10 Tips Memilih Softlens yang Aman dan Nyaman untuk Pemula

Ditulis oleh Linda

Ingin mulai memakai softlens? Setiap orang tentu memiliki alasan tersendiri untuk beralih dari kacamata ke sofltens. Ada yang tidak ingin repot membersihkan lensa kacamata terus menerus, ada yang ingin tampil lebih menarik tanpa kacamata, ada pula yang ingin memakai softlens hanya untuk gaya meskipun matanya tidak minus.

Apa pun alasan Anda menggunakan softlens, Anda harus memilih softlens yang aman dan nyaman saat dipakai. Kali ini, Kamini akan berbagi tips memilih softlens yang aman untuk pemula. Pastikan Anda menemukan softlens yang cocok agar mata tidak mengalami iritasi.

10 Tips Memilih Softlens yang Aman dan Nyaman

1. Softlens warna atau bening, manakah yang lebih bagus?

Softlens warna atau bening, manakah yang lebih bagus

Tips memilih softlens bagi pemula adalah memilih warna softlens yang wajar alias tidak terlalu neko-neko. Seperti yang kita ketahui, ada beragam warna softlens, mulai dari warna hitam, abu-abu, biru, hijau, pink, dan masih banyak lagi.

Nah, bagi pemula yang menggunakan softlens untuk menggantikan fungsi kacamata sebaiknya pilih warna bening saja. Apabila ingin menggunakan softlens warna, pilih warna coklat atau abu-abu. Pasalnya, kontak lensa bening memiliki kadar air yang lebih tinggi sehingga lebih nyaman saat dipakai.

2. Hindari softlens beraneka motif

Hindari softlens beraneka motif

Softlens dengan motif-motif tertentu memang dapat membuat tampilan mata jadi lebih menarik. Sayangnya, jika Anda adalah pemula yang belum terbiasa memakai softlens seharusnya Anda menggunakan softlens polos, bukan motif. Ketika Anda sudah terbiasa menjalani hari dengan softlens polos, maka Anda dapat mempertimbangkan untuk membeli softlens motif dengan aneka warna.

3. Perhatikan ukuran diameter softlens

Perhatikan ukuran diameter softlens

Tahukah Anda bahwa setiap merk softlens memiliki diameter yang berbeda-beda. Nah, diameter softlens ini harus disesuaikan dengan ukuran bola mata Anda. Kita tidak bisa mengukur diameter bola mata, tetapi setidaknya Anda bisa mengira-ngira sendiri ukuran diameter bola mata Anda.

Sekedar informasi, jika Anda memiliki bola mata yang besar sebaiknya pilih softlens dengan diameter 15 mm. Namun, bila bola mata Anda kecil, sebaiknya pilih kontak lensa dengan ukuran diameter yang lebih kecil. Softlens dengan ukuran diameter yang terlalu kecil tentu saja tidak akan nyaman bagi pemilik mata besar, begitu pun sebaliknya.

Silakan baca ulasan kami mengenai macam-macam ukuran softlens agar Anda bisa mendapatkan softlens yang sesuai dan nyaman ketika dipakai.

4. Sesuaikan kadar air dengan kondisi mata

Sesuaikan kadar air dengan kondisi mata

Menurut Kamini, kadar air softlens yang paling bagus adalah sekitar 48%, tetapi hal tersebut kembali lagi kepada kondisi mata Anda. Mengingat setiap orang memiliki kondisi mata yang berbeda-beda, maka sebaiknya sesuaikan saja kadar air kontak lensa dengan kondisi mata Anda.

Kadar air softlens dinyatakan tinggi jika nilainya lebih dari 50%, sedangkan softlens dengan kadar air rendah adalah di bawah 48%. Kadar air yang tinggi di dalam sebuah softlens dapat meneruskan oksigen lebih banyak ke mata. Silakan pilih salah satu softlens berkadar air tinggi ini jika dirasa lebih cocok untuk mata Anda.

Akan tetapi, jika Anda memiliki mata dengan produksi air mata yang sedikit, sebaiknya pilih softlens dengan kadar air rendah karena softlens ini lebih sedikit menyerap air mata sehingga kelembaban bola mata tetap terjaga.

5. Sesuaikan dengan minus mata terkini

Sesuaikan dengan minus mata terkini

Anda pasti tahu bahwa minus mata bisa bertambah seiring berjalannya waktu, bukan? Tahun lalu minus mata Anda hanya 2, tapi bisa saja tahun ini bertambah menjadi 2,5. Tips memilih softlens yang tepat adalah menyesuaikan minus mata Anda dengan softlens yang akan dibeli.

Nah, maka dari itu sebaiknya Anda mengukur minus mata Anda terlebih dahulu. Jika Anda membeli softlens di optik, maka Anda bisa request untuk mengukur mata terlebih dahulu menggunakan mesin khusus yang biasanya tersedia di optik.

6. Pilih softlens dengan teknologi terbaru

Pilih softlens dengan teknologi terbaru

Dari masa ke masa tentu saja softlens mengalami pembaruan teknologi yang pastinya akan menguntungkan penggunanya. Salah satu teknologi softlens yang sangat menguntungkan penggunanya adalah Hydrogel, di mana teknologi ini akan memungkinkan oksigen mengalir dengan bebas.

Ada juga softlens dengan teknologi UV Blocking yang mencegah kerusakan softlens dan mata saat terpapar sinar matahari. Tak hanya itu saja, ada juga merk softlens yang bagus dengan teknologi Lacreon yang bermanfaat untuk menjaga kelembaban alami mata. Nah, Anda tinggal memilih softlens dengan teknologi yang paling Anda butuhkan.

Silakan baca artikel jenis-jenis softlens ini untuk mengetahui berbagai macam softlens yang ada saat ini beserta teknologi dan fungsi yang dimilikinya.

7. Pertimbangkan ketebalan softlens

Pertimbangkan ketebalan softlens Tips Memilih Softlens

Tidak hanya diametenya saja yang memiliki perbedaan, softlens juga memiliki tingkat ketebalan yang berbeda-beda. Pada umumnya, semakin tipis softlens yang dipilih maka semakin nyaman dipakai di mata. Namun, risiko memiliki softlens yang sangat tipis adalah softlens ini mudah robek sehingga Anda harus segera membeli softlens baru lagi.

Ingin memilih softlens yang lebih tebal? Boleh saja karena softlens yang lebih tebal tentu tidak mudah robek. Akan tetapi, pertimbangkan juga bahwa semakin tebal softlens yang dipilih maka softlens tersebut berpotensi menimbulkan rasa mengganjal saat dipakai.

8. Cek masa kedaluwarsa softlens

Cek masa kedaluwarsa softlens

Mungkin banyak pemula yang tidak tahu bahwa softlens memiliki kedaluwarsa atau masa expired. Inilah salah satu kekurangan softlens karena tidak bisa awet dan tahan lama seperti kacamata biasa. Jika softlens sudah kadaluarsa, maka Anda harus membuangnya dan memakai softlens baru. Pasalnya, jika Anda tetap memakai softlens yang sudah kedaluwarsa maka Anda dapat mengalami iritasi mata.

Jadi, tips memilih softlens yang tepat adalah pilih yang kadaluarsanya minimal 1 tahun. Ada softlens yang memiliki masa kadaluarsa 3 bulan, 6 bulan, sampai 1 tahun. Sesuaikan saja kadaluarsa softlens dengan kenyamanan Anda. Silakan baca ciri-ciri softlens kadaluarsa untuk mengetahui apakan softlens yang Anda miliki masih bagus atau sudah expired.

9. Pilih produk softlens yang terpercaya

Pilih produk softlens yang terpercaya

Anda tentu mengetahui bahwa saat ini sudah ada banyak merk softlens yang beredar di pasaran, mulai dari softlens lokal sampai impor. Bahkan, ada juga softlens yang menawarkan kemampuan untuk membuat mata terlihat jadi lebih besar.

Saran kami untuk para pemula yang baru saja mencoba memakai softlens adalah pilih saja produk softlens dari merk yang terpercaya, seperti Acuvue, Freshlook, atau Focus. Namun, hal ini kembali lagi dengan selera Anda. Pasalnya, merk-merk tersebut hanya menyediakan softlens standar meskipun ada beberapa pilihan warnanya.

10. Usahakan untuk membeli softlens di optik

Usahakan untuk membeli softlens di optik

Di jaman modern seperti ini, kita bisa membeli softlens secara online. Namun, bila Anda ingin memastikan kualitas softlens yang hendak dibeli sebaiknya belilah softlens di optik. Ketika membeli softlens di optik, kita juga bisa meminta untuk mengecek minus mata terkini.

Akan tetapi, jika Anda ingin membeli online, maka Anda harus pandai-pandai memilih toko online yang terpercaya. Pasalnya, banyak beredar softlens bermerk yang palsu sehingga sebagai pengguna kita harus tetap waspada.

Tips memilih softlens yang aman dan nyaman ini khusus untuk pemula yang baru ingin membiasakan diri memakai sofltens. Akan tetapi, jika Anda sudah terbiasa memakai softlens dan ingin memiliki kontak lensa yang lebih aman dan nyaman, maka sebaiknya Anda turut mengikuti beberapa tips yang kami sebutkan di atas. Nah, saatnya memilih softlens yang sesuai dengan mata Anda.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram