Kamini.id / Review / Inilah Review Produk Lokal: Zoya Color Corrector Cream

Inilah Review Produk Lokal: Zoya Color Corrector Cream

Ditulis oleh - Diperbaharui 25 November 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Tak hanya memproduksi pakaian muslim, Zoya juga punya lini kosmetik sendiri yang bernama Zoya Cosmetics. Dengar jargon yang sama dengan Wardah, yaitu kosmetik halal, Zoya menjanjikan produk makeup dan skincare yang akan memancarkan kecantikan alami pemakainya.

Pada kesempatan ini, Kamini mau review salah satu produk unggulan Zoya Cosmetics, yaitu CC Cream-nya. Penasaran bagaimana ulasannya? Langsung saja simak sampai beres, ya!

Review Produk

Buat yang belum tahu apa itu CC cream, ini adalah sebuah produk perpaduan dari foundation, moisturizer, sunscreen, dan krim spesial perbaikan kulit (correcting cream). Compact banget, ya, isinya bermacam-macam dan nggak cuma ‘makeup’ tapi ada ‘skincare’-nya juga. CC cream juga biasanya diperuntukkan buat penggunaan sehari-hari karena lebih ringan dibandingkan foundation saja.

Klaim dan Benefit

Nah, Zoya mengklaim Color Corrector Cream atau CC Cream ini mampu memberikan tampilan kulit yang sempurna, tanpa cela dan tanpa noda. Dibuat dengan formula water-based, CC Cream ini melembapkan kulit dengan sangat baik. Zoya juga melengkapi CC cream-nya dengan extra UV Protection untuk melindungi kulit dari sinar matahari.

Karena ada kandungan skincare-nya, dan katanya free paraben juga, CC Cream Zoya bisa sekaligus memperbaiki kulit saat dipakai, jadi nggak cuma bikin cantik instan sebagai makeup tapi untuk jangka panjangnya juga bagus, begitu.. Zoya juga bilang kalau hasil akhir CC Cream ini ‘glowing natural finish’ karena coverage-nya sheer saja alias tipis.

Cara Pemakaian

Pada wajah yang bersih, aplikasikan toner, essence, dan serum terlebih dahulu. Jangan lupa gunakan moisturizer, SPF, dan primer juga karena biar bagaimanapun CC Cream Zoya itu makeup. Nah, kalau sudah, baru oleskan CC cream secara merata menggunakan spons, brush, atau jari juga bisa. Kamu bisa menggunakan CC cream saja atau dilanjutkan dengan rejimen makeup kamu yang lainnya.

Kemasan

Untuk produk lokal, Zoya CC Cream ini sudah cukup cantik, Mirip Missha M Perfect Cover BB Cream cuma beda warna saja. Kalau Missha kan merah ati, Zoya ini baby pink. Tapi yang Zoya ini seperti knock off-nya banget, kelihatan banget lebih murah. Dari bagian leher yang silvernya itu kelihatan ringkih, pump-nya juga nggak enak buat ditekan, terus tutupnya yang transparan aku kurang suka karena gampang kotor tapi terasa kokoh nggak gampang pecah.

Terus pemilihan warna teks putih di atas packaging pink pucat itu sama sekali bukan ide bagus, karena jadi nggak kelihatan ngejreng gitu. Tulisan brand Zoya Cosmetics yang warna silver juga nggak berhasil menambah kemewahan produk ini.

Apalagi tulisan shade-nya yang pakai stiker, itu turn off banget, sih. Kayaknya akan lebih baik kalau tulisan di packaging warna hitam dan si silver pada nama brand-nya dibuat lebih bold lagi supaya lebih ‘kelihatan’. Terus shade-nya juga lebih baik dicetak bukan pakai stiker.

Padahal, kemasan Zoya CC Cream lebih cakep yang generasi awal-awal peluncuran, loh. Warnanya lebih jelas aja gitu, terus shade-nya juga dicetak bukan pakai stiker. Pokoknya, kalau kamu kesusahan membaca apa yang ada di kemasan tube CC cream-nya, kamu bisa baca di kotak kemasannya, kok. Membaca dari dusnya lebih enak soalnya dominan putih dengan teks berwarna bright pink, jadi lebih terbaca.

Informasinya lengkap, ada perusahaan produksinya, alamat perusahaan, logo halal MUI, nomor BPOM, best before (tanggal kadaluwarsa), cara penggunaan, ingredients, dan barcode yang sepertinya mengacu pada nomor BPOM. Cuma kan kalau dus itu biasanya dibuang, jadi kalau besok-besok mau baca informasi produknya lagi harus lihat di packaging yang pink ini, agak repot.

Untuk pump-nya harus diapresiasi, karena belum banyak produk lokal yang menggunakannya. Tapi, saat baru pertama dibuka, mungkin kan CC cream-nya belum turun, ya. Jadi susaaaah banget keluar. Aku sampai pegal mencetin pump-nya berkali-kali tapi nggak keluar juga. Sampai kesal sendiri dan aku buka pumpnya supaya isinya bisa dipakai  setelah dipancing, akhirnya CC cream bisa dikeluarkan melalui pump.

Ingredient List

Nah, aku makin penasaran dengan CC Cream ini, terutama soal bahannya. Di sini dibagi menjadi dua, yakni full ingredients dan key ingredients. Berikut bahan-bahan selengkapnya.

  • Full Ingredients

Water, Titanium Dioxide, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Cyclopentasiloxane, Glycerin, Butylene Glycol, Squalane, Ethylhexyl Salicylate, Cyclohexasiloxane, Niacinamide, Dicaprylyl Carbonate, Butylene Glycol Dicaprylate/Dicaprate, Pentylene Glycol, Silica, Triceteareth-4 Phosphate, Glycol Stearate, Bis-Ethylhexyloxyphenol Methoxyphenyl Triazine, Potassium Cetyl Phosphate, PEG-2 Stearate, Phenoxyethanol, Glyceryl Stearate, PEG-100 Stearate, Sodium Acrylate/Sodium Acryloydimethyl Taurate Copolymer, Polysorbate 60, Carbomer, Lauryl PEG-9 Polydimethylsiloxyethyl Dimethicone, Triethoxycaprylylsilane, Isohexadecane, Tromethamine, Chamaecyparis Obtusa Oil, Polysorbate 80, Ethylhexyglycerin, Disodium EDTA, Adenosine, Aluminum Hydroxide, Tocopheryl Acetate, Vitis Vinifera (Grape) Seed Oil. May contain: Cl 77492, Cl 77491, Cl 499.

  • Key ingredients

Titanium dioksida adalah komponen pembangun sunscreen. Melihat susunannya yang ada di posisi ke-2 setelah air (water), berarti Titanium dioksida adalah komposisi yang paling banyak kedua setelah air dalam CC Cream ini.

Padahal ini kan seharusnya foundation dulu, ya, baru moisturizer dan sunscreen, tapi malah sunscreen-nya yang paling banyak. Ethylhexyl Methoxycinnamate juga merupakan senyawa organik bahan dari sunscreen. Jadi bahan-bahan sunscreen dalam CC Cream ini ada beberapa macam.

Glycerin alias gliserol sering digunakan dalam makeup dan skincare sebagai peningkat kehalusan kulit dan kadar air pada kulit. Jadi, dia itu humektan yang menarik kelembapan ke dalam kulit, sehingga kulit jadi lebih lembap dalam waktu yang lama. Terus, tampilan kulit juga jadi lebih smooth dan ada sensasi sejuk di kulit.

Squalane (biasanya berbentuk minyak) melawan radikal bebas yang merusak kulit yang berkontribusi pada munculnya tanda-tanda penuaan. Squalane juga memiliki manfaat anti-inflamasi untuk membantu masalah kulit seperti jerawat dan eksim. Jadi, benar kalau CC Cream ini bukan sekedar makeup tapi ada manfaat skincare-nya juga di sana.

Impresi

Setelah mengetahui apa itu CC cream dan klaim dari Zoya Cosmetics sendiri mengenai CC Cream-nya, aku semakin penasaran apakah memang sebagus itu, atau cuma janji-janji kosong. Inilah detail selanjutnya tentang Zoya CC Cream!

  • Tekstur

Tekstur dari CC Cream ini creamy tapi agak sedikit cair, tapi ga encer-encer banget. Kamu bisa lihat gambarnya di bagian Swatch. Aku suka karena CC Cream-nya gampang di-blend. Kadang ada alas bedak yang ‘seret’ banget sampai harus aku tambahin essence atau serum dulu biar lebih bagus hasil blend-nya. Nah, Zoya CC Cream ini udah pas sih konsistensinya buat pemilik kulit kering seperti aku.

  • Wangi

Sayang banget, karena CC Cream ini ada bau anehnya. Seperti asam? Alkohol? Entahlah aku juga bingung. Aku sempat berpikir kalau beauty blender aku yang mengeluarkan bau itu, ternyata dari Zoya CC Cream-nya. Padahal di ingredients list nggak ada perfume, ya?

  • Swatch

Zoya CC Cream

Update! Ternyata di kemasanku itu kan shade-nya ditempel pakai stiker, ternyata karena Zoya menggunakan botol untuk shade Sand. Sedangkan yang aku pakai ini kan seharusnya shade Translucent. Jadi, aku sendiri bingung ini shade-nya yang mana yang sampai ke aku.

Daya Tahan dan Performa 

Zoya CC Cream

Karena ingin mengetes ketahanan Zoya CC Cream secara pasti, aku menggunakannya tanpa concealer dan setting powder sama sekali. Bisa dilihat kulitku jadi lebih putih, bukan cerah tapi memang jadi putih, which I don’t complain. Tapi, buat yang skintone-nya warm mungkin akan jadi abu-abu karena oksidasi nantinya. Terus, CC Cream ini sama sekali nggak meng-cover mata pandaku. Tapi untuk kaya noda cokelat dan hitam ketutup dengan baik.

Aku pakai bedak padat untuk membuat CC Cream ini ‘diam’ tapi nggak terlalu banyak untuk membuatnya jadi set. Soalnya dari awal diaplikasikan pun terasabanget kalau CC cream ini bakal jalan-jalan. Benar saja,baru sebentar aku pakai CC Cream-nya kan aku langsung di kacamata. Nah, baru sebentar aku merasa kacamataku kotor dan harus dibersihkan.

Dan, di tulang hidung kacamataku itu banyak banget CC Cream-nya, dan krim yang ada di hidungku menghilang. Cara mengakalinya ya aku tepuk-tepuk saja area hidung pakai jari supaya krim yang ada di sisi-sisinya nge-blend. Tapi, tetap saja ada jejak kacamata yang terlihat banget.

Kesimpulan

Well, aku tidak terlalu puas dengan Zoya CC Cream ini karena daya tahannya sebentar banget. Padahal aku ini tipe kulit kering yang seharusnya tidak memiliki masalah dengan minyak dan keringat. Tapi, CC Cream Zoya ini luntur saat aku wudhu untuk pertama kali (biasanya alas bedak yang baik bisa bertahan hingga 2-3 kali wudhu di kulitku).

Untuk klaimnya yang ‘ringan’, saya kok ‘ngerasa’ banget CC Cream ini, ya? Jadi nggak ringan jatuhnya, malah berat, tapi nggak seberat foundation. Terus, coverage-nya itu sheer, sangat sheer, jadi buat pemakaian sehari-hari pun kamu harus tetap pakai concealer, setting powder, loose powder, dan compact powder kalau mau terlihat flawless.

Tapiiii, ada tapinya, nih. Dalam postingan saya di Instagram, saya menggunakan Zoya CC Cream juga. Dan, hasilnya bagus! Karena, ya, saya menggunakan concealer, loose powder, dan two way cake. Saya juga pergi ke daerah Lembang yang notabene dingin, sehingga saya tidak berkeringat walaupun saya berlarian mengejar anak saya yang masih kecil. Jadi, kalau kamu tinggal di area yang dingin mungkin CC cream ini akan bagus, tapi kalau kamu banyak berkeringat atau memiliki kulit berminyak, wassalam saja~

Pros (+)

  • Halal
  • Packaging lebih berkelas dengan adanya pump dan tutup botol bening, warnanya yang pink pucat juga cantik
  • Cukup melembapkan untuk kulit kering (+ dewy look finish), tapi pasti runny banget di kulit berminyak bahkan sebelum jam makan siang
  • Produk mudah di-blend

Cons (-)

  • Tidak ada kejelasan tingkat SPF
  • Tidak menutupi uneven skin, mata panda, pori-pori besar.. Tapi, saya baca review orang-orang katanya CC cream ini bisa menutupi bekas jerawat. But, overall, produk ini tidak meng-cover apa-apa di wajah saya, hanya sedikit meratakan warna kulit saja
  • Luntur saat wudhu terutama pada area mata, sehingga CC cream-nya masuk ke mata harus segera mengeringkan wajah lalu pakai obat tetes mata agar mata tidak berbayang (berarti produk ini tidak safe buat yang pakai contact lense)
  • CC cream sangat ‘terasa’ di wajah, berarti formulanya tidak ringan. Untuk daily skin saja tidak enak dipakai, apalagi untuk hari-hari penting
  • Kemasan pump sangat sulit ditekan saat produk baru pertama dibuka (saya sampai menekan pump-nya puluhan kali sebelum produk bisa keluar)
  • Karena tutup kemasan berwarna bening dan pump-nya berwarna putih, jadinya cepat kotor terkena CC cream kalau tidak hati-hati

Harga & Tempat Membeli

Cek Harga di Shopee

Cek Harga di Lazada

Terlepas dari semua kelebihan dan kekurangannya, apa kamu tertarik mencoba Zoya CC Cream juga? Jika iya, kamu perlu menyiapkan uang sebesar Rp 75.000 (saat diskon jadi Rp 34.500 – 60.000). Tapi, saya sendiri merasa harga 75 ribu itu overpriced untuk kualitas CC cream yang dibawah standar. Repurchase? No.

Walaupun saya telah menjabarkan produk ini secara detail, dan memang lebih banyak kurangnya, tapi itu kan di wajah saya dan menurut pengalaman saya. Siapa tahu akan berbeda di kulitmu. Jadi, jangan terlalu menjadikan review saya patokan yang mutlak, ok? Apakah kamu pernah menggunakan CC Cream Zoya? Bagaimana pendapatmu tentang CC cream tersebut? Kita share di bawah, yuk!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *