini tentu akan menyakiti hati sang istri.

Seorang suami harus bisa berbesar hati menerima kelebihan dan kekurangan anggota keluarganya. Ia juga tidak perlu membanding-bandingkan mereka dengan orang lain karena setiap manusia dilahirkan dengan keunikan masing-masing.

8. Menegur dengan Lembut Apabila Anggota Keluarga Berbuat Salah

Saat istri atau anaknya melakukan kesalahan, tugas seorang kepala keluarga adalah menegur dan meluruskannya. Cara menegurnya pun tidak bisa sembarangan. Suami tidak boleh menggunakan kata-kata yang kasar dan menyakitkan apalagi sampai menggunakan kekerasan fisik.

Sebaliknya, suami yang menegur karena rasa sayangnya pada keluarga akan sangat berhati-hati saat memilih kalimat teguran. Ia akan menegur dengan kata-kata yang lembut sehingga tidak menimbulkan salah paham. Selain menghindari konflik, menegur dengan cara yang halus pasti lebih efektif dan lebih bisa diterima ketimbang memakai cara yang kasar.

9. Membantu Pekerjaan Istri atau Anak

Setiap anggota keluarga pasti memiliki kesibukannya masing-masing. Suami wajib bekerja mencari nafkah, istri mengurus pekerjaan rumah, sedangkan anak harus bergelut dengan pelajaran sekolah. Meski memiliki porsinya masing-masing, bukan berarti seorang suami tidak perlu membantu pekerjaan istri atau anaknya.

Tanda sayang seorang suami justru terlihat ketika ia meluangkan waktu untuk meringankan tugas istri dan anaknya. Sebagai contoh, suami membantu mencuci piring, menemani anak belajar, atau melakukan pekerjaan-pekerjaan lain yang biasa dilakukan oleh istri dan anaknya.

10. Menjaga Nama Baik Istri dan Anak

Anda mungkin pernah bertemu dengan seorang laki-laki yang mengeluhkan kekurangan istri atau anaknya. Misalnya berkata kalau istrinya semakin gemuk atau anaknya yang nakal dan selalu mendapat nilai buruk di sekolah. Laki-laki seperti ini adalah contoh suami yang tidak bisa menjaga nama baik keluarganya sendiri.

Sebaliknya, seorang suami yang sayang anak dan istri akan berusaha untuk menutupi aib mereka di depan orang lain. Bahkan kalau bisa, ia akan terus memuji istri dan anaknya seolah-olah mereka adalah orang-orang yang sempurna.

Nah, itulah tanda-tanda suami yang sayang terhadap istri dan anaknya. Jika menemukan 10 ciri di atas pada pasangan Anda, maka Anda patut berbahagia dan bersyukur. Selebihnya, tetap dukung suami dan berikan yang terbaik untuknya agar ia bisa menjadi sosok kepala keluarga yang lebih baik lagi.

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram