Skill Bergaul! 10 Cara Menjauhi Seseorang Tanpa Menyakitinya

Ditulis oleh Aditya Putra - Diperbaharui 25 November 2019

Sebagai makhluk sosial, kita dituntut untuk bersosialisasi. Banyak orang-orang bijak yang berpesan kalau kita harus mencari teman sebanyak-banyaknya. Bahkan, mereka juga bilang kalau satu orang musuh terlalu banyak sementara seribu orang teman masih kurang. Masalahnya, bagaimana kalau sebagian dari mereka nggak baik?

Kita nggak bisa mengontrol orang-orang seperti apa saja yang akan kita temui. Sebagian dari mereka pasti ada yang nggak baik. Bisa itu karena toxic, egois, atau hal lain. Butuh waktu sampai akhirnya kita sadar kalau sebaiknya kita menjauhi orang itu. Lalu, bagaimana caranya? Inilah pentingnya punya skill bergaul! Mari simak 10 cara menjauhi seseorang tanpa menyakitinya!

1. Kurangi Komunikasi

Kurangi Komunikasi

Kedekatan hubungan dapat dilihat dari seberapa sering komunikasi dilakukan. Semakin intens maka hubungan pun semakin dekat. Ada yang nyaman untuk diajak berkomunikasi, ada pula yang sebaliknya. Itu yang kemudian jadi alasan apakah kita 2.  tetap dekat dengan orang itu atau malah lebih baik menjauhinya?

Kalau kita ingin menjauhi seseorang, maka langkah yang pertama dapat dilakukan adalah dengan mengurangi komunikasi. Dengan begitu, kita seperti memberi jarak supaya hubungan nggak terlalu dekat. Misalkan dia sering menelpon atau chat, kita bisa menjauh dengan cara nggak mengangkat telpon sesering biasanya atau diamkan dulu chatnya agak lama sebelum dibalas.

2. Bersikap Pasif

Bersikap Pasif

Waktu ada seseorang yang kita sukai atau kagumi mendekat, kita tentu menunjukkan respons alami dengan bersikap aktif. Itu artinya kita tertarik sama dia dan ingin berteman dengan dia. Waktu kita bersama dia, kita merasa senang dan nyaman. Kalau yang terjadi adalah sebaliknya, kita juga bisa bersikap sebaliknya. Dalam arti, bersikap pasif.

Bersikap pasif dapat dilakukan kalau kita ingin menjauhi seseorang tanpa menyakitinya. Pasif di sini berarti bahwa kita nggak perlu menunjukkan antusiasme. Kita cuma perlu menunggu, nggak perlu mencari-cari cara untuk berkomunikasi dengan dia. Dengan begitu, dia juga akan menjauh dengan sendirinya.

3. Memberi Jawaban Seperlunya

Memberi Jawaban Seperlunya

Biasanya komunikasi dilakukan secara dua arah. Itu adalah tanda bahwa kedua belah pihak merasa nyaman untuk mengobrol. Kedua pihak saling menimpali karena punya rasa antusiasme yang sama. Keduanya sama-sama merasa kalau mereka harus tetap dekat. Kalau kita merasa hubungan itu harus dijauhi kita bisa mengambil sikap dengan memberi jawaban seperlunya.

Memberi jawaban seperlunya merupakan cara lain untuk menjauhi orang tanpa menyakitinya. Dia perlu tahu kalau kita nggak mau berlama-lama berhubungan dengan orang itu. Contohnya kalau dia mengontak lewat chat, cukuplah menjawab dan jangan balik bertanya seolah-olah kita ingin terus berhubungan dengan dia.

4. Menunjukkan Penolakan Secara Halus

Menunjukkan Penolakan Secara Halus

Menunjukkan penolakan secara halus bisa dilakukan dengan cara mengalihkan pembicaraan atau malah mengakhirinya dengan alasan yang sopan. Misalkan kalau dia ingin menelpon, kita yang ingin menjauh tentu merasa malas untuk mengangkat panggilan dia. Maka kita bisa bilang bahwa kita lagi sibuk atau sudah waktunya kita untuk tidur karena besok harus bangun pagi.

Penting bagi kita untuk tetap berpegang pada rasa empati saat menunjukkan penolakan. Kita tentu nggak mau dia merasa sakit hati karena kita menjauh. Bisa jadi dia akan merasa kecewa tapi kalau kita memperlakukan dia dengan baik, dia akan memaklumi kekecewaan itu. Berempati juga dapat menghindarkan kita dari rasa bersalah karena telah menjauhi seseorang.

5. Hindari Pertemuan

Hindari Pertemuan

Dalam pertemanan dan pacaran, bertemu itu sesuatu yang umum. Kita bisa saling bercerita sampai tertawa lepas. Apalagi yang sedang dalam masa pendekatan, bisa bertemu dengan yang disukai seperti kesempatan emas yang harus dimanfaatkan. Kita bebas saja mengiyakan atau menolak untuk bertemu seseorang, namun caranya tetap harus diperhatikan.

Dengan seringnya bertemu, dia akan merasa tetap dekat dan merasa semuanya baik-baik saja. Pertemuan dapat dianggap sebagai bentuk ketertarikan dan kenyamanan dengan dia. Oleh karena itu kalau ingin menjauhi seseorang tanpa menyakitinya kita harus menghindari pertemuan dengan dia.

6. Jangan Emosional

Jangan Emosional

Proses menjauhi seseorang mungkin nggak mudah. Pasti ada perasaan nggak enak, bahkan serba salah. Maka dari itu, kadang-kadang ada yang memilih jalan yang keras untuk menjauhi seseorang. Cara itu efektif, tapi bisa menyakiti orang yang dijauhi. Kita nggak mau itu terjadi kan? Karena bisa jadi malah akan jadi masalah.

Kalau mau menjauhi seseorang tanpa menyakiti perasaannya biasanya kita harus bisa mengendalikan diri, jangan emosional. Kalau kita bertindak emosional, biasanya akan berantakan. Mungkin kita akan marah-marah, atau malah menangis. Jadi berusahalah untuk mengendalikan diri dulu, jangan emosional.

7. Hindari Drama

Hindari Drama

Sesungguhnya, menjauhi seseorang bukan sesuatu yang menyenangkan. Sebagai manusia, kita nggak mau dia sedih dijauhi tapi kita harus menjauh karena suatu hal. Pergolakan dalam diri ini yang bisa menyebabkan drama sampai-sampai kita memaksakan diri untuk tetap dekat dengan orang itu. Hal ini malah akan merugikan diri sendiri.

Apa yang bahaya dari memaksakan diri? Kita jadi orang yang banyak drama. Pura-pura nyaman padahal muak, pura-pura peduli padahal nggak, dan hal-hal negatif lainnya. Drama seperti inilah yang pelan-pelan merugikan diri kita sendiri. Jadi berusahalah untuk menghindari drama, bersikaplah tegas karena itu adalah keputusan terbaik buat kita.

8. Berikan Alasan

Berikan Alasan

Kata-kata kadang perlu disampaikan kalau niat kita nggak terbaca lewat perbuatan. Mungkin akan lebih sulit dibanding dengan perbuatan. Kita harus berpikir alasan apa biar dia nggak sakit hati? Apalagi kalau masalah harus diselesaikan lewat pertemuan, melihat sosoknya bikin kita jadi sulit mengungkapkan yang sebenarnya.

Carilah alasan yang sekiranya akan mudah dipahami. Misalnya, lagi malas berhubungan intens lewat chat atau telepon. Kita juga bisa bilang kalau ada sesuatu yang harus jadi prioritas seperti pekerjaan atau tugas kuliah. Hal-hal seperti itu akan mudah dipahami meskipun bisa jadi nggak akan langsung diterima.

9. Tunjukkan Apresiasi

Tunjukkan Apresiasi

Kita menjauhi seseorang bukan tanpa alasan. Tindakan itu juga pasti didasari oleh hal-hal yang secara akumulatif sudah terjadi pada kita. Kalau kita merasa ingin menjauhi seseorang tanpa menyakiti, berarti kita tahu kalau orang itu perlu diperlakukan dengan baik. Untuk itu, kita perlu menunjukkan apresiasi sama dia.

Menunjukkan merupakan sebuah upaya kita untuk menghargai dia atas apa yang sudah dia lakukan pada kita. Berterima kasihlah atas apa yang dia lakukan, lalu sampaikan maaf kalau seandainya dia merasa hubungan itu nggak sedekat sebelumnya. Dengan begitu, dia akan belajar dengan sendirinya.

10. Memberi Pernyataan Positif

Memberi Pernyataan Positif

Cara terakhir yang bisa digunakan untuk menjauhi seseorang tanpa menyakitinya adalah dengan memberi pernyataan positif. Walaupun fungsinya nggak berbeda jauh dengan memberi apresiasi, tapi memberi pernyataan positif bisa juga berguna untuk membangun kepercayaan dirinya. Dengan kita menjauh, kita juga ingin dia bisa melanjutkan hidupnya dengan baik.

Memberi pernyataan positif perlu dilakukan dengan benar. Misalnya, dengan menyebutkan hal-hal apa saja yang baik dari dia dan kenapa orang akan menyukai itu. Pernyataan positif akan membuat dia memaklumi keputusan yang kita ambil. Dalam arti, kebaikan yang dia punya akan disukai oleh orang lain. Menjauhnya kita nggak akan jadi masalah buat dia.

Begitulah hidup, nggak cuma bekerja tetapi bergaul juga butuh skill. Hal-hal semacam ini nggak dipelajari di bangku sekolah, karena itulah artikel-artikel sejenis ini muncul. Kita adalah mahluk yang suka berbagi! Kamu juga boleh ikut berbagi di kolom komentar, entah untuk menambahkan atau menceritakan pengalaman. Jangan sungkan, ya, teman-teman! Biar tidak salah pilih teman, baca juga artikel ciri teman yang baik.

ARTIKEL
PRODUK
BRAND
© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram