kamini.id
Kamini.id / Kecantikan / Wajah / 5 Cara Mengetahui Skincare Cocok atau Tidak pada Wajah

5 Cara Mengetahui Skincare Cocok atau Tidak pada Wajah

Ditulis oleh Erika Erilia - Diperbaharui 24 Mei 2021

Skincare merupakan hal terpenting dalam dunia kecantikan karena sangat mempengaruhi kesehatan kulit. Skincare tak hanya berfungsi untuk merawat, tapi juga melindungi dari hal-hal yang dapat merusak kulit, baik itu faktor dari dalam maupun luar.

Kabar baiknya, saat ini kamu bisa dengan mudah mendapatkan berbagai produk skincare di pasaran. Tapi kamu harus tetap berhati-hati karena tidak semua produk kecantikan cocok untuk kulitmu. Untuk mengetahui apakah skincare tersebut cocok atau tidak, ikuti 5 langkah di bawah ini.

1. Periksa Komposisi Produk

Hal pertama yang harus dilakukan saat hendak membeli atau memakai skincare adalah teliti memeriksa komposisi produk tersebut. Untuk hal yang satu ini, kamu harus tahu lebih dulu soal tipe/jenis kulit wajahmu. 

Setiap jenis kulit memerlukan skincare yang berbeda. Misalnya untuk kulit berminyak dan mudah berjerawat, maka kamu disarankan untuk memakai skincare yang non-oily sekaligus non-comedogenic. Intinya, kenali jenis kulitmu dan cocokkan komposisi produk skincare dengan kebutuhanmu.

Di sisi lain, ada beberapa zat kimia yang harus kamu hindari karena menimbulkan efek yang tidak baik untuk kulit. Apapun tipe kulitmu, usahakan menghindari produk skincare yang mengandung zat-zat yang dapat menimbulkan masalah pada kulit seperti paraben, hydroquinone, Butylated Hydroxyanisole (BHA), triclosan, polyethylene, sodium lauryl sulfate, serta produk yang mengandung parfum.

Zat-zat tersebut biasanya terdapat dalam produk skincare seperti pelembab, toner, sabun muka, hingga produk-produk pencerah kulit. Efek sampingnya bisa berupa iritasi, gangguan hormon, hingga meningkatkan resiko kanker kulit.

Tapi, bukan berarti kamu sama sekali tidak bisa menggunakan produk-produk yang mengandung bahan tersebut. Sebaiknya, konsultasikan pada dermatologist untuk tahu apakah produk aman digunakan pada kulitmu atau tidak.

2. Lakukan Tes Patch Sebelum Pemakaian Rutin

Cara selanjutnya adalah tes patch. Tes ini wajib dilakukan kalau kamu hendak mencoba produk skincare baru. Meskipun kamu sudah memeriksa komposisi produk dan skincare yang kamu beli menggunakan bahan-bahan yang aman, terkadang produk tersebut masih kurang cocok dan menimbulkan beberapa efek samping.

Tes patch sendiri dilakukan dengan cara mengoleskan sedikit produk pada bagian kulit tertentu. Tes semacam ini sangat berguna untuk mengetahui apakah produk skincare yang kamu beli akan menimbulkan efek samping atau tidak. Minimal ada 3 jenis tes yang harus kamu lakukan sebelum menggunakan skincare tersebut secara rutin.

  • Tes reaksi alergi

Jika selama ini kamu sering mengalami alergi saat menggunakan produk skincare, kamu perlu melakukan tes yang satu ini. Caranya sangat mudah, cukup oleskan sedikit produk skincare ke bagian punggung tangan atau kulit belakang telinga. Bagian ini dianggap cukup sensitif, tapi juga aman untuk patch test.

Cepat atau tidaknya reaksi alergi pada tiap orang bisa berbeda-beda. Jika langsung bereaksi pada kulit, maka produk tersebut tidak cocok buatmu. Bila belum ada reaksi, tunggulah beberapa jam kemudian. 

Idealnya, tes ini dilakukan berulang setidaknya sampai 3 hari untuk memastikan keamanan produk yang baru kamu beli. Bila di hari ketiga tetap tidak muncul reaksi alergi, berarti skincare itu aman untuk kamu gunakan.

  • Tes iritasi

Setiap orang memiliki area kulit sensitif yang berbeda-beda, khususnya di bagian wajah. Ada yang sensitif di bagian dahi, hidung, pipi, atau dagu. Jadi sebelum melakukan tes, kamu harus sudah mengenal kulit wajahmu terlebih dulu dan tahu di mana area-area sensitifnya.

Untuk tes yang kedua ini, caranya hampir sama, oleskan sedikit produk skincare di area kulit wajahmu yang sensitif dan biarkan beberapa menit atau beberapa jam (tergantung cepat atau tidak munculnya reaksi). Jika setelah beberapa jam masih belum muncul reaksi, lakukan pengulangan tes selama 3 hari untuk memastikan keamanan produk.

Reaksi iritasi yang biasanya muncul adalah kulit terasa panas, menjadi kemerahan, atau gatal-gatal. Jika reaksi seperti ini muncul, berarti skincare yang kamu pakai tidak cocok untuk kulitmu.

  • Tes resiko komedo/jerawat

Ada beberapa produk skincare yang tidak menimbulkan alergi atau iritasi, tapi justru membuat kulitmu kasar berkomedo atau memicu tumbuhnya jerawat. Jika kamu termasuk orang yang memiliki tipe kulit acne prone, tes yang satu ini wajib dilakukan.

Masih seperti tes pertama dan kedua, cara pakainya juga sama, tapi oleskan di bagian wajah yang menurutmu pori-porinya mudah tersumbat atau gampang berjerawat. Misalnya di bagian dahi, dagu, atau sekitar hidung. Jangan lupa lakukan tes ini selama sekitar 3 hari untuk mengetahui hasilnya.

Jika kulitmu tidak mengalami masalah apapun setelah menjalani ketiga tes di atas, kamu boleh lega karena itu artinya produk skincare-mu aman untuk digunakan.

3. Gunakan Produk Skincare Secara Bertahap

Kamu pasti pernah membeli produk skincare baru secara borongan, mulai dari sabun muka, toner, pelembab, hingga sunscreen. Untuk mengetahui cocok atau tidak di kulitmu, sebaiknya jangan gunakan semua produk tersebut secara bersamaan. 

Sebaliknya, coba dulu satu per satu produk dan gunakan secara rutin selama beberapa hari. Jadi, ketika kulitmu mengalami masalah, kamu bisa langsung tahu produk skincare mana yang tidak cocok untuk kulitmu. 

Bayangkan bila kamu langsung memakai semua skincare baru tersebut ke wajah, lalu kulitmu mendadak mengalami masalah. Kamu tentu sulit menebak produk mana yang menyebabkan efek samping tersebut, bukan?

4. Kenali Tanda-Tanda Skincare Tidak Cocok di Kulit

Produk skincare yang tidak cocok untuk kulit pasti akan menyebabkan sejumlah efek samping. Efek samping ini bisa langsung muncul dalam hitungan detik, berjam-jam, atau bahkan berhari-hari setelah pemakaian produk. Berikut beberapa tanda skincare yang tidak cocok di kulit:

  • Kulit terasa panas

Rasa panas atau sensasi tersengat biasanya dapat dirasakan ketika produk skincare baru dioleskan ke kulit. Hal ini bisa menandakan 2 hal, yaitu reaksi alergi berbahaya atau sekadar reaksi zat kimia produk yang mulai bekerja pada kulit.

Sensasi panas dianggap wajar apabila hanya berlangsung sesaat atau beberapa detik saja. Tapi bila rasa panas tersebut berlangsung lama dan tidak hilang-hilang, itu artinya ada reaksi iritasi/alergi berbahaya dan kamu wajib menghentikan pemakaian produk.

  • Timbul ruam/kemerahan

Sama seperti poin pertama, kemunculan ruam pada kulit juga bisa berlangsung cepat atau lambat. Kulit yang berubah warna kemerahan adalah salah satu tanda paling umum saat tidak cocok dengan skincare tertentu. 

Munculnya kemerahan pada kulit juga tidak selalu instan, terkadang ada yang baru muncul setelah beberapa hari. Jika kamu mengalami tanda ini setelah pemakaian produk, itu artinya kulitmu tidak cocok dengan skincare yang kamu pakai.

  • Terasa gatal

Rasa gatal adalah tanda adanya reaksi alergi akibat zat kimia yang terkandung di dalam skincare. Tanda ini biasanya diikuti oleh munculnya ruam atau warna kemerahan di kulit. Segera hentikan pemakaian produk bila kamu mengalami tanda ini, terlebih bila rasa gatal tersebut berlangsung lama dan tidak segera hilang.

Namun bila kulit wajahmu sudah terlanjur mengalami gatal-gatal, usahakan untuk tidak menggaruknya agar tidak semakin merusak kulit. Kamu bisa meredam rasa gatal tersebut dengan cara mengompresnya dengan kain/saputangan yang diberi air es.

  • Kulit jadi terlihat kusam dan tidak sehat

Tanda yang satu ini termasuk efek samping jangka panjang, artinya tidak bisa langsung terlihat sesaat setelah pemakaian skincare. Kulit kusam bisa dilihat dari perubahan warna kulit yang menjadi lebih gelap, baik sebagian atau secara keseluruhan.

Terkadang muncul spot atau bintik hitam di beberapa area kulit wajah. Kulit yang terasa makin kering juga merupakan tanda bahwa kulit sedang tidak sehat, apalagi bila sampai bersisik atau mengelupas.

  • Muncul jerawat atau breakout parah

Kemunculan jerawat tidak selalu disebabkan oleh faktor hormon, polusi, atau makanan, tapi juga bisa dikarenakan pemakaian skincare yang tidak cocok. Apalagi jika kulit sampai mengalami breakout (peradangan yang disertai munculnya banyak jerawat).

Efek samping yang satu ini biasanya akan muncul beberapa hari setelah pemakaian produk. Segera hentikan pemakaian skincare dan jangan pernah memakainya lagi. Bila breakout  makin parah, kamu bisa berkonsultasi ke dokter untuk mengatasinya.

5. Kenali Tanda-Tanda Skincare yang Cocok untuk Kulit

Selain tanda ketidakcocokan, kamu juga perlu tahu beberapa ciri skincare yang cocok dan bekerja dengan baik di kulitmu. Jika kamu mengalami ketiga hal di bawah ini, berarti kamu sudah menemukan skincare yang tepat.

  • Tidak mengalami efek samping

Artinya, kulitmu tetap dalam kondisi normal dan baik-baik saja selama pemakaian produk. Kamu tidak merasakan sensasi panas/tersengat, tidak ada rasa gatal, tidak muncul ruam, kulit tidak semakin kusam, dan tidak mengalami breakout yang menyebalkan. 

  • Kulit tampak sehat

Skincare yang baik adalah yang bisa membuat kulit terlihat lebih sehat. Ciri-ciri kulit sehat adalah permukaan kulit yang terasa lembab, kenyal, dan halus saat disentuh. Selain itu, warna kulit juga tidak semakin kusam atau tidak menggelap di area tertentu.

  • Kulit mendapatkan manfaat sesuai dengan klaim produk

Setiap skincare biasanya mengklaim memiliki sejumlah manfaat yang bisa dirasakan oleh kulit, mulai dari melembabkan, mencerahkan, atau mengencangkan kulit wajah. Jika kulitmu mengalami hal-hal seperti yang disebutkan oleh klaim produk tersebut, berarti kamu sudah menemukan skincare yang tepat.

Nah, sekarang kamu sudah tahu bagaimana menentukan cocok atau tidaknya suatu skincare. Merawat kulit dengan menggunakan produk-produk yang ada di pasaran memang harus hati-hati dan tidak boleh sembarangan. 

Jangan pernah mudah tergiur dengan iklan suatu produk kecantikan meskipun dijual dengan harga murah. Tapi bila kulitmu terlanjur mengalami masalah, segera hentikan pemakaian produk dan konsultasikan dengan dokter bila perlu.

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram