Kenali 8 Perbedaan Cushion dan Foundation, Jangan Sampai Salah Pilih!

Ditulis oleh Suci Maharani R

Siapa yang masih bingung membedakan antara cushion dan foundation? Sekilas kedua produk ini memang sama saja, alas bedak yang berfungsi untuk meratakan warna kulit dan menutupi berbagai ketidak sempurnaan di wajah.

Teman Kamini harus tahu, ternyata ada perbedaan signifikan antara cushion dan foundation. Bukan hanya memiliki fungsi dan manfaat yang berbeda, ternyata tidak semua jenis kulit cocok untuk memakai cushion atau foundation.

Kali ini Kamini bakalan ngebahas perbedaan cushion dan foundation yang perlu kamu ketahui. Jangan sampai salah pilih, informasi lengkapnya bisa kamu baca di bawah ini!

Cushion

Cushion_

Adakah teman Kamini yang merupakan penggemar K-Beauty? Kalau iya, pasti sudah nggak asing lagi dengan yang namanya cushion. Produk ini sering lalu-lalang di berbagai K-Drama hingga dipromosikan oleh para idol K-Pop.  

Lalu apa sih cushion ini? Cushion adalah bentuk lain dari alas bedak yang biasa kita pakai. Bedanya, cushion punya formula yang lebih ringan. Selain menyamarkan noda hitam dan meratakan warna kulit, cushion juga bekerja untuk merawat kulit karena memiliki kandungan skincare di dalamnya.

Ciri khas dari cushion adalah kemasan yang higienis dan praktis untuk dibawa-bawa. Cushion dilengkapi dengan aplikator khusus berupa puff dengan bantalan yang lembut untuk meratakan formulanya ke seluruh area wajah. 

Foundation

Foundation_

Siapa sih yang nggak kenal dengan foundation, aku yakin banyak mengenal produk satu ini dari orang tua, kakak atau orang-orang terdekat. foundation adalah base makeup yang berfungsi untuk menutupi berbagai kekurangan yang ada di wajah.

Produk ini telah menemani wanita di seluruh belahan dunia selama berabad-abad. Memberikan riasan yang sempurna, karena dapat menutupi noda, mengatasi warna kulit yang tidak merata dan menciptakan tampilan kulit yang halus secara keseluruhan.

Coverage foundation memang tidak ada tandingannya, sayangnya ini juga yang membuat foundation terasa berat di wajah. Untuk pemakaian setiap hari dan dalam jangka panjang, foundation dapat menyebabkan beberapa masalah kulit. 

Perbedaan Cushion dan Foundation

Cushion vs Foundation_

Sama-sama alas bedak, ternyata kedua produk kosmetik ini sangat berbeda. Mulai dari formula, tingkat coverage, oksidasi hingga manfaat yang didapatkan. Untuk lebih jelasnya, bisa kamu lihat di bawah ini.

1. Formula

Cushion yang populer karena K-Beauty ini identik dengan formulanya yang ringan dan breathable. Selain dapat menyamarkan berbagai imperfection di wajah, cushion juga bekerja untuk merawat kulit dari luar. 

Ini karena cushion diformulasikan dengan skincare yang baik untuk menjaga kesehatan kulit. Hero ingredient-nya adalah SPF, untuk menjaga kulit dari paparan sinar UV saat beraktivitas di luar ruangan.

Cocok dengan kelembaban cuaca di Indonesia yang tropis Luxcrime 2nd Skin Luminous Cushion jadi salah satu cushion lokal yang direkomendasikan. Cushion ini dilengkapi dengan SPF 25 untuk melawan efek buruk dari sinar UV dan menjaga kelembaban kulit sepanjang hari. 

Berbeda dengan cushion, ada lebih banyak tipe foundation yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kulit. Tujuannya, supaya formula dalam foundation ini bisa berfungsi lebih maksimal karena tiap jenis kulit punya karakteristik yang berbeda.

Yang paling umum adalah liquid foundation, kebanyakan ibu-ibu selalu memakainya saat kondangan. Memiliki tekstur yang lebih kental, cream foundation sangat cocok untuk digunakan pada kulit kering. Sementara serum foundation memiliki kandungan skincare sehingga kulit tetap terjaga kesehatannya.

Kalau oily skin akan lebih cocok memakai powder foundation, karena formulanya dapat mengontrol produksi minyak dengan hasil akhirnya yang matte. Terakhir ada water-based foundation, formula ini bisa dikatakan baru karena foundation ini memiliki kandungan yang lebih ringan dan bebas dari minyak.

2. Tekstur

Salah satu hal yang khas dari cushion adalah teksturnya yang creamy. Tapi creamy disini bukan yang padat banget, melainkan sedikit ada kesan watery. Ini yang membuat cushion lebih mudah untuk diratakan ke seluruh area wajah.

Selain itu, cushion juga tidak akan meninggalkan kesan greasy, kulit terasa lebih breathable dan nggak bikin makeup terlihat dempul banget. Cushion akan memberikan makeup yang lebih natural, karena pengaplikasiannya dilakukan secara perlahan dari lapisan ke lapisan.

Sementara foundation memiliki tekstur yang beragam, tergantung jenis dan formula foundation yang dipilih. umumnya foundation memiliki tekstur creamy tapi lebih thicker dibandingkan tekstur cushion. Foundation ini lebih cocok untuk digunakan pada kulit normal dan kering.

Sementara foundation cair, kamu bisa memilih yang oil-based atau water-based, sesuai dengan kebutuhan. Oil-based lebih cocok untuk kulit kering, sementara water-based sangat disarankan untuk kulit normal, berminyak dan kombinasi.

Terakhir ada powder foundation, teksturnya yang bubuk akan lebih mudah untuk diaplikasikan ke wajah. Powder foundation juga terasa lebih ringan dibandingkan yang lainnya, butirannya yang lembut membuat foundation ini cocok untuk kulit berjerawat dan sensitif.

3. Coverage

Banyak yang penasaran apakah cushion punya complexion yang baik? Saya pribadi merasakan cushion memiliki coverage yang light to medium. Berbagai noda hitam hingga noda bekas jerawat di wajah dapat tersamarkan dengan baik.

Untuk noda hitam, biasanya satu atau dua layer cushion saja cukup untuk menutupinya. Tapi, untuk bekas jerawat membandel mungkin membutuhkan tiga hingga empat layer untuk menutupinya. Atau biasanya saya menambahkan concealer agar hasilnya lebih sempurna.

Cushion membutuhkan beberapa layer untuk mendapatkan coverage yang diinginkan, tapi satu layer foundation saja sudah cukup untuk menutupi berbagai imperfection di wajah. Apalagi untuk noda hitam, bekas jerawat yang warnanya tidak terlalu pekat dan redness di wajah, satu layer dan tanpa concealer pun sudah cukup.

Punya noda hitam yang pekat? Foundation akan menutupinya dengan sempurna. Nggak perlu banyak effort, cukup aplikasikan dua hingga tiga layer untuk menyamarkan dan menutupi noda hitam. Tinggal sempurnakan base makeup-mu dengan memakai loose powder supaya foundation nggak gampang geser.

4. Oksidasi

Meski formulanya lebih ringan dibandingkan foundation, ternyata cushion memiliki oksidasi yang lebih baik. Pada gambar, saya membandingkan oksidasi antara Luxcrime 2nd Skin Luminous Cushion dan NOBB! Crepe Hold Makeup Foundation Long Lasting Waterproof.

Setelah 3 jam pemakaian, tidak ada perbedaan warna yang signifikan dari Luxcrime 2nd Skin Luminous Cushion. Cushion ini tetap stay dan tidak bikin warna kulit lebih kusam atau gelap, justru terlihat lebih glowing natural.

Sementara untuk NOBB! Crepe Hold Makeup Foundation Long Lasting Waterproof, oksidasinya lumayan kelihatan ya! Warna foundation-nya terlihat lebih gelap dan terasa agak oily di kulit, ini terjadi hanya dalam 1-2 jam pemakaian saja. Setelah 3 jam, foundationnya terasa makin tipis dan bikin kulit terlihat sedikit kusam.

Sebenarnya, nggak semua foundation oksidasinya lebih buruk dibandingkan cushion. Sekarang ini sudah banyak merk foundation yang oksidasinya lebih kenceng dibandingkan cushion kok.

5. Daya Tahan

Cape nggak sih kalau harus touch up setiap beberapa jam sekali, apalagi saat beraktivitas padat di luar ruangan. Kalau alas bedak yang dipakai adalah foundation, nggak perlu sering-sering touch up karena makeup akan bertahan hingga 12 jam.

Apalagi kalau pakai foundation yang waterproof, baik di cuaca panas maupun hujan, makeup yang dipakai tidak akan geser sedikitpun. Paling, kamu hanya perlu menambahkan blush on atau memakai lipstik agar wajah terlihat lebih segar.

Berbeda dengan cushion, formulanya yang ringan ternyata cukup berpengaruh pada daya tahannya. Umunya cushion memiliki daya tahan sekitar 3 jam saja, meskipun beberapa merk cushion menjamin formulanya bisa bertahan lebih dari 6 jam. Jadi, kamu harus sering-sering touch up cushion supaya makeup terlihat stunning seharian.

6. Cara Aplikasi

Cushion dikemasan mirip dengan compact powder, tapi ada tambahan busa dan jaring tipis di dalamnya. Fungsi dari busa adalah untuk menyerap dan menyimpan produknya. Ini memberikan pengaman sekaligus memastikan kehigienisan produknya.

Untuk mengambil produknya, ada aplikator berupa puff dengan bantalan lembut sehingga nyaman saat digunakan. Puff ini akan membantu meratakan formula cushion ke seluruh wajah, bahkan untuk bagian yang sulit seperti pinggiran hidung dapat terjangkau dengan baik.

Sementara foundation memang lebih kompleks, pasalnya kamu membutuhkan aplikator khusus supaya hasilnya terlihat flawless dan nggak dempul banget. Biasanya orang-orang memilih flat brush untuk mengaplikasikan foundation, dengan harapan hasilnya akan lebih natural.

Lalu, kamu juga bisa memakai beauty blender, silisponge, oval brush, hingga memakai spatula stainless yang populer banget di Korea. Kadang kalau lagi buru-buru, akan lebih mudah dan cepat untuk meratakan foundation dengan jari tangan.

7. Tujuan Penggunaan

Alasan banyak orang memilih cushion sebagai alas bedaknya karena produk kosmetik ini memiliki kemasan yang praktis dan fleksibel. Kemasannya mirip dengan compact powder, sehingga cushion terasa lebih travel-friendly karena bisa diselipkan di tas berukuran kecil sekalipun.

Cushion juga dilengkapi dengan puff khusus dan ada kaca kecil di kemasannya, sehingga kamu bisa touch up makeup di mana pun dan kapan pun. Nggak perlu takut bocor, karena cushion punya kemasan yang kokoh dan sangat higienis. Selain itu, cushion sangat newbie-friendly karena mudah banget untuk diaplikasikan dan nggak bikin makeup cakey.

Berbeda dengan foundation, bisanya alas bedak ini dikemas dalam botol kaca pum atau botol plastik tube. Meski kemasannya nggak terlalu besar, agak riskan untuk membaca foundation di dalam tas. Kurang berhati-hati saja, bisa-bisa kemasan kacanya pecah atau botol tube-nya bocor.

Selain itu, kamu harus membaca kaca dan aplikator seperti beauty blender dan brush khusus untuk reaplly foundation. Bener-bener nggak higienis dan cukup merepotkan ya!

8. Hasil Akhir

Di masa lalu, foundation adalah produk wajib untuk menutupi berbagai ketidak sempurnaan di wajah. Namun, foundation krim sangat rentan terhadap lipatan dan memberikan kesan cakey jika penggunaannya salah.

Semakin berkembangnya zaman, ada banyak foundation yang memberikan hasil akhir yang lebih flawless tapi tidak akan membuat makeup cakey. Misalnya, kamu bisa memakai foundation dengan sheer, matte atau velvet finish, agar terkesan lebih natural.

Lalu, ada foundation yang memiliki dewy finish, kalau ingin kulit terlihat lebih glowing seperti wanita Korea. Ada juga foundation yang long lasting, biasanya foundation ini lebih sering digunakan untuk makeup pengantin, pesta atau wisuda.

Teman Kamini, awalnya cushion ini populer dengan dewy finish-nya. Jadi, formulanya akan memberikan glow alami pada kulit yang membuatnya terlihat lebih sehat dan segar. 

Namun, dewy finish ini kurang bersahabat apalagi untuk jenis kulit berminyak dan berjerawat. Maka dari itu, beberapa produsen akhirnya meluncurkan cushion dengan hasil akhir yang matte. Cushion matte ini tetap bikin wajah terlihat bersinar, tapi tidak terkesan berminyak.

Tentu ada perbedaan signifikan antara cushion dan foundation. Selain formulanya yang berbeda, kedua produk alas bedak ini memiliki fungsi dan karakteristik yang berbeda, lho. Tabel di bawah ini adalah rangkuman singkat mengenai perbedaan cushion dan foundation yang perlu kamu tahu.

Perbedaan Cushion dan Foundation - aplikasi_

Pada gambar di atas, terlihat jelas bahwa cushion memang terlihat lebih natural dan formulanya langsung menyerap ke dalam kulit. Sayangnya, satu layer cushion kurang dapat menutupi noda hitam membandel yang ada di bagian dagu saya.

Sementara foundation lebih fokus untuk memberikan pigemen warna dan membuat berbagai noda hitam di wajah tertutupi dengan sempurna. Satu layer foundation saja sudah cukup untuk menutupi berbagai kekurangan di wajah dan membuat pori-pori terlihat lebih halus.

AspekCushionFoundation
FormulaBiasanya mengandung pelembap dan SPF, lebih ringan.Lebih beragam, dari cair, krim, hingga powder.
TeksturRingan dan cair, kadang sedikit creamy.Tergantung jenisnya, bisa cair, krim, atau padat.
CoverageMedium hingga full coverage, namun buildable.Tersedia dalam semua coverage, dari sheer hingga full.
OksidasiCenderung lebih stabil, tidak banyak perubahan warna.Beberapa bisa mengalami oksidasi dan berubah warna.
Daya TahanMedium, perlu touch-up setelah beberapa jam.Bisa sangat tahan lama tergantung jenis dan formula.
Cara AplikasiMenggunakan puff atau spons bawaan, sangat praktis.Bisa menggunakan kuas, spons, atau jari.
Tujuan PenggunaanPraktis untuk touch-up dan sehari-hari.Untuk tampilan yang lebih flawless dan tahan lama.
Hasil AkhirDewy atau glowing, tampak natural.Bervariasi, bisa matte, satin,

Jadi, kamu lebih suka memakai cushion atau foundation? Saya sendiri memilih cushion yang ringan untuk daily makeup, kalau foundation biasanya saya pakai saat ke kondangan atau acara formal karena lebih coverage dan tahan lama. Kalau kamu? Yuk, bagikan impresimu tentang cushion dan foundation di bawah ini.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram