Kamini.id / Vaseline / Kenali 7 Perbedaan Vaseline Petroleum Jelly Asli dan Palsu

Kenali 7 Perbedaan Vaseline Petroleum Jelly Asli dan Palsu

Ditulis oleh - Diperbaharui 9 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Siapa tak kenal produk satu ini? Dengan campaign “101 Manfaat Jelly”, produk favorit masyarakat ini berhasil menjadi salah satu produk yang paling banyak digunakan. Bukan hanya bermanfaat untuk kecantikan kulit, petroleum jelly produksi Vaseline ini bahkan dapat digunakan pada kulit bayi sekalipun.

Petroleum Jelly mengandung petroleum atau petrolatum, yang merupakan campuran antara wax dan mineral oil yang memiliki tekstur semisolid atau jelly. Petrolatum ditemukan pertama kali pada tahun 1859 oleh Robert August Chesebrough. Ya, benar, petroleum jelly memang sudah berumur lebih dari 140 tahun. Tak heran bila produk ini sudah dikenal baik oleh masyarakat global.

Barang kenamaan Vaseline memproduksi petroleum jelly dengan campuran paraffin, mineral oil, serta wax mikrokristalin yang dilebur hingga menghasilkan campuran bertekstur lembut dan transparan. Campuran ini juga melewati tiga tahap pemurnian.

Tahap pertama adalah hidrogenasi untuk menghilangkan pengotor kimiawi. Setelah itu, dilakukan filtrasi atau penyaringan. Proses ini bertujuan untuk menghilangkan partikel-partikel kecil yang masih mengotori jelly. Proses filtrasi kemudian diulangi kembali untuk memastikan jelly benar-benar bersih.

Dalam dunia medis, petroleum jelly berguna sebagai emolien atau obat topikal (oles). Emolien merupakan zat yang berperan dalam melembabkan, mengurangi rasa gatal dan pengelupasan, serta dapat menghaluskan kulit. Petroleum jelly juga dapat membantu menangani berbagai penyakit kulit, lho. Mengesankan, bukan? Karena itu produk ini sangat diminati masyarakat.

Sayangnya dengan semakin banyak peminat, produk petroleum jelly menjadi salah satu produk yang dipalsukan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab demi meraup keuntungan. Produk palsu ini pun cukup meresahkan masyarakat, karena sudah banyak beredar di pasaran dan sulit dibedakan secara kasatmata.

Tapi jangan khawatir, sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya akan jatuh juga. Sepandainya pemalsu membuat produk tiruan agar mirip produk original, tetap saja ada perbedaan dari produk yang dihasilkan tersebut. Berikut ini cara membedakan produk petroleum jelly palsu dengan original.

1. Kemasan Luar

Petroleum Jelly

* sumber: www.amazon.com

Vaseline petroleum jelly sudah mengalami beberapa modifikasi desain baik pada jar ataupun pada label yang menempel di bagian depan jar. Selalu lakukan riset apakah desain kemasan produk sudah sesuai dengan produk yang diterbitkan dalam katalog online Vaseline atau tidak.

Tetapi perlu digaris bawahi, Vaseline terkadang memproduksi desain jar dan tampilan label produk yang agak berbeda di tiap negara. Karena itu, kamu juga perlu memeriksa desain jar dan tampilan label produk petroleum jelly di website Vaseline negara lain.

Bila ternyata tampilan desain jar dan label produk berbeda dengan yang diproduksi Vaseline di tiap-tiap negara, bisa jadi produkmu bukan produk original. Selain itu, perlu dicatat juga terkadang Vaseline melakukan rebranding produk petroleum jelly dengan nama yang berbeda.

Salah satunya adalah petroleum jelly yang di produksi di Indonesia dinamakan Vaseline Repairing Jelly, sementara di Saudi Arabia produk ini bernama Petroleum Jelly. Nama produk sendiri dapat dijumpai pada bagian label.

2. Label

Vaseline Petroleum Jelly

* sumber: www.goodhealthacademy.com

Vaseline juga memiliki label produk yang agak glossy bila terkena pantulan cahaya. Ini menjadi salah satu ciri khas dari produk original. Pada produk palsu, label tidak akan memunculkan kesan glossy bila terkena cahaya sekalipun.

Malahan warna label cenderung lebih doff. Label pada produk palsu juga terkadang berbentuk asimetris, menyebabkan label terlihat sedikit aneh dan tidak rapi. Amatilah apakah label produk yang kamu beli memantulkan kesan glossy atau tidak. Bila ternyata tidak, kemungkinan produk petroleum jelly tersebut bukan original.

3. Kode

Kode produk

* sumber: www.youtube.com

Kode produksi yang biasanya tertera di bagian bawah jar juga menjadi salah satu patokan dalam membedakan produk original dari produk palsu. Pada produk palsu, terkadang kode ini tidak dapat ditemukan di bagian manapun pada kemasan.

Sedangkan produk asli memiliki kode produksi yang biasanya tertera di bagian bawah jar. Kode produksi ini cukup penting untuk mengetahui apakah produk yang kita gunakan berasal dari produsen yang kredibilitasnya dapat dipercaya atau tidak.

Biasanya barang-barang yang dijual tanpa kode produksi kemungkinan dibuat oleh produsen yang kurang bisa dipercaya. Kode produksi juga sangat berguna bagi produsen untuk melacak produk yang bermasalah.

4. Logo Brand

kemasan depan vaseline palsu

* sumber: www.youtube.com

Satu lagi patokan penting yang bisa dengan jelas membedakan produk palsu dengan produk original, yaitu logo brand. Logo merupakan identitas dari suatu merk dagang, atau yang sering disebut brand. Karena itu, logo brand akan memiliki ciri khas masing-masing dan dibuat dengan teknik khusus agar tidak dapat ditiru sekali pun oleh pemalsu yang cerdik.

Vaseline sendiri memiliki logo berbentuk perisai berwarna dominan biru tua dengan sedikit warna perak pada bagian luar perisai dengan nama Vaseline® yang ditulis di dalam perisai. Pada produk palsu, terkadang warna logo bukan biru-abu, tetapi biru-putih. Selain itu beberapa produk juga menggunakan pengejaan yang salah dalam menuliskan nama Vaseline.

Pada produk petroleum jelly atau repairing jelly, logo Vaseline dapat ditemui di bagian label dan tutup jar. Pada bagian label, logo ini akan nampak agak glossy sesuai dengan warna label.

Sedangkan pada tutup jar, Vaseline meletakkan logonya di bagian paling atas dengan membuat tekstur timbul. Pada produk palsu, terkadang logo pada bagian jar hanya diletakkan menggunakan teknik print biasa, atau bahkan hanya ditempelkan sebagai stiker.

Tapi perlu diingat, petroleum jelly keluaran arab Saudi memiliki kemasan yang sedikit berbeda termasuk label serta bentuk jar-nya. Jadi sekali lagi, sebelum membeli produk, pastikan dahulu kamu sudah mengetahui ciri khas kemasan produk sesuai dengan desain yang dipasarkan di negara tempat kamu akan membeli.

5. Tekstur

Petroleum Jelly

* sumber: www.homeremediescenter.com

Di Indonesia Petroleum Jelly memiliki nama rebranding yang tertera pada label sebagai Repairing Jelly. Tekstur Vaseline Repairing Jelly dengan Petroleum Jelly keluaran Vaseline di Saudi Arabia memang sedikit berbeda.

Vaseline Repairing Jelly memiliki tekstur jelly sedikit encer sehingga mudah diaplikasikan dan cenderung lebih licin. Sedangkan pada Vaseline Petroleum Jelly produksi Vaseline Saudi Arabia memiliki tekstur jelly yang lebih padat seperti balsem.

Jadi apabila kamu menemukan produk Vaseline Repairing Jelly namun memiliki tekstur yang lebih padat, kemungkinkan produk tersebut bukan produk original. Karena tekstur tersebut hanya dimiliki oleh Vaseline Petroleum Jelly keluaran Vaseline Saudi Arabia. Jangan sampai terkecoh ya!

6. Komposisi Bahan

Vaseline Petroleum Jelly

Tentu saja komposisi bahan bisa menjadi indikator apakah produk Vaseline petroleum jelly yang kamu miliki asli atau tiruan. Vaseline Petroleum atau Repairing Jelly yang asli mengandung 100% petrolatum yang dapat melembabkan kulit.

Sedangkan pada produk palsu, terkadang ditambahkan mentol atau gliserin untuk memberikan efek melembabkan. Padahal penambahan mentol atau gliserin dalam waktu yang lama dapat membuat kulit menjadi kering dan dehidrasi.

7. Harga

Petroleum Jelly

Jangan lelah untuk membandingkan harga produk asli dengan produk tiruan. Karena ini juga menjadi pembeda yang kuat antara produk asli dan tiruan. Untuk memastikan harga produk sebenarnya, kunjungi website brand produk yang akan kamu beli. Lalu lihat berapa harga sebenarnya dari produk tersebut.

Kamu juga bisa menanyakan harga produk yang asli di apotek atau drugstore terpercaya yang menyediakan Vaseline Petroleum Jelly. Hindari membeli produk yang memiliki harga miring. Karena bisa jadi bahan yang digunakan tidaklah sama dengan produk original.

Nah, itulah 7 cara yang bisa kamu lakukan untuk membedakan produk petroleum jelly keluaran Vaseline original dengan yang tiruan. Cukup mudah, bukan?

Perlu diingat, nama produk petroleum jelly yang diproduksi di Indonesia adalah Repairing Jelly. Tetapi apabila kamu ingin membeli produk petroleum jelly di Saudi Arabia, kamu akan menemukannya dengan nama Petroleum Jelly. Harap diingat selalu, ya!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *