Kamini.id / Selingkuh / Jangan Jadi “Pelakor”, Ini 10 Cara Melupakan Suami Orang

Jangan Jadi “Pelakor”, Ini 10 Cara Melupakan Suami Orang

Ditulis oleh - Diperbaharui 27 September 2019

Akhir-akhir ini muncul istilah baru yang dinamakan “pelakor”. Pelakor adalah sebuah singkatan kekinian dari kepanjangan “Perebut Laki Orang”. Istilah ini ditujukan pada wanita yang menjalin hubungan dengan pria yang masih berstatus suami orang lain. Yah.. Boleh jadi “pelakor” adalah istilah lain dari selingkuhan atau Wanita Idaman Lain (WIL).

Sudah banyak kasus istri sah yang melabrak pelakor yang diduga menjalin hubungan dengan suaminya. Bahkan, kasus istri memergoki suaminya sedang bersama pelakor ini selalu viral di banyak media sosial. Kalau sudah menjadi viral, tentu saja semua pihak akan kebagian ‘malu’. Belum lagi si pelakor ini biasanya akan mendapatkan sanksi sosial dari netizen yang aktif melontarkan hujatan dan sumpah serapah.

Apabila saat ini kamu sedang berada dalam hubungan cinta dengan pria yang masih belum bercerai dengan istrinya alias suami orang lain, yuk, segera akhiri hubunganmu. Jika terasa sulit untuk melupakannya, Kamini akan memberikan cara untuk melupakan suami orang.

1. Dia Bukan Pria yang Baik

Dia Bukan Pria yang Baik

* sumber: www.germmagazine.com

Selama ini, perlakuan si dia kepadamu sangat baik dan manis. Bahkan, ia menampilkan sosok yang gentleman dan selalu ada untukmu. Namun, ketahuilah bahwa sebenarnya kamu sedang menjalin hubungan dengan pria yang tidak baik.

Coba pikirkan lagi, pria yang baik tidak akan menyelingkuhi istrinya, apapun alasannya. Jika ia memiliki permasalahan dengan sang istri, maka ia harus mencari solusinya atau bercerai terlebih dulu sebelum menjalin hubungan denganmu.

Ingat, ketika satu kali ia melakukan perselingkuhan, bukan tak mungkin jika ketika menikahimu ia akan mengulangi kembali hubungan selingkuh seperti ini dengan wanita lain.

2. Pikirkan Perasaan Keluarganya

Pikirkan Perasaan Keluarganya

* sumber: hivisasa.com

Di dunia ini, tak ada orang normal yang suka diselingkuhi, siapapun itu. Diselingkuhi adalah suatu bentuk penghinaan besar. Apabila kamu sudah bertekad melupakan pasanganmu yang masih berstatus suami orang, maka ini adalah saat yang tepat untuk memikirkan perasaan istri sahnya.

Ambil waktu sejenak dan berpikir bila kamu ada di posisi istri atau anak-anaknya. Dengan memikirkan perasaan keluarganya mungkin egomu untuk terus memiliki suami orang ini akan berkurang dan perlahan-lahan kamu bisa melepasnya.

3. What Goes Around Comes Around

What Goes Around Comes Around

* sumber: redredapples.wordpress.com

Pernah mendengar istilah “What goes around comes around”? Artinya, karma selalu berlaku. Apa yang kamu lakukan pasti suatu saat akan memperoleh balasan. Jika tidak sekarang, karma tersebut bisa dirasakan di kemudian hari atau bahkan ditanggung oleh keturunanmu kelak.

Kamu harus berpikir bahwa perbuatanmu saat ini suatu saat akan memperoleh balasannya. Ketika kamu tidak ingin mendapatkan karma buruk akibat perbuatanmu saat ini, maka lepaskan si dia dan bertobatlah. Tak ada kata terlambat untuk bertobat kok.

4. Bedakan Nafsu dengan Cinta

Bedakan Nafsu dengan Cinta

* sumber: dating.lovetoknow.com

Perasaan si dia padamu saat ini bisa jadi bukanlah cinta. Sebab cinta tidak akan membiarkanmu tersiksa dan menjadi yang kedua seperti ini. Ketika pria itu mencintaimu, maka ia akan segera mengambil keputusan dan ingin mengesahkan hubungannya denganmu. Si dia tidak akan membiarkanmu jadi yang kedua seperti saat ini.

Jadi, kemungkinan besar perasaan yang dimiliki oleh pasanganmu sekarang hanyalah nafsu belaka. Kamu hanya dijadikan pelampiasan hasrat seksual atau ketidakpuasannya terhadap istri sahnya. Meskipun ia sering mengucapkan cinta padamu, ingatlah bahwa cinta tidak hanya bisa dibuktikan dengan kata-kata, tapi dengan perilaku.

5. Ingat, Beban Moral Itu Berat

Ingat, Beban Moral Itu Berat

* sumber: www.medicalnewstoday.com

Mungkin saat ini kamu sedang menjalin hubungan tersembunyi alias backstreet mengingat posisimu hanyalah sebagai selingkuhannya saja. Akan tetapi, sepandai-pandainya kamu dan dirinya menyembunyikan hubungan yang tidak sehat ini, maka suatu saat akan ketahuan juga.

Sebelum istrinya mengetahui perbuatanmu dan kamu mendapatkan beban moral dari sanksi sosial yang diberikan oleh masyarakat, sebaiknya segera akhiri hubungan terlarangmu. Pasalnya, pihak yang lebih banyak mendapatkan tekanan umumnya adalah orang ketiga.

6. Hindari Dia dan Putuskan Komunikasi

Hindari Dia dan Putuskan Komunikasi

* sumber: www.independent.co.uk

Bagaimana bisa kamu melupakannya jika setiap hari masih sering berhubungan lewat telepon atau justru bertemu? Cara terbaik untuk melupakan suami orang adalah memutus semua komunikasi dan hindari dia sebisa mungkin.

Cara memutuskan komunikasi ini bisa kamu sesuaikan dengan sifatnya. Apabila si dia memiliki sifat yang sabar, katakan saja sesungguhnya bahwa kamu telah menyadari bila hubungan kalian adalah suatu kesalahan. Namun, jika ia memiliki sifat temperamental, kamu harus bertindak tegas menjauhinya atau bila perlu berikan alasan yang manis agar hubungan kalian semakin merenggang.

7. Buka Peluang Bagi Pria Single

Buka Peluang Bagi Pria Single

* sumber: www.coloradoan.com

Sebagai sosok wanita yang cerdas, kamu tidak boleh jatuh ke dalam lubang yang sama. Lepas dari suami orang, bukan berarti kamu bisa menjalin hubungan baru dengan suami orang lainnya. Bukalah peluang bagi pria-pria yang masih single.

Menjalin hubungan dalam keadaan masih sama-sama single tidak akan memberikanmu beban. Kamu bisa menjalin kasih tanpa perlu sembunyi-sembunyi. Percayalah, hubungan yang seperti ini bakal memberikanmu kelegaan dibanding backstreet dengan suami orang.

8. Kamu Berhak Dicintai dengan Tulus

Kamu Berhak Dicintai dengan Tulus

* sumber: www.popsugar.com

Just remember that you deserve to be loved by Mr. Right One. Yang namanya suami orang sudah pasti bukan lelaki yang tepat untukmu. Kamu tidak bisa merebut apa yang memang dimiliki oleh orang lain. Lagipula ingatlah bahwa si dia bukan pria yang baik karena tega menyelingkuhi istrinya.

Selalu ingat bahwa kamu berhak untuk dicintai oleh lelaki yang tepat. Jangan buang waktumu untuk terus menerus ‘dicintai’ dengan lelaki yang tidak tepat untukmu. So, it’s time to move on, girls!

9. Keraskan Hati Terhadap Rayuannya

Keraskan Hati Terhadap Rayuannya

* sumber: www.usatoday.com

Saat kamu sedang berjuang untuk melupakan suami orang, cobaan akan terus datang mengganggumu. Dia pasti tidak akan rela melepasmu dan berusaha membuatmu tetap bertahan pada hubungan yang salah ini. Bahkan, ia rela mengumbar janji untuk segera menceraikan istrinya.

Di sini, ada dua hal yang perlu kamu ingat. Pertama, jangan buang waktumu lebih banyak lagi untuk percaya terhadap janji-janji manisnya, kamu harus tegas dan mengeraskan hati agar tidak terkecoh dengan bujuk rayunya. Kedua, meskipun ia benar-benar menceraikan istrinya, coba tanyakan pada hati kecilmu, “Apakah kamu bakal berbahagia di atas penderitaan orang lain?”

10. Dekatkan Diri pada Yang Maha Kuasa

Dekatkan Diri pada Yang Maha Kuasa

* sumber: www.youworkforthem.com

Sulit bagimu untuk bisa melupakan suami orang, terlebih jika kamu memang sudah terlanjur mencintainya. Namun, tak ada kata terlambat untuk mengakhiri hubungan terlarang ini dan melupakan suami orang.

Ketika kamu menemukan kesulitan melupakan si dia yang telah menjadi milik orang lain, duduklah dengan tenang dan berdoa. Mintalah kekuatan pada Yang Maha Kuasa untuk melupakan si dia. Jangan lupa untuk mengakui semua dosamu dan bertobat. Tuhan pasti tidak akan tinggal diam dan membantumu untuk bisa move on.

10 cara untuk melupakan suami orang ini bisa menjadi pedoman bagimu yang saat ini sedang menjalin hubungan terlarang dengan pria yang telah menikahi wanita lain. Sebesar apapun cintamu padanya, ingatlah bahwa dia bukan milikmu yang sah.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar