Pilih Rebonding atau Smoothing? Yuk, Kenali 10 Perbedaannya!
Insecure karena memiliki rambut yang super ngembang dan berniat untuk meluruskan rambut supaya nggak perlu ribet catokan tiap pagi? Nah, biasanya orang salon akan menyarankan kamu untuk melakukan smoothing atau rebonding.
Meskipun keduana sama-sama masuk kategori pelurus rambut semi permanen, ternyata ada banyak perbedaan yang penting banget untuk Kaminiers ketahui. Jangan sampai salah pilih dan menyesal setelah di akhir, simak 10 perbedaan penting antara smoothing dan rebonding di bawah ini.
1. Jenis Rambut Asli

Perbedaan paling signifikan antara rebonding dan smoothing bisa dicermati dari rambut asli seseorang. Sesuai dengan namanya, smoothing funsi utamanya adalah untuk melembutkan sekaligus merapikan rambut. Teknik ini hanya dapat bekerja sempurna jika kamu memiliki rambut lurus alami atau sudah pernah diluruskan.
Sementara untuk rambut virgin dengan tekstur yang ekstrem, misanya rambut keriting, ikal, dan kribo membutuhkan teknik yang lebih kuat. Maka dari itu, Kamini sarankan untuk melakukan rebonding, karena teknik ini mampu mengubah struktur rambut jadi lurus tanpa membuatnya terasa kaku.
2. Kandungan

Sama-sama menggunakan bahan kimia, baik smoothing dan rebonding memiliki komposisi yang berbeda, lho. Smoothing mengandung bahan yang lebih ringan dan biasanya dipekaya dengan protein serta keratin. Nah, kedua bahan ini yang bikin rambut Kaminiers terasa lebih lembut, sekaligus membantu menjaga kesehatannya.
Sedangkan rebonding memakai bahan kimia yang lebih keras dan kuat karena tujuan utamanya untuk mengubah struktur rambut secara permanen. Rambut kamu yang awalnya susah di atur jadi lurus, tapi ada efek samping yang bikin kondisi rambut jadi rentan kering.
3. Hasil Akhir

Mengingat rebonding dan smoothing sama-sama merupakan teknik meluruskan rambut, tentu saja hasil akhirnya pasti berupa rambut yang lurus. Namun, hasil akhir dari keduanya cukup berbeda, lho, jika kita perhatikan lebih jeli lagi.
Rebonding memiliki hasil akhir berupa rambut yang benar-benar lurus. Rambutmu akan nampak seperti dicatok tapi tidak akan hilang meskipun kamu sudah keramas berkali-kali. Sementara smoothing akan menampilkan hasil berupa rambut lurus alami dan lebih glowing. .
4. Teknik Pengerjaan

Rebonding dan smoothing juga memiliki perbedaan pada teknik pengerjaannya. Ketika melakukan rebonding, kamu harus membuat obatnya meresap ke dalam kutikel rambut guna memperbaiki dan mengubah struktur alami rambut. Selain proses pengaplikasian obat, rebonding juga melibatkan pengaplikasian krim neutralizer dan mencatok rambut beberapa kali.
Berbeda dengan rebonding, proses smoothing mengharuskan pengaplikasian obat yang mengandung keratin sebelum kamu mencatok rambut. Singkatnya, smoothing tidak mengubah struktur asli rambutmu, tapi hanya membuat rambut lebih halus dan memberikan efek lurus yang cukup lama.
5. Waktu Pengerjaan

Sekilas teknik rebonding memang terlihat lebih ribet dibanding smoothing karena rebonding biasanya melibatkan dua jenis krim. Akan tetapi, pengerjaan rebonding hanya membutuhkan waktu 2-3 jam. Hal tersebut dikarenakan obat rebonding memiliki sifat yang mudah meresap. Bahkan, waktu pengerjaan ini dapat lebih lama tergantung panjang rambut dan seberapa ikalnya rambumu.
Begitu pula dengan smoothing, Kaminiers harus menyiapkan waktu selama 3-4 jam, tergantung panjang rambutmu. Semakin panjang rambut yang akan dismoothing, tentu saja waktu yang dibutuhkan lebih lama. Jika kamu melakukan smoothing di salon, biasanya akan ada banyak karyawan yang menangani rambut kamu, terutama saat proses mencatok rambut.
6. Daya Tahan

Berbicara soal daya tahan, kamu pasti menduga smoothing mampu bertahan lebih lama untuk menciptakan efek rambut lurus. Pasalnya, obat smoothing mengandung bahan yang dinilai lebih berkualitas dan proses pengerjaannya pun membutuhkan waktu lebih lama.
Faktanya, rebonding memiliki daya tahan yang lebih lama dibanding smoothing. Daya tahan rebonding bisa mencapai 7-12 bulan dan kelurusannya hanya akan hilang ketika ada rambut baru yang tumbuh.
Smoothing memiliki daya tahan yang lebih singkat, yakni 3-6 bulan. Semakin sering kamu menata rambutmu dengan roll atau catok curly, maka kelurusan yang dihasilkan smoothing akan lebih cepat hilang.
7. Efek Samping

Setiap proses styling tentu memiliki efek samping tersendiri, tak terkecuali rebonding dan smoothing yang menggunakan obat berbahan kimia. Kedua teknik pelurusan rambut ini juga memiliki efek samping tersendiri.
Efek samping rebonding adalah rambut lebih mudah kering dan kaku karena obatnya mengandung bahan kimia lebih kuat. Kalau kamu tidak memperhatikan perawatan rambut pasca rebonding, tentu rambutmu akan menjadi kering, bercabang, hingga rontok, apalagi jika kamu melakukan rebonding berkali-kali.
Sementara smoothing juga bisa membuat rambut kering, tapi risikonya lebih kecil. Mengingat smoothing mengandung keratin, tentu saja kehalusan rambutmu akan terjaga. Namun, tak ada salahnya jika kamu juga rajin merawat rambutmu dengan conditioner atau vitamin rambut sehabis smoothing.
8. Risiko Kegagalan

Rebonding memang powerful, tapi punya risiko kegagalan yang lebih tinggi jika tidak dilakukan dengan teknik yang benar atau pakai produk murahan. Kamini sarankan untuk melakukan rebonding di salon terpercaya, supaya hasilnya tidak membuat kamu kecewa.
Smoothing lebih minim risiko jika dilakukan pada rambut lurus atau yang pernah diluruskan sebelumnya. Kuncinya ada di teknik pengaplikasian dan kualitas produk yang digunakan. Sekarang ini ada banyak obat smoothing yang bikin cara pengerjaannya lebih mudah, sehingga teknik ini dapat dilakukan sendiri di rumah.
9. Harga

Kamu pasti sudah bisa menebak perbandingan harga dari rebonding dan smoothing setelah membaca sejumlah perbedaan antara keduanya. Ya, bisa dikatakan bahwa rebonding dibanderol dengan harga yang lebih ekonomis dibanding smoothing.
Hanya dengan uang Rp 100.000 – Rp 250,000, kamu sudah bisa melakukan rebonding sendiri. Kamu hanya perlu membeli obat dan catokan saja. Bahkan, kedua item tersebut bisa diperoleh dengan dana di bawah Rp 150.000. Namun, jangan underestimate dulu karena ada juga obat rebonding yang cukup mahal dan berkualitas.
Biaya yang harus kamu keluarkan untuk melakukan smoothing minimal Rp 250.000 dan jika dilakukan di salon bergengsi, harganya bisa menyentuh Rp 700.000. Obat smoothing memang terbilang lebih mahal dibanding rebonding.
Harga dari rebonding dan smoothing biasanya ditentukan berdasarkan panjang rambutmu. Semakin panjang rambutmu, tentu semakin mahal pula biayanya.
10. Peminat

Jauh sebelum ada smoothing, teknik pelurusan rebonding memang sangat populer. Bahkan, rebonding disebut sebagai pelopor teknik pelurusan rambut sebelum ada ion dan smoothing. Akan tetapi, ketika smoothing muncul, peminat rebonding memang mulai berkurang.
Namun, bukan berarti rebonding sudah tidak diminati. Masih ada peminat rebonding, biasanya konsumen yang mencari teknik pelurusan rambut murah meriah akan memilih rebonding. Selain itu, pemilik rambut keriting dan kribo juga akan memilih rebonding karena obat smoothing tidak akan berhasil untuk meluruskan rambut jenis keriting dan kribo.
Nah, 10 perbedaan smoothing dan rebonding ini kiranya bisa memberi penjelasan buat kamu yang masih bingung memilih teknik pelurusan rambut. Sesuaikan teknik pelurusan rambut yang akan dipilih dengan jenis rambut, budget, dan kemampuanmu dalam merawat rambut.

