5 Cara Tepat Menghadapi Silent Treatment dari Pasangan

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 1 Oktober 2021

Pertengkaran dalam sebuah hubungan merupakan hal yang biasa terjadi. Setiap pasangan juga punya cara sendiri untuk mengatasinya. Ada pasangan yang terbiasa langsung menyelesaikan masalah dengan bicara, tapi ada juga pasangan yang memilih mendiamkan atau disebut juga dengan silent treatment

Sesekali waktu kamu pasti pernah didiamkan pasangan karena melakukan satu kesalahan. Jika hal itu bukan kebiasaan atau dilakukan pasanganmu hanya sesekali, rasanya masih cukup aman. Tapi jika setiap ada masalah kamu diabaikan, hubungan kalian bisa berubah jadi tidak sehat. Lalu bagaimana cara menghadapi silent treatment dari pasangan? Mari kenali lebih dulu definisi silent treatment itu sendiri yang Kamini rangkum dari berbagai sumber.

Mengenal Silent Treatment

Mengenal Silent Treatment_

Menurut pendapat dari Paul Schrodt, seorang profesor di Bob Schieffer College, silent treatment adalah cara memutus komunikasi saat dua orang atau lebih sedang terlibat dalam satu masalah. Bagi beberapa orang, perlakuan semacam ini kerap dianggap metode paling tepat untuk menyelesaikan masalah. Benarkah begitu?

Menurut informasi yang termuat dalam Wall Street Journal, perlakuan mendiamkan orang lain ketika berada dalam masalah justru membuat seseorang yang menerimanya merasa tidak puas dalam hubungan. Akibat lebih jauh, dia akan merasa berjarak dan tak lagi punya kedekatan dengan pasangannya.

Pendapat lain datang dari jurnal Violence and Victims yang mengategorikan silent treatment sebagai salah satu bentuk kekerasan emosional dalam sebuah hubungan. Pasalnya, mereka yang memilih mendiamkan pasangannya, cenderung menolak mengakui keberadaan orang lain. 

Bukan hanya itu, silent treatment juga dianggap dapat menjadi senjata untuk memanipulasi serta mengontrol emosi orang lain. Menurut informasi, silent treatment sudah ada sejak abad 18 yang diterapkan pada para tahanan. Ketika itu para napi dilarang berbicara, petugas pun tidak memanggil nama mereka melainkan nomor tahanan. 

Akibat perlakuan tersebut para narapidana merasa lebih buruk. Mereka merasa tidak berharga, tidak tampak dan tidak berdaya. Ketika hal ini terus terjadi dan dirasakan oleh para tahanan, mereka merasa tak punya harga diri. Terdengar familiar? Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk menghadapi perlakuan tersebut, terutama dari pasangan? 

Cara Menghadapi Silent Treatment

Bersabar rasanya masih kurang cukup untuk menghadapi orang dengan hobi silent treatment. Terutama karena polanya berulang dan menjengkelkan. Pertama, orang itu akan menolak bicara atau komunikasi dalam bentuk apa pun, kemudian tidak mengakui yang kamu katakan, mengabaikan segala bentuk upaya komunikasi seperti telepon atau chat dan pura-pura tidak mendengarkan.

Selain itu, pelaku silent treatment juga cenderung tidak mengakui pendapat atau perasaan orang lain. Dia kerap pergi atau menghilang tanpa kabar dalam waktu cukup lama, lantas muncul lagi dan berlaku seolah tak terjadi apa pun. Ia selah mengabaikan kebutuhan orang lain untuk komunikasi secara jelas dan perilaku lain yang membuatmu merasa tidak penting, tidak berharga atau tidak valid.

Menyebalkan? Rasanya putus asa menghadapi pasangan seperti itu? Tak usah khawatir, karena kamu bisa mulai coba menerapkan tips cara menghadapi silent treatment dari pasangan berikut ini lain kali. Apa saja cara yang dimaksud? Berikut informasinya yang berhasil Kamini rangkum!

1. Dekati dengan Lembut

cara menghadapi silent treatment dari pasangan_Dekati dengan Lembut_

Seseorang yang melakukan silent treatment bisa jadi sebenarnya bukan berniat melukai, melainkan justru dia yang terluka. Setelah terjadi pertengkaran yang lumayan menguras emosi, momen saling mendiamkan tidak bisa dihindari. Pada saat itu, pasanganmu dan kamu butuh jeda atau butuh waktu mendinginkan suasana hati yang sangat panas.

Pahami dan bedakan hal ini terlebih dahulu sebelum buru-buru balik mendiamkannya. Untuk menghadapi silent treatment tipe seperti ini, cara menghadapinya adalah dekati pasanganmu dengan lembut setelah selang beberapa lama. Jika masih tidak mendapat respon, buka obrolan dengan mengatakan bahwa kamu tahu sedang didiamkan. Setelah itu, mintalah alasannya secara lembut. 

Sampaikan bahwa setelah pertengkaran beberapa waktu lalu masih ada masalah yang ingin dan harus kalian selesaikan. Jangan lupa untuk memberi tahunya kalau kamu memahami kebutuhannya untuk sendiri dulu, tapi juga sampaikan bahwa kamu butuh bicara dan menyelesaikan masalah. Bila hasilnya positif, kamu bisa lanjut menggunakan cara baikan sama pacar agar masalah kalian bisa terselesaikan.

2. Akui Perasaan Pasangan

cara menghadapi silent treatment dari pasangan_Akui Perasaan Pasangan_

Cara menghadapi silent treatment dari pasangan yang selanjutnya yaitu mengakui perasaannya. Seperti yang sudah disebutkan di atas, mendiamkan seseorang dalam jangka waktu lama dapat membuatnya merasa kehilangan harga diri. Di sisi lain ketika pasangan mendiamkanmu, sesungguhnya dia ingin diakui, terutama perasaannya, kesedihannya atau kekecewaannya.

Langkah pertama adalah akui perasaannya tersebut, kemudian ingatkan bahwa kamu juga membutuhkan hal yang sama dari dirinya. Ikut mengakui perasaan pasangan bukan hanya menganggap ada dan penting kesedihannya, tapi sekaligus dapat membuka ruang percakapan. Melalui upaya untuk memahami pasangan, kamu bisa menunjukkan kepedulianmu pada perasaannya dan pada hubungan kalian.

3. Mendengarkan Bukan untuk Membalas tapi Memahami

cara menghadapi silent treatment dari pasangan_Mendengarkan Bukan untuk Membalas tapi Memahami_

Cara selanjutnya mungkin cukup sulit, karena bagaimana pun didiamkan oleh pasangan kerap menimbulkan emosi sendiri di luar masalah yang sedang dihadapi. Namun, percayalah menjadi pendengar yang baik di saat-saat seperti ini justru paling dibutuhkan. Kendalikan lebih dulu emosimu, kemudian dengarkan tanpa interupsi atau memotong.

Cara ini hanya bisa dilakukan ketika dia mulai mau bicara tapi belum terlalu banyak. Oleh karena itu, kamu harus hati-hati karena jika sampai salah, bukan tidak mungkin pasanganmu akan kembali menarik diri. Pimpin komunikasi dengan tenang tanpa memotong, hanya dengarkan. Ingat bahwa tujuanmu adalah memahami, bukan menghakiminya.

4. Beri Pasangan Waktu untuk Sendiri

cara menghadapi silent treatment dari pasangan_Beri Pasangan Waktu untuk Sendiri_

Alih-alih melakukan banyak hal untuk membuatnya bicara, lebih baik diamkan pasanganmu lebih dulu. Beri dia waktu dan jarak untuk sendiri, untuk berpikir dan merasa, lalu mengulang kembali apa-apa yang terjadi antara kalian berdua hingga dirinya tak mau bicara. Jangan menebak apa pun dan jangan juga mencari tahu apa yang sedang dipikirkan pasanganmu.

Tolong ingat, bahwa memberi waktu pada pasangan tidak sama dengan mendiamkannya atau membiarkannya. Kamu tetap bisa menunjukkan kepedulianmu, walau tak mendapat respon yang diinginkan. Ingatkan dia makan, bawakan makanan atau minuman kesukaannya tanpa membahas apa pun.

Selama memberi pasangan waktu untuk sendiri, tak perlu coba membujuknya. Biarkan dia berpikir dan mengutarakan keinginannya secara mandiri. Jika kamu membiasakan hal tersebut, pasanganmu tak akan mampu berterus terang dan membagi pikiran serta bertanggungjawab atas hal itu. Bentuk komunikasi pasif-agresif sebisa mungkin harus dihilangkan antara kalian, agar sebuah hubungan bisa lebih sehat.  

5. Jangan Meminta Maaf Jika Tak Melakukan Kesalahan

cara menghadapi silent treatment dari pasangan_Jangan Meminta Maaf Jika Tak Melakukan Kesalahan_

Kita seringkali meminta maaf ketika pasangan tiba-tiba mendiamkan. Kita juga kerap merasa sudah melakukan kesalahan, sehingga membuat dia tak mau bicara. Padahal rasanya semua baik-baik saja. Perasaan semacam ini benar-benar membingungkan, mengganggu dan tidak sehat. Oleh karena itu, tahan dulu permintaan maafmu sebelum mengetahui kesalahanmu.

Biarkan dia menyampaikan apa pun yang menjadi ganjalannya. Sampaikan bahwa kamu bersedia meminta maaf ketika salah. Bagaimana pun kesalahan bisa terjadi tanpa sengaja dan disadari. Misalnya sesuatu yang menurutmu tak masalah, siapa tahu menjadi persoalan besar bagi pasangan. Jelaskan lalu minta maaf secara tulus. Kamu bisa menggunakan salah satu cara meminta maaf pada pacar ini.

Perlakuan silent treatment yang kamu terima dari pasangan tidak boleh terus-terusan didiamkan dan dimaklumi. Apalagi sampai membuatmu merasa gelisah, bersalah dan perasaan negatif lainnya. Semoga saja beberapa cara menghadapi silent treatment dari pasangan pada artikel ini dapat membantu. 

Setelah keadaan sudah kembali baik, jangan lupa untuk membuat aturan mengenai komunikasi yang sehat agar hubungan juga lebih sehat. Bagaimana? Apakah sudah lebih siap jika nanti kembali didiamkan oleh pasangan? Coba terapkan cara-cara dalam artikel ini ya!

ARTIKEL
PRODUK
BRAND
© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram