Kamini.id / Masalah Hidup / Yuk, Bangkit dari Rasa Sakit Hati Dengan 10 Cara Ini

Yuk, Bangkit dari Rasa Sakit Hati Dengan 10 Cara Ini

Ditulis oleh - Diperbaharui 7 Maret 2019

Kita nggak bisa menawar rasa apa saja yang kita rasakan. Karena rasa itu selalu datang sebagai kejutan dalam kehidupan. Dari bahagia yang tak terkira sampai sakit hati yang juga tak terkira. Sebagai manusia, kita nggak selalu tahu bagaimana caranya mengendalikan diri menghadapi rasa itu.

Sakit hati bisa mengubah banyak hal. Rasa itu selalu datang untuk mengambil banyak hal yang semula ada. Kepercayaan, harapan, dan hal-hal yang membahagiakan lainnya. Sampai akhirnya kita sendiri nggak tahu bagaimana caranya kita hidup dengan rasa sakit hati itu.

Kamu pasti pernah sakit hati dan terpuruk karena itu. Rasanya seperti ada dalam titik terendah dalam hidup. Namun, kamu nggak sendirian. Semua orang pernah mengalaminya dengan masalah yang berbeda-beda. Mereka juga mencoba cara yang berbeda-beda untuk bangkit dari rasa sakit hati itu. Ini beberapa di antaranya.

10 Cara Bangkit dari Rasa Sakit Hati

1. Bersedih

Bersedih

* sumber: unsplash.com

Kamu nggak salah baca, hal pertama yang perlu dilakukan adalah bersedih. Izinkanlah dirimu bersedih karena rasa sakit hati yang sedang kamu rasakan itu. Kamu nggak perlu pura-pura bahagia di waktu seperti itu.

Bersedihlah dengan cara terbaik yang kamu tahu. Kamu boleh menangis di dalam kamar meluapkan semua yang sebelumnya kamu pendam. Keluarkan semuanya bersama airmata yang menetes. Nggak ada yang salah dengan bersedih.

Setelah bersedih, kamu juga bisa membaca artikel cara meluapkan emosi dan mulai mempraktekkannya agar kamu merasa lebih tenang dan lega.

2. Luangkan Waktu Untuk Diri Sendiri

Luangkan Waktu Untuk Diri Sendiri

* sumber: unsplash.com

Barangkali kalau kamu sedang berbaur kamu akan sulit menemukan kesempatan untuk dirimu sendiri. Maka luangkanlah waktu untuk dirimu sendiri. Pahamilah apa yang sedang kamu rasakan saat ini.

Nggak usah malu mengakui kalau kamu sedang terluka. Karena itu kamu perlu meluangkan waktu untuk dirimu sendiri. Supaya kamu bisa benar-benar utuh, menyatukan pikiran dan perasaan. Itulah waktu ketika kamu benar-benar menjadi dirimu sendiri tanpa pengaruh dari orang lain.

3. Menerima

Menerima

* sumber: unsplash.com

Bukan cuma bahagia yang harus diterima, luka juga harus kamu terima. Pahamilah bahwa kamu sebagai manusia nggak cuma menerima kebahagiaan di dunia, tetapi juga kesedihan. Seperti rasa sakit hati yang sedang kamu rasakan sekarang.

Mungkin sulit menerima kalau kamu sedang terluka. Kamu cenderung menolak kenyataan kalau dirimu sedang rapuh. Namun, percayalah kerapuhan bukan kesalahan. Manusia punya batas ketegaran sendiri. Kalau memang kamu sedang merasakan sakit hati dan dirimu menjadi rapuh karena itu, terimalah. Itu bukan sesuatu yang salah.

4. Mulai Menata

Mulai Menata

* sumber: unsplash.com

Pikiran dan perasaan pasti berantakan. Sesuatu yang wajar untuk orang yang sedang sakit hati. Maka, setelah kamu mengambil cukup waktu untuk dirimu sendiri. Memahami apa yang sedang terjadi, mulailah menata dirimu kembali. Kumpulkan sisa-sisa harapan yang mungkin sudah jatuh berserakan.

Kamu nggak bisa menyuruh orang lain untuk menata perasaan dan pikiranmu yang berantakan. Cuma kamu yang bisa melakukan itu. Jangan terlalu fokus memikirkan apa yang hilang, tetapi fokuslah memikirkan apa yang tersisa. Kamu bisa memulai dari sana.

Boleh jadi kamu kehilangan cinta karena dia yang pergi membawa harapan yang sempat dia berikan. Namun, jangan lupa kalau kamu juga masih punya cinta dan harapan untuk orang lain yang mungkin belum kamu sadari. Dia pernah membahagiakan tetapi bukan berarti dia satu-satunya orang yang bisa membahagiakan.

5. Bergaul

Bergaul

* sumber: unsplash.com

Ketika kamu sudah cukup meluangkan waktu untuk dirimu sendiri. Kamu sudah menerima semuanya dengan lapang dada, ini waktunya kamu untuk kembali bersama mereka. Kadang-kadang, orang butuh kekuatan yang lebih besar untuk bangkit dan pergaulan adalah jawaban.

Bergaul dengan orang-orang yang kamu sukai akan sangat membantu kamu menata diri yang sedang hancur. Mereka akan selalu punya cara untuk mengundang kembali semangatmu yang sempat hilang.

6. Membuka Diri

Membuka Diri

* sumber: unsplash.com

Percuma kalau kamu bergaul tetapi tetap menutup dirimu. Buka dirimu sedikit demi sedikit. Kamu pasti punya orang-orang terdekat yang kamu percaya, berbagilah dengan mereka. Itu bukan sesuatu yang memalukan.

Dengan kamu berbagi, mereka bisa lebih memahami apa yang sedang kamu rasakan. Orang-orang yang benar-benar peduli nggak akan menghakimi ketika kamu berusaha membuka diri. Bersama mereka, bukalah dirimu pelan-pelan.

7. Percaya Diri

Percaya Diri

* sumber: unsplash.com

Sebelum dikuatkan dari luar, kamu harus menguatkan dirimu sendiri dari dalam. Percaya diri adalah kuncinya. Kamu harus percaya pada dirimu sendiri kalau kamu bisa bangkit lagi. Rasa percaya diri itulah yang akan melawan rasa sakit hati dari dalam.

Nggak mudah mengumpulkan rasa percaya diri ketika sedang rapuh. Namun, bukan berarti nggak bisa dilakukan. Kamu nggak perlu buru-buru, ambil waktu secukupnya untuk mengumpulkan kepercayaan dirimu yang sempat hilang. Karena semuanya usaha akan sia-sia kalau kamu nggak percaya pada dirimu sendiri.

8. Memaknai

Memaknai

* sumber: unsplash.com

Semua yang kamu rasakan, nggak mungkin datang tanpa tujuan. Kamu pasti pernah dengar orang bilang kalau pengalaman adalah guru terbaik. Namun, kamu nggak selalu langsung tahu pelajaran apa yang bisa kamu petik dari rasa sakit hati itu. Maka, cobalah untuk memaknai.

Semua kebahagiaan dan kesedihan pasti mengandung pelajaran. Kamu cuma perlu mencarinya dengan memaknai lebih dalam. Bisa jadi semua rasa sakit itu membawa kebaikan yang belum berhasil kamu temukan. Cobalah istirahat sejenak dan merenungkan yang sedang kamu rasakan. Barangkali ada hal-hal kecil yang kamu lewatkan.

9. Jangan Menyalahkan Diri Sendiri

Jangan Menyalahkan Diri Sendiri

* sumber: blogs.psychcentral.com

Ini sering terjadi dan mungkin juga terjadi kepadamu. Ketika kamu merasakan sakit hati, kamu menyalahkan dirimu sendiri. Seandainya kamu nggak begini, seandainya kamu nggak begitu, mungkin akhirnya nggak akan sesakit ini. Hindari pikiran seperti itu.

Menyalahkan diri sendiri nggak akan membawa kamu bangkit lagi. Pikiran seperti itu cuma akan menahan kamu di dalam luka yang sangat ingin kamu lupakan. Cukup terima saja tetapi jangan sampai menyalahkan. Manusia diberi kemewahan berupa waktu dan kesempatan, jangan digunakan untuk menyalahkan.

10. Mencoba yang Baru Apapun Itu

Mencoba yang Baru Apapun Itu

* sumber: unsplash.com

Biasanya orang yang lagi sakit hati menjadi enggan untuk mencoba. Seolah-olah ada yang menahan mereka sampai akhirnya mereka nggak melakukan apa-apa. Kalau ini terjadi padamu, lawan itu sekuat-kuatnya. Mencoba hal baru akan memberikan pengalaman baru. Tentu saja, banyak pelajaran baru yang bisa kamu ambil dari sana.

Kalau yang membuatmu sakit hati adalah orang yang kamu sayangi, cobalah buka dirimu. Berkenalan dengan banyak orang baru. Jangan sampai kamu menganggap semua orang akan sama seperti dia. Kamu boleh waspada, tetapi jangan sampai berburuk sangka.

Akan selalu butuh waktu untuk bangkit dari rasa sakit hatimu. Bisa sebentar, bisa juga lama. Cuma kamu yang menentukan akan memakan waktu berapa lama sampai kamu bisa berdiri kembali. Namun, kamu harus memastikan kalau kamu akan mengusahakan itu setiap hari.

Nggak ada orang yang bisa membuatmu bangkit selain dirimu sendiri. Maka dari itu, semua usaha harus dimulai dari dalam. Kalau kamu masih bingung, 10 cara dari Kamini di atas bisa kamu coba. Kamu juga boleh membagikan pengalaman kamu kepada orang-orang yang membawa. Ada kolom komentar yang terbuka lebar di bawah sana.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar